MANAGED BY:
JUMAT
17 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Kamis, 14 Desember 2017 00:18
Tiga Perwira ‘Rebutan’ Posisi Kepala BNN Bontang

BNK Bontang Berubah Jadi BNNK

KOORDINASI KE PUSAT: Wawali Bontang Basri Rase bersama rombongan, saat koordinasi ke BNN Pusat, Rabu (13/12), ditemui oleh Irjen Pol Drs Dunan Ismail beserta 3 kasubag BNN Pusat. (HUMAS)

PROKAL.CO, JAKARTA - Mengingat pertimbangan urgensitas dan tingkat kerawanan peredaran narkotika di 21 daerah, maka  Bontang menjadi salah satu yang direkomendasikan oleh BNN Pusat, untuk pembentukan instansi vertikal di lingkungan Badan Narkotika Nasional tahun 2017. Hal ini sesuai surat keputusan BNN nomor B/614/M.KT.01/2017.

Bontang disetujui untuk perubahan status dari Badan Narkotika Kota (BNK) menjadi Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK). Rabu (13/12) kemarin, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, bersama Wakapolres Bontang  Kompol Eko Alamsyah dan Kasat Narkoba AKP I Gusti Ngurah Suarka, melakukan koordinasi di BNN Pusat terkait transisi perubahan status BNK menjadi BNNK.

Rombongan Wawali diterima oleh Irjen Pol Drs Dunan Ismail beserta 3 kasubag dari BNN Pusat. Dari koordinasi tersebut disepakati, Kepala BNN Kota Bontang akan dilantik Januari 2018.

Menurut Wawali Basri Rase, dengan berubahnya status BNK menjadi BNN Kota Bontang, maka BNNK Bontang, segala sesuatu yang menyangkut biaya operasional BNNK nantinya seluruhnya dari BNN Pusat, tidak lagi melalui Pemerintah Daerah.

Untuk pengurus maupun anggota BNNK Bontang, lanjutnya, semuanya juga akan ditentukan BNN Pusat. Namun lanjut Basri, semua berasal dari usulan yang diajukannya.

"Saat inipun sudah ada tiga perwira yang sudah mendaftar untuk menjadi kepala BNNK Bontang. Antara lain, Kompol Mawan Riswandi, Kompol Mujianto dan AKBP Kismono Edi

Menurut Basri, BNNK sudah terstruktur dari pusat ke daerah, dan pemerintah hanya sebagai mitra. "Di Kaltim ini baru dua yang vertikal yakni Samarinda dan Balikpapan. Bontang tahun ini," ujar Basri.

Lanjutnya, banyak daerah yang juga mengusulkan status vertikal, yakni dari BNK menjadi BNNK, tapi oleh BNN Pusat belum disetujui.

"Ada beberapa pertimbangan dari BNN dan Menpan, dan kenapa Bontang disetujui? Karena secara administrasi Bontang bersedia, selain itu  komitmen pemerintah untuk persyaratan baku yang disampaikan BNN untuk  vertikal banyak yang kami penuhi, seperti lahan kantor, kami sudah ada menyiapkan lahannya ada di samping pengadilan agama, kedua  masalah personal, pemerintah siap untuk melepas personal ASN masuk ke BNNK, ketiga kontrak kantor, peralatan kantor dan mobil operasional, kami siap menyediakan," beber Basri.

Total anggaran yang dibuthkan untuk transisi BNK ke BNNK ditambahkan Basri, mencapai kurang lebih Rp 1,5 miliar.

"Tahun ini (2018) kita anggarkan Rp 1 miliar dan sisanya Rp 500 juta akan dianggarkan di perubahan. Nah di 2019 baru semua anggaran murni dari BNN Pusat," jelasnya.

Jika di Bontang sudah ada BNNK, maka menurut Basri, penanganan kasus narkoba akan lebih fokus. Hal ini bukan berarti kasus narkoba meningkat di Bontang.

"Justru kasus narkoba di Bontang cenderung menurun, dibanding daerah lain yang meningkat. Jadi dengan BNNK ini, itu menunjukkan komitmen Pemerintah dalam memberantas narkoba semakin tinggi," tegas Basri yang diamini Wakapolres Eko Alamsyah.

Basri juga berharap, dengan adanya BNN Kota Bontang, lebih fokus dan ada penindakan langsung dari BNNK, sebab mereka berhak lakukan penindakan.

"Ketika vertikal, murni dari BNNK," katanya.

Di BNN Kota Bontang nantinya, kata Basri terdiri dari 13 kru, mulai kepala hingga bawahan. Untuk posiai kepala sudah ada yang melamar tiga perwira kepolisian. Sementara untuk ASN sudah ada yang melamar 9 orang. Sementara untuk kasi penindakan, Polres Bontang sudah menetapkan perwiranya yakni I Ngurah Suardika, yang saat ini menjabat Kasat Reskoba.(cil)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .