MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 18 Desember 2017 18:35
NU Dorong Pemerintah Revisi KUHP

MUI: LGBT Melanggar Syariat

Imam Hambali Dan Selamet Raharjo (IST)

PROKAL.CO, BONTANG – Terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak mengadili gugatan soal Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender  (LGBT) dan kumpul kebo, Ketua NU Bontang mendorong pemerintah dan legislatif segera merevisi rancangan KUHP yang ada agar ada Undang-Undang (UU) yang melarang hal tersebut. Sementara itu, Ketua MUI Bontang menyatakan bahwa LGBT itu melanggar syariat Islam sehingga masyarakat diminta lebih mendalami ilmu agama.

Ketua NU Bontang, Selamet Raharjo mengatakan jika diamati lebih seksama, MK tidak terlihat menolak substansi permohonan perluasan norma sesuai dengan yang diajukan oleh Guru Besar IPB dan kawan-kawan Euis Winarti. Namun dengan bahasa lain, MK juga tidak melegalisasi perzinahan, perkosaan dan hubungan sesama jenis. Melainkan, MK berpendirian bahwa perluasan norma tersebut merupakan domain legislatif dan pemerintah. “Makanya yang harus kita dorong dan kawal  pemerintah dan DPR sebagai lembaga berwenang untuk membentuk UU agar segera merevisi KUHP yang ada yang sudah usang dan merupakan warisan kolonial yang tidak sesuai dengan norma dan nilai agama bangsa kita,” jelas Selamet, Minggu (17/12) kemarin.

Karena, lanjut dia, dalam Alquran itu sudah jelas bahwa hubungan sesama jenis itu dilarang seperti disebutkan dalam Surat Al-Ankabut ayat 28-29, Surat Al-Anbiya ayat 74-75, Surat Asy-Syu’ara’ ayat 165-175, dan Surat Al-Araf ayat 81-82, serta beberapa hadits yang sangat jelas melarangnya.

“Maka dari itu NU sendiri dalam Munas yang diadakan di NTB 23-25 November 2017 tentang Rancangan KUHP yang sedang dibahas di DPR menjadi salah satu pokok bahasan. Dan meminta pemerintah dan DPR segera merampungkan pembahasan Rancangan  KUHP yang ada agar di negeri ini ada UU yang melarang hal tersebut,” bebernya.

Terkait banyaknya pemahaman masyarakat bahwa MK ‘melegalkan’ LGBT dan kumpul kebo, Selamet meminta agar masyarakat harus cermat mendengar atau membaca berita, apalagi hal-hal yang sensitif di kalangan masyarakat. Jadi, masyarakat jangan terburu-buru menanggapi dengan negatif, karena harus tahu porsi masing-masing dan paham tentang apa yang dipersoalkan. Hal tersebut agar tidak menimbulkan keresahan atau salah tafsir sehingga menimbulkan fitnah yang akan berimbas pada suasana gaduh dan tidak kondusif.

“Makanya masyarakat harus dicerdaskan dengan pemahaman yang benar,  bukan merasa selalu benar atau mencari pembenaran dalam berpendapat atau berkomentar,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MUI Bontang, Imam Hambali mengatakan secara struktural MUI dari pusat maupun wilayah belum ada surat. Tetapi jika secara individu, Imam kurang setuju karena masalah itu termasuk pelanggaran syariat secara agama. “tetapi belum ada surat ini dari pusat menanggapi hal itu,” ujarnya.

Imam menyatakan jika itu terlarang maka pihaknya menyetujuinya, sementara jika dibebaskan maka kurang setuju karena bisa meresahkan umat. “Jika ada tindakan yang keluar jalur sebaiknya disampaikan kepada mubalig agar mendapat penjelasan yang mencerahkan. Karena itu sudah melanggar syariat,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, MK menolak mengadili gugatan soal LGBT. MK menyatakan perumusan delik LGBT dalam hukum pidana masuk wewenang DPR-Presiden. 

Gugatan itu sebelumnya diajukan guru besar IPB dkk, Euis Sunarti. Mereka meminta MK meluaskan makna pasal asusila dalam KUHP pasal 284, 285 dan 292. Termasuk meminta homoseks bisa masuk delik pidana dan dipenjara. (mga)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 20:46

Porprov Berakhir, Omzet Rumah Makan Anjlok

SANGATTA - Berakhirnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim…

Minggu, 16 Desember 2018 20:43

Punya Identitas, ODGJ Bisa Memilih

BONTANG – Informasi terkait tercantumnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…

Minggu, 16 Desember 2018 20:42

Bukannya Sekolah, Malah Ngoteng

BONTANG – Kenakalan remaja seperti ngelem, ngoteng, serta ngaldo masih…

Minggu, 16 Desember 2018 20:40

Berbagi di Hari Juang Kartika

BONTANG - Hari Juang Kartika diperingati seluruh Korps TNI AD, termasuk…

Minggu, 16 Desember 2018 20:38

Parkiran Lang-Lang Bakal Ditarik Retribusi

BONTANG – Mulai Senin (17/12) pengunjung Stadion Bessai Berinta tak…

Minggu, 16 Desember 2018 20:35

Volume Sampah Meningkat

BONTANG – Volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir…

Minggu, 16 Desember 2018 20:32

Bonus Atlet Mengacu Aturan Pemprov

BONTANG – Atlet peraih medali perak dan perunggu mesti lebih…

Minggu, 16 Desember 2018 20:31

2.500 KTP- el Dibakar BONTANG

Sebanyak 2.500 KTP-el yang rusak dibakar di halaman Kantor Dinas…

Minggu, 16 Desember 2018 20:30

DPRD Usulkan Dibagikan Januari

BONUS peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) masih dalam pembahasan.…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:23

Impikan Beras Basah Serupa Maladewa

BONTANG – Pembenahan Pulau Beras Basah hampir rampung. Destinasi wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .