MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Sabtu, 23 Desember 2017 00:14
KPU Ajak Media Massa Perangi Golput

KPU Targetkan Partisipasi Masyarakat Capai 80 Persen

RAKOR KPU-MEDIA: KPU Bontang menggelar rakor bersama media massa di Bontang untuk membantu menyosialisasikan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya serta mengurangi pemilih golput.(MEGA ASRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Golput (golongan putih) belakangan ini menjadi momok tersendiri bagi sistem demokrasi yang tengah berkembang di negeri ini untuk menyongsong Pemilu 2018. Oleh karenanya, 2018 mendatang KPU Bontang menargetkan capaian partisipasi masyarakat mencapai 80 persen. Sehingga KPU mengharapkan peran serta media untuk mengubah mindset masyarakat agar menggunakan hak pilihnya dengan baik.

Dalam Rapat Koordinasi dengan wartawan media cetak, media elektronik, dan media online terkait pelaksanaan tahapan penyelenggaraan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Provinsi Kalimantan Timur 2018, Ketua KPU Bontang memaparkan beberapa tahapan pemilu yang sedang berlangsung saat ini. KPU Bontang sedang melaksanakan proses penataan daerah pemilihan dan alokasi kursi DPRD Bontang. “Data Agregat Kependudukan (DAK) semester ke-II sudah saya terima dan jumlah penduduk Bontang yang terdata di Mendagri tetap sebanyak 174.292, sehingga alokasi kursi dewan masih tetap 25 kursi,” jelas Suardi di Ruang Rapat KPU Bontang, Jumat (22/12) kemarin.

Januari mendatang, Suardi mengatakan, sudah masuk tahapan pencalonan calon gubernur dan wakil gubernur. Tetapi pendaftaran pencalonan dilakukan di KPU Provinsi Kaltim.

Sementara itu, Komisioner KPU Bontang Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Iffa Rosita mengatakan peran media dalam menghadapi pilkada mendatang sangat penting. Karena apa yang disampaikan media dan sampai ke tangan pembaca akan berpengaruh ke hasil pemilu. Sehingga ketika yang disampaikan tidak bagus tentu tidak akan menjadi perbaikan bagi KPU. “Media ini sangat berdampak luar biasa juga bagi pemerintahan selanjutnya dari hasil pemilu itu,” ujarnya.

Dijelaskan Iffa, peran pers dalam pilkada cukup penting. Pasalnya, pers atau media dapat menjadi arena kontestasi politik dan pembentukan opini publik yang sehat. Media juga menjadi arena interaksi dan konstruksi kesadaran tentang demokrasi di aras lokal. Iffa juga menyatakan bahwa pers bisa menjadi instrumen representasi kepentingan publik. “Selain itu, pers juga bisa sebagai sarana sosialisasi dan pendidikan politik kepada masyarakat,” kata dia

Hal tersebut mengingat angka partisipasi masyarakat di momen pilkada sebelumnya yang hanya mencapai 64,38 persen dari target nasional sebesar 70 persen. Sementara capaian partisipasi atau suara yang belum sesuai target itu disebabkan masih banyaknya masyarakat yang memilih golput hingga mencapai 35,62 persen. Padahal di tahun 2014, partisipasi masyarakat masih tinggi hingga mencapai 72,42 persen. “Jadi kami sangat berharap agar media dapat mengubah mindset masyarakat untuk tidak golput lagi,” imbuh dia.

Golput yang terjadi pada momen pilkada pun dengan berbagai jenis alasan. Iffa merincikan di antaranya masyarakat yang tidak tahu ada pemilihan padahal KPU gencar melakukan sosialisasi. Ada juga yang tahu, tetapi dengan sengaja tidak datang mencoblos. Selain itu, ada golput yang tahu dan datang mencoblos tetapi semua paslon dicoblos hingga menyebabkan golput. Ada juga beberapa masyarakat yang belum terdaftar dan tidak mendapat surat pemberitahuan. “Padahal bagi mereka yang tidak terdaftar bisa menunjukkan KTP-el atau surat keterangan (suket, Red),” terangnya.

Tak hanya itu, Iffa mengatakan banyak dari masyarakat yang memilih golput karena kecewa atau tidak percaya kepada calon atau peserta pemilu. Terdapat juga para mahasiswa yang kuliah di luar Bontang, serta data pemilih yang tidak sinkron, misalnya pemilih sudah meninggal atau pindah tetapi belum cabut berkas. “Untuk menghilangkan pemilih golput, kami pun melakukan beberapa upaya dengan berbagai sosialisasi. Mudah-mudahan bisa berdampak positif khususnya bagi penyelenggaraan pemilu agar partisipasi masyarakat bisa tembus 80 persen,” pungkasnya. (mga)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 18:48

Siapkan 400 Ha untuk Lahan Kilang

  BONTANG – Usai perjanjian kerja sama antara Pertamina dengan…

Kamis, 13 Desember 2018 18:45

PENTING!!! Tak Rekam KTP-El, Data Kependudukan Diblokir

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

Kamis, 13 Desember 2018 18:43

Billboard Semrawut karena Gratis Pajak

BONTANG – Banyaknya papan iklan atau billboard yang terpasang di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:41

Kawasan Tertib Lalu Lintas Diperluas

BONTANG – Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) diperluas melalui Peraturan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:55

Jumlah DPT Berkurang 250 Suara

BONTANG – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Bontang untuk Pemilu 2019…

Rabu, 12 Desember 2018 19:54

Pemkot Diminta Siapkan Lapangan Kerja

“Saat ini lapangan pekerjaan begitu sulit. Dengan memberikan lapangan pekerjaan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:53

Pastikan KTP-el Rusak Tak Tercecer

BONTANG – Maraknya pemberitaan mengenai penemuan blanko Kartu Tanda Penduduk…

Rabu, 12 Desember 2018 19:52

Perda RTRW Molor Lagi

BONTANG – Pengesahan raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) molor…

Rabu, 12 Desember 2018 19:50
Info CPNS

Tahap Akhir Seleksi CPNS Bontang

BONTANG – Pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) rampung dilaksanakan,…

Selasa, 11 Desember 2018 18:32

YES..!! Kilang GRR Dibangun 2020

BONTANG – Pembangunan proyek kilang grass root refinery (GRR) atau…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .