MANAGED BY:
KAMIS
18 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | PEMKOT | BENUA KUTIM | OLAHRAGA | ZETIZEN | SOCIETY & LENSA
Senin, 08 Januari 2018 19:21
HIV/AIDS: Ujian atau Azab
Oleh: Dian Eliasari, S.Km Pendidik

PROKAL.CO, Oleh:

 Dian Eliasari, S.Km

Pendidik

Judul unik di atas terinspirasi dari pertanyaan salah seorang peserta sarasehan yang berjudul selamatkan generasi dari HIV/AIDS yang diadakan oleh Forum Muslimah Peduli Remaja. Menariknya, penanya merupakan siswi yang masih duduk di bangku sekolah, namun mampu mengeluarkan pertanyaan yang luar biasa sebagai bentuk kepeduliannya terhadap masalah HIV/AIDS yang terus meningkat.

HIV/AIDS merupakan AIDS adalah “singkatan dari Acquired Immune Definsiency Syndreome, yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus yang merusak sistem kekebalan tubuh manusia. Sehingga manusia dapat meninggal bukan semata-mata oleh virus HIV, melainkan oleh penyakit lain yang sebenarnya bisa ditolak seandainya daya tahan tubuh tidak rusak, sedangkan HIV adalah nama Virus menyebabkan AIDS atau disebut Human Immunodeficiency Virus”.

Melihat perkembangan penyakit HIV/AIDS dari tahun ke tahun memang sangat memprihatinkan, karena setiap tahunnya mengalami peningkatan. Dan ini terjadi di seluruh dunia, kota-kota besar dan sampai daerah-daerah di seluruh Indonesia. Tercatat saat ini penderita HIV/AIDS di seluruh dunia menembus angka 38 juta jiwa dan kemungkinan bisa bertambah.

Kasus AIDS di Indonesia ditemukan pertama kali pada tahun 1987 di Bali. Sampai September 2015, kasus AIDS tersebar di 381 (77 persen) dari 498 kabupaten/kota di seluruh provinsi di Indonesia. Wilayah pertama kali ditemukan adanya kasus AIDS adalah Provinsi Bali. Sedangkan yang terakhir melaporkan adalah Provinsi Sulawesi Barat pada tahun 2011. Sampai pada tahun 2016, sudah ada 7.146 kasus orang kena HIV/AIDS dimana 19,8 persennya atau 1.414 adalah remaja usia 15 – 24 tahun.

Untuk daerah Bontang juga tak luput dari kasus HIV/AIDS bahkan termasuk tinggi karena berdasarkan data dari Komunitas Peduli Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Bontang, jumlah penderita HIV/AIDS di Bontang kini berada di angka 278 orang.

Ironisnya, jika penderita HIV/AIDS yang dulunya hanya terbatas pada kalangan PSK ataupun ibu rumah tangga, kini merambah ke kalangan Remaja yang bahkan masih usia sekolah. Ironisnya, secara konsisten terus bertambah, jumlah kasus AIDS tertinggi terjadi pada kelompok usia 20 sampai 29 tahun (usia produktif) yang mengindikasikan mereka telah terinfeksi HIV sejak 3 hingga 10 tahun sebelumnya, di mana saat itu mereka masih pada tahap remaja awal.

Budaya Sekuler Melahirkan Masyarakat Hedonis

Sekuler ialah pemisahan agama dari kehidupan. Sehingga kehidupan sehari-hari tidak diatur berdasarkan aturan Islam. Kalaupun ada hanya terbatas pada aturan tertentu saja seperti shalat, puasa, dan ibadah khusus lainnya. Sedangkan dalam kehidupan secara umum seperti pergaulan, ekonomi, politik tidak menggunakan aturan Islam melainkan aturan (hukum) buatan manusia. Selain itu, ditambah lagi dengan adanya jaminan Hak Asasi Manusia yang menjamin terpenuhinya kebebasan individu secara mutlak. Akhirnya lahirlah generasi hedonis, yaitu orang yang hidupnya hanya untuk mencari “kesenangan” atau kepuasan sesaat sesuai dengan kemaunannya.

Hal ini semakin nyata dengan Maraknya peredaran narkoba dengan berbagai jenisnya mulai dari yang ringan dan murah sampai yang mahal, maraknya LGBT, serta bertebarannya tempat-tempat prostitusi, terutama yang difasilitasi dan dilindungi secara hukum, media (cetak dan elektonik) yang memicu terjadinya seks bebas, belum lagi budaya pacaran yang berujung pada seks bebas yang tidak terhitung jumlahnya, akhirnya bermunculan berbagai jenis penyakit kelamin yang mematikan, termasuk HIV/AIDS

Di Indonesia penyebaran virus HIV/AIDS terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu melalui seks bebas dan pengguna narkotika suntik (penasun), sebagai perantara utama dan terbesar penularan virus HIV/AIDS. Faktanya saat ini seks bebas dan narkoba semakin meningkat dan mengkhawatirkan, terutama bagi Remaja yang sedang dalam masa pencarian jati diri dan cenderung suka mencoba hal-hal baru dan menantang, serta tanpa dibekali dengan ilmu dan keimanan akan mudah terpengaruh oleh lingkungan yang rusak. Maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) dan prilaku LGBT juga menjadi salah satu penyebab semakin meningkatnya kasus HIV/AIDS. Jika dibiarkan terus berlanjut, maka jangan heran jika 10-20 tahun mendatang, Indonesia akan mengalami fenomena lost generation. (kumparan.com/agustus 2017)

Solusi Mengakar

Selama ini sudah banyak usaha yang dilakukan oleh pemerintah serta LSM untuk mengatasi masalah HIV/AIDS, tapi rupanya usaha itu belumlah optimal karena masih lebih fokus menangani pencegahan penyakit menular seksual (PMS) saja belum memperhatikan akar masalah utama penyebab HIV/AIDS yaitu perilaku pergaulan bebas. Misalnya saja program ABC, A adalah abstinentia, artinya tidak melakukan hubungan seks sebelum nikah. B adalah be faithful, artinya jika sudah menikah hanya berhubungan seks dengan pasangannya saja. C adalah condom, artinya jika memang cara A dan B tidak bisa dipatuhi maka harus digunakan alat pencegahan dengan menggunakan kondom, namun setelah diteliti ternyata kondom tidak mampu mencegah penularan virus HIV/AIDS. Sehingga solusi yang diberikan justru masih memberi peluang maraknya pergaulan bebas dan pada akhirnya meningkatkan resiko HIV/AIDS.

Dalam Islam, upaya menyelesaikan masalah HIV/AIDS dapat dilakukan dari aspek preventif (pencegahan) dan kuratif (pengobatan). Upaya preventif (pencegahan) dilakukan dengan pendekatan:

  1. Pendidikan di dalam keluarga dan sekolah untuk membentuk keimanan serta kepribadian  individu sehingga mampu memilih perilaku yang benar dan salah serta baik dan buruk dalam pandangan Islam.
  2. Masyarakat yang menjadi sosial kontrol dan peduli terhadap kerusakan yang terjadi di sekitarnya dengan melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
  3. Negara sebagai pelindung dan pengurus masyarakat yang mempunyai kekuasaan penuh untuk mengatur hal-hal menjadi pemicu pergaulan bebas yang berupa pornografi dan pornoaksi di berbagai media, Tempat Hiburan Malam, serta Tempat-tempat prostitusi. Mengatur sistem pergaulan dalam masyarakat dengan menggunakan aturan islam, Serta menetapkan sanksi yang tegas bagi pelanggarnya.

Sedangkan upaya kuratif (pengobatan) dilakukan dengan memisahkan (karantina) penderita HIV/AIDS dari masyarakat umum untuk mendapatkan pengobatan khusus dan mendapatkan bimbingan serta motivasi agar mempunyai semangat dan motivasi hidup. Namun bukan berarti mengucilkan penderita tersebut.

Akan tetapi, apabila upaya preventif dilakukan secara maksimal, insya Allah akan mengurangi jumlah penyakit HIV/AIDS. Karena bisa jadi keberadaan HIV/AIDS yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya merupakan salah satu teguran dari Allah SWT karena kelalaian manusia yang semakin jauh dari aturannya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-A’raaf ayat 96 yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (*)


BACA JUGA

Jumat, 05 Januari 2018 00:05

Susahnya Mahasiswa Jaman Now

Oleh: Nur 'Aini Mahasiswi Jurusan Tarbiya Prodi PAI   Ketika harga cabe naik, solusi yang ditawarkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 23:06

“Zaman Now VS Zaman Batu”

Oleh: Nur’Amal Guru Al-Quran Cahaya Fikri Bontang Polemik negeri ini kian hari semakin melemahkan…

Sabtu, 23 Desember 2017 00:01

Selamat Hari Ibu

Catatan  Oleh: Lisnawati Ketua Kohati Badko Kaltimtara SUATU budaya patriarki, banyak beranggapan…

Jumat, 08 Desember 2017 00:38

Pentingnya MCU bagi Karyawan

Penulis: Dr Yunita Kabid Pelayanan RS Amalia   Medical Check Up (MCU) adalah pemeriksaan kesehatan…

Jumat, 01 Desember 2017 01:06

Fokus COP23: Tekan Jumlah Emisi Berarti Menekan Gas Rumah Kaca

Efek rumah kaca yang menjadi pokok utama bahasan pertemuan COP23 tidak lepas dari kacamata Sofyan Hasdam…

Jumat, 01 Desember 2017 01:01

Terima Kasih, Guru

Oleh: N Yahya Yabo  Sejati dalam pekerjaan yang paling mulia dan berjasa adalah guru. Pintu gerbang…

Kamis, 30 November 2017 00:18

Mengapa COP21 Lebih Populer dan Pengaruh Kemenangan Donal Trump

Banyak konsep telah dirumuskan di setiap pertemuan COP. Tapi menurut Sofyan Hasdam yang dijabarkan dalam…

Rabu, 29 November 2017 01:08

Catatan dr H Sofyan Hasdam Sps, Tentang COP23 di Bonn, Jerman (1)

Berkesempatan mengikuti pertemuan Conference of The Parties(COP) to The United Nations Framework Convention…

Rabu, 29 November 2017 01:04

Banjir Kota Bontang sebagai Bahan Refleksi Implementasi Pendidikan Lingkungan

Oleh:  Suyanik, M.Pd Guru SMAN 1 Bontang Jl. DI Panjaitan Gg Piano 11 No  59 Bontang …

Minggu, 19 November 2017 00:23

Menyelami Makna Dibalik Peristiwa

PENULIS: Nurul Inayah, SEI Tenaga Kontrak Kementerian Agama Kota Bontang  Keberhasilan dakwah tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .