MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 09 Januari 2018 00:19
Kejaksaan Tunggu Jadwal Sidang

Soal Banding Lukman dan Rahman

Ilustrasi

PROKAL.CO, SANGATTA - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sangatta menyatakan siap menghadapi banding yang dilayangkan terdakwa kasus penyetopan operasi tambang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Lukman dan Rahman. Sebagai bentuk kesiapan, kejaksaan akan menyiapkan eksepsi atas nota banding yang diajukan kedua terdakwa.

Pernyataan itu disampaikan Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Sangatta Amanda SH, saat ditanya kesiapan kejaksaan atas banding yang dilayangkan Lukman dan Rahman.

“Tentang banding yang diajukan Lukman dan Rahman, kami siap saja menghadapinya,” kata Amanda SH, Jumat (5/1).

Namun demikian, lanjut Amanda, hingga saat ini belum ada jadwal sidang banding yang ditetapkan Pengadilan Tinggi Kaltim. Pihak kejaksaan tambah Amanda, dalam posisi menunggu jadwal sidang tersebut.

“Kami menunggu saja, kapan sidang banding digelar. Kami akan siapkan eksepsi untuk menjawab nota banding dua terdakwa tersebut,” ujar Amanda.

Seperti diketahui, Lukman Bin H. Hamba, warga Jalan HM Ardans Bukit Raya RT 001,  Desa Sangatta Selatan dan Rahman Bin Saleh, warga Jalan Poros Sangatta-Bontang RT 004, Desa Sangatta Selatan, divonis lima bulan kurungan penjara oleh Pengadilan Negeri Sangatta, pada Kamis, (16/11) 2017 lalu.

Keduanya dinyatakan terbukti bersalah, melakukan tindak pidana merintangi kegiatan usaha pertambangan yang sah dari pemegang PKP2B KPC, sebagaimana tertuang dalam pasal 136 ayat (2) UURI No. 4 Tahun 2009, tentang pertambangan mineral dan batubara.

Dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Tornado Edmawan, SH. HM serta Muhammad Riduansyah SH, dan Alfian Wahyu Pratama SH MH sebagai Hakim Anggota, Lukman dan Rahman juga dibebankan biaya perkara sebesar Rp 2.000. Namun, Lukman dan Rahman tidak menerima putusan tersebut dan telah menyatakan banding.

Seperti diketahui, Lukman dan Rahman awalnya dilaporkan KPC ke Polres Kutai Timur, karena melakukan blokade tambang Pinang South, di daerah Swarga Bara, Sangatta Utara, Kutai Timur. KPC pun  melaporkan kedua terdakwa itu karena mem-blokade lahan yang telah dibebaskan, pada tahun 2009-2012, kepada Kelompok Tani Karet Lestari dan perorangan, yang semuanya berjumlah 47 orang. Dokumen-dokumen pembebasan tersebut ditandatangani oleh penerima uang pembebasan, kepala dan perangkat desa, camat serta pihak-pihak lain sebagai saksi pembebasan.(ver)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 00:28
Info CPNS

Jadwal Tes CPNS Mundur?

  SANGATTA - Banyaknya pengakuan masyarakat yang dibingungkan dengan informasi yang beredar, perihal…

Kamis, 20 September 2018 00:28
Rubela

Penderita MR Tak Terdata

SANGATTA - Tak ada data pasti jumlah penderita penyakit campak dan rubella (MR) di Kutim. Namun, Dinas…

Kamis, 20 September 2018 00:28

Cari DPO Penganiayaan, Dapat Pengedar Sabu

SANGATTA – Pihak kepolisian Kutim berniat mencari Daftar Pencarian Orang (DPO) tersangka penganiayaan,…

Kamis, 20 September 2018 00:28

RAPBD Perubahan Rp 4,02 T

SANGATTA - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Perubahan Kabupaten Kutim Tahun…

Kamis, 20 September 2018 00:28

18 Ribu Data Hukum Tak Terkelola Dengan Baik

SANGATTA - Kabag Hukum Setkab, Waluyo mengatakan, sejak berdirinya Kabupaten Kutim, sedikitnya …

Kamis, 20 September 2018 00:28

DLH Butuh Fakta Indexim

SANGATTA - PT Indexim Coalindo di Kecamatan Kaliorang diklaim sudah menghadap Dinas Lingkungan Hidup…

Kamis, 20 September 2018 00:28
Pemilu 2019

Tidak Pasang Logo dan Nomor Urut, Tak Ditindak

SANGATTA - Sesuai dengan pengamatan di lapangan, hingga saat ini Kutim terpantau tertib dan aman dari…

Rabu, 19 September 2018 00:18
Info CPNS

Lima Kursi untuk Lulusan SLTA

SANGATTA - Kesempatan atau peluang tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi lulusan sekolah lanjutan…

Rabu, 19 September 2018 00:18

80 Persen Warga Kutim Telat Bayar Air

SANGATTA- Kesadaran warga Kutim untuk tepat waktu membayar tagihan air rupanya masih minim. Ternyata,…

Rabu, 19 September 2018 00:18

Beredar Pesan Whatsapp Parasetamol Berbahaya

SANGATTA - Beredarnya informasi melalui broadcast pesan Whatsapp yang menyebut bahwa parasetamol mengandung…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .