MANAGED BY:
RABU
21 NOVEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 14 Januari 2018 00:22
Bayi yang Diduga Difteri Dipulangkan
dr I Gusti Made Suhardika(DOK/BONTANG POST)

PROKAL.CO, ockquote>

“Hasilnya hanya radang tenggorokan saja. Begitu dapat hasil negatif, kami langsung pulangkan karena kondisinya terus membaik,”  dr I Gusti Made Suhardika -- Plt Direktur RSUD Taman Husada

Bayi 18 bulan yang diduga difteri telah dipulangkan oleh petugas medis di RSUD Taman Husada, sejak sepekan lalu. Menurut Plt Direktur RSUD Taman Husada, dr I Gusti Made Suhardika hasil pemeriksaan tenggorokan dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya menunjukkan sang bayi negatif difteri.

“Hasilnya hanya radang tenggorokan saja. Begitu dapat hasil negatif, kami langsung pulangkan karena kondisinya terus membaik,” kata dr Gusti.

Namun pasien tersebut masih wajib melakukan cek kesehatan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi tubuh pasca perawatan.

Pasien telah dirawat di ruang isolasi RSUD Taman Husada sejak 21 Oktober 2017. Diduga terkena difteri setelah melakukan perjalanan dari Samarinda dan Tenggarong beberapa waktu lalu. Bayi tersebut mengalami keluhan seperti demam kendati suhunya tidak terlalu tinggi, nyeri menelan, nyeri di tenggorokan, hingga suara serak, dan pada pemeriksaan klinis ditemukan “membran” di dalam tenggorakannya.

dr Gusti mengimbau kepada masyarakat agar membawa buah hatinya ke fasilitas kesehatan sekitar guna mendapatkan imunisasi. Terutama bagi yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap.

“Kalau sudah imunisasi lengkap kemungkinan kecil terkena difteri, kalaupun terkena hanya ringan saja,” ujarnya.

Sementara itu sisa anti-difteri serum (ADS) yang diminta dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah dikembalikan. Pasalnya, banyak daerah memerlukan anti serum  yang terbuat dari kuda tersebut. Terutama wilayah yang sudah ditetapkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

“Nanti  kalau ada kasus lagi baru bisa minta anti-difteri serum. Tetapi semoga tidak ada kasus lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Kemenkes telah mengirimkan 9 botol ADS, dengan rincian 3 botol untuk Kota Bontang dan 6 botol bagi Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Terjadi perbedaan karena jumlah suspect difteri di Bontang lebih sedikit ketimbang Kutim. (*/ak)


BACA JUGA

Selasa, 20 November 2018 19:27

Pengidap HIV dan AIDS Menurun

BONTANG – Jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA selama setahun terakhir…

Selasa, 20 November 2018 19:24

Ini 16 Rekomendasi Bebas Banjir

BONTANG – Pansus Banjir DPRD menyelesaikan masa tugasnya. Pasalnya, Senin…

Senin, 19 November 2018 19:51

Gemetar Dapat Sepeda Motor

  GEMETAR dan terharu. Itulah ekspresi Fillia Afrida saat nomor…

Senin, 19 November 2018 19:49

Jalan Sehat Bontang Post Bertabur Hadiah

BONTANG – Ribuan masyarakat Kota Taman antusias mengikuti kegiatan Jalan…

Senin, 19 November 2018 19:47

Empat Tenaga Kerja Asing Ilegal Dipulangkan, Sebelumnya Kerja di PLTU di Bontang

BONTANG – Sebanyak empat tenaga kerja asing (TKA) ilegal di…

Senin, 19 November 2018 19:45
Info CPNS

Tes CPNS Diusulkan Ranking

BONTANG – Hasil tes CPNS tahapan seleksi kompetensi dasar (SKD)…

Senin, 19 November 2018 19:43

Kota Taman Menunggu Hasil Penilaian Adipura

BONTANG – Penghargaan Adipura tinggal menunggu hasil penilaian dari Kementerian…

Senin, 19 November 2018 09:01

Kota Taman Menunggu Hasil Penilaian Adipura

BONTANG – Penghargaan Adipura tinggal menunggu hasil penilaian dari Kementerian…

Senin, 19 November 2018 08:59

Aeromodelling Dimainkan di Bontang

 BONTANG – Bontang  mendapat tambahan jatah lokasi venue untuk Pekan…

Sabtu, 17 November 2018 19:36
Info CPNS

Dewan Sebut Seleksi CPNS Gagal

BONTANG -  Hasil seleksi kompetensi dasar (SKD) CPNS jauh dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .