MANAGED BY:
RABU
23 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 06 Februari 2018 20:23
ASN, Istri atau Suami Boleh Kampanye

Dilarang Pakai Atribut, Harus Ajukan Cuti

(foto Agus Susanto/ Dok bontang post)

PROKAL.CO, BONTANG – Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan istri atau suami dari calon kepala daerah yang ikut bertarung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 ini diperbolehkan untuk mengikuti kampanye. Tetapi, mereka harus mengajukan cuti dan dengan berbagai aturan lainnya seperti tidak menggunakan atribut ASN.

Aturan itu diperbolehkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abnan Abrur yang tertuang dalam Surat Edaran Menpan-RB nomor B/36/M.SM.00.00/2018 tertanggal 2 Februari 2018.  “Benar aturannya baru keluar tanggal 2 Februari, dan kami baru terima kemarin (Minggu 4/2 lalu),” jelas ketua Panwaslu Bontang, Agus Susanto, Senin (5/2) kemarin.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan Agus bahwa pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif tahun 2019, dan pemilihan presiden tahun 2019 dimungkinkan dalam pelaksanaannya terdapat suami atau istri berstatus sebagai ASN yang akan mendampingi calon kepala daerah/wakil kepala daerah, calon legislatif, dan calon presiden/wakil presiden.

Maka dari itu, bagi ASN yang suami atau istrinya menjadi calon kepala daerah, calon anggota legislatif, dan calon presiden/wakil presiden dapat mendampingi suami atau istrinya selama tahapan penyelenggara Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres 2019. “Baik itu mendampingi saat pendaftaran di KPU maupun pada saat pengenalan kepada pers atau masyarakat,” ujarnya

Selain itu, lanjut dia, bisa menghadiri kegiatan kampanye yang dilakukan suami atau istrinya. Namun perlu digarisbawahi bahwa ASN tersebut tidak boleh terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kampanye tersebut dan tidak menggunakan atribut instansinya, atribut partai politik, atau atribut calon kepada daerah/wakil kepala daerah.

Berfoto bersama pun dibolehkan, tetapi Agus menegaskan agar jangan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan atau dukungan. “Yang terpenting ialah, ASN tersebut wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara,” tegasnya.

Jika ASN tersebut masih tidak mematuhi ketentuan tersebut, Agus menyebut ada sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun demikian, jika ASN bukan merupakan suami atau istri calon kepala daerah atau wakil kepala daerah maka ketentuan netralitas tetap berlaku. Termasuk dilarang menghadiri momen kampanye meskipun hanya diam dan mendengarkan.

Karena dengan aturan ASN saat ini, Agus menyebut bahwa kehadiran ASN di momen kampanye bisa berpotensi melanggar aturan. Jika alasannya untuk mengetahui visi misi calon kepala daerah, maka disarankan untuk membacanya di media. “Lebih baik tidak usah hadir, karena dikhawatirkan netralitas PNS tersebut diragukan,” ungkapnya.

Sebab, pelanggaran tersebut terdapat dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Karena di sana tertulis jelas bahwa dalam kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah, ASN, anggota Polri, juga TNI, dan kepala desa atau lurah, serta perangkat desa lain atau perangkat kelurahan. “Makanya sebaiknya tidak usah hadir, untuk menjaga netralitas ASN,” tukasnya. (mga)


BACA JUGA

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Dilempar Kembang Api, Gudang Terbakar

BONTANG – Peristiwa ini patut menjadi perhatian para orang tua agar lebih jeli mengawasi anaknya…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Waspada Peredaran Uang Palsu

BONTANG – Di Bulan Ramadan, pergerakan uang sangatlah cepat. Tingkat jual beli pun cenderung meningkat.…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Amankan 4 Poket Sabu, Pemadat Ditangkap di Prakla

BONTANG – Sebanyak 4 poket narkotika jenis sabu dengan berat 1 gram ditemukan di kantong seorang…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

THR Wajib Diberikan H-7 Lebaran

BONTANG – Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja atau buruh sudah merupakan tradisi…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Ternyata Ini Penyebab Pipa Jargas Bocor

BONTANG – Penyebab kebocoran dan ledakan jaringan pipa gas (jargas) induk di trotoar Jalan Brigjen…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Proyek PLTU Pekerjakan 44 TKA

BONTANG – Dipastikan jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di proyek PLTU berkapasitas…

Selasa, 22 Mei 2018 19:27
Jargas

Jargas Bocor, Trotoar Meledak, Bocah Lima Tahun Terkena Percikan Api

BONTANG – Ditengah aktivitas menjalankan ibadah puasa, warga kawasan simpang tiga Jalan Brigadir…

Selasa, 22 Mei 2018 19:24

Sidak Bocor, Tenaga Kerja Asing Kabur

BONTANG – Alih-alih mau memastikan jumlah tenaga kerja asing (TKA) di proyek pembangunan PLTU…

Selasa, 22 Mei 2018 19:23

Harga Ayam Kembali Normal

BONTANG – Meski sempat naik tinggi, kini harga ayam potong di pasaran kembali normal. Jika sebelum…

Selasa, 22 Mei 2018 19:22

Bukannya Beribadah Malah Cuti Kotak Amal untuk Mabuk-mabukan

BONTANG – Untuk memenuhi keinginan mabuk-mabukan dua remaja di bawah umur nekat mencuri kotak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .