MANAGED BY:
MINGGU
25 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 06 Februari 2018 20:23
ASN, Istri atau Suami Boleh Kampanye

Dilarang Pakai Atribut, Harus Ajukan Cuti

(foto Agus Susanto/ Dok bontang post)

PROKAL.CO, BONTANG – Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan istri atau suami dari calon kepala daerah yang ikut bertarung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 ini diperbolehkan untuk mengikuti kampanye. Tetapi, mereka harus mengajukan cuti dan dengan berbagai aturan lainnya seperti tidak menggunakan atribut ASN.

Aturan itu diperbolehkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abnan Abrur yang tertuang dalam Surat Edaran Menpan-RB nomor B/36/M.SM.00.00/2018 tertanggal 2 Februari 2018.  “Benar aturannya baru keluar tanggal 2 Februari, dan kami baru terima kemarin (Minggu 4/2 lalu),” jelas ketua Panwaslu Bontang, Agus Susanto, Senin (5/2) kemarin.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan Agus bahwa pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif tahun 2019, dan pemilihan presiden tahun 2019 dimungkinkan dalam pelaksanaannya terdapat suami atau istri berstatus sebagai ASN yang akan mendampingi calon kepala daerah/wakil kepala daerah, calon legislatif, dan calon presiden/wakil presiden.

Maka dari itu, bagi ASN yang suami atau istrinya menjadi calon kepala daerah, calon anggota legislatif, dan calon presiden/wakil presiden dapat mendampingi suami atau istrinya selama tahapan penyelenggara Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres 2019. “Baik itu mendampingi saat pendaftaran di KPU maupun pada saat pengenalan kepada pers atau masyarakat,” ujarnya

Selain itu, lanjut dia, bisa menghadiri kegiatan kampanye yang dilakukan suami atau istrinya. Namun perlu digarisbawahi bahwa ASN tersebut tidak boleh terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kampanye tersebut dan tidak menggunakan atribut instansinya, atribut partai politik, atau atribut calon kepada daerah/wakil kepala daerah.

Berfoto bersama pun dibolehkan, tetapi Agus menegaskan agar jangan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan atau dukungan. “Yang terpenting ialah, ASN tersebut wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara,” tegasnya.

Jika ASN tersebut masih tidak mematuhi ketentuan tersebut, Agus menyebut ada sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun demikian, jika ASN bukan merupakan suami atau istri calon kepala daerah atau wakil kepala daerah maka ketentuan netralitas tetap berlaku. Termasuk dilarang menghadiri momen kampanye meskipun hanya diam dan mendengarkan.

Karena dengan aturan ASN saat ini, Agus menyebut bahwa kehadiran ASN di momen kampanye bisa berpotensi melanggar aturan. Jika alasannya untuk mengetahui visi misi calon kepala daerah, maka disarankan untuk membacanya di media. “Lebih baik tidak usah hadir, karena dikhawatirkan netralitas PNS tersebut diragukan,” ungkapnya.

Sebab, pelanggaran tersebut terdapat dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Karena di sana tertulis jelas bahwa dalam kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah, ASN, anggota Polri, juga TNI, dan kepala desa atau lurah, serta perangkat desa lain atau perangkat kelurahan. “Makanya sebaiknya tidak usah hadir, untuk menjaga netralitas ASN,” tukasnya. (mga)


BACA JUGA

Sabtu, 24 Februari 2018 00:33

AKHIRNYA!!! 600 Honorer Bakal Diangkat CPNS

BONTANG –Sebanyak 600 an pegawai Non PNS atau Honorer akan diusulkan sebagai CPNS atau minimal…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:32

PENGUMUMAN!!! Hari Ini, WTP Eks Bhayangkara Shutdown

“Perawatan dilakukan supaya kinerja WTP maksimal dan kualitas pelayanan distribusi aman,”…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:30

Bonceng Anak Tanpa Gunakan Helm, Satlantas Tegur 100 Pengendara

BONTANG – Sebanyak 100 pengendara motor yang kedapatan membonceng anak di bawah umur dengan tidak…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:28

HARUS KERJA KERAS...!! Pilgub Kaltim Hanya Satu Putaran

“Pemenang itu siapa yang tertinggi, hanya DKI Jakarta dengan undang-undang kekhususannya yang…

Jumat, 23 Februari 2018 00:21

Neni Ajukan Dua Rusunawa Lagi

BONTANG – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni kembali mengajukan dua unit Rumah Susun Sederhana…

Jumat, 23 Februari 2018 00:20

Mau Pesta Ganja, Tujuh Pemuda Digerebek

  BONTANG – Sebanyak tujuh orang pemuda yang hendak berpesta ganja diamankan oleh Sat Resnarkoba…

Kamis, 22 Februari 2018 00:44

TNK Akan Update Data Warga Perambah

BONTANG – Taman Nasional Kutai (TNK) akan mendata warga yang sudah merambah wilayah TNK. Hal tersebut,…

Kamis, 22 Februari 2018 00:43

Haru Menghiasi Perpisahan Tersangka dan Keluarga

MESKI sempat dibuat geram dengan perbuatan tersangka yang telah menembak orang utan hingga menyebabkan…

Kamis, 22 Februari 2018 00:42

SADIS!!! Ditembak Bergiliran dan Membabi Buta

BONTANG – Sebanyak 26 adegan rekonstruksi dilakukan oleh empat tersangka penembak orang utan hingga…

Kamis, 22 Februari 2018 00:42

Ini Penyebab Minibus Avanza Ludes Terbakar

BONTANG – Kebakaran minibus Avanza yang terjadi di kilometer 8 Bontang-Samarinda dua hari lalu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .