MANAGED BY:
SELASA
21 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Selasa, 06 Februari 2018 20:23
ASN, Istri atau Suami Boleh Kampanye

Dilarang Pakai Atribut, Harus Ajukan Cuti

(foto Agus Susanto/ Dok bontang post)

PROKAL.CO, BONTANG – Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan istri atau suami dari calon kepala daerah yang ikut bertarung pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim 2018 ini diperbolehkan untuk mengikuti kampanye. Tetapi, mereka harus mengajukan cuti dan dengan berbagai aturan lainnya seperti tidak menggunakan atribut ASN.

Aturan itu diperbolehkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abnan Abrur yang tertuang dalam Surat Edaran Menpan-RB nomor B/36/M.SM.00.00/2018 tertanggal 2 Februari 2018.  “Benar aturannya baru keluar tanggal 2 Februari, dan kami baru terima kemarin (Minggu 4/2 lalu),” jelas ketua Panwaslu Bontang, Agus Susanto, Senin (5/2) kemarin.

Dalam surat edaran tersebut, dijelaskan Agus bahwa pada pelaksanaan Pilkada serentak 2018, pemilihan legislatif tahun 2019, dan pemilihan presiden tahun 2019 dimungkinkan dalam pelaksanaannya terdapat suami atau istri berstatus sebagai ASN yang akan mendampingi calon kepala daerah/wakil kepala daerah, calon legislatif, dan calon presiden/wakil presiden.

Maka dari itu, bagi ASN yang suami atau istrinya menjadi calon kepala daerah, calon anggota legislatif, dan calon presiden/wakil presiden dapat mendampingi suami atau istrinya selama tahapan penyelenggara Pilkada serentak 2018, Pileg 2019, dan Pilpres 2019. “Baik itu mendampingi saat pendaftaran di KPU maupun pada saat pengenalan kepada pers atau masyarakat,” ujarnya

Selain itu, lanjut dia, bisa menghadiri kegiatan kampanye yang dilakukan suami atau istrinya. Namun perlu digarisbawahi bahwa ASN tersebut tidak boleh terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kampanye tersebut dan tidak menggunakan atribut instansinya, atribut partai politik, atau atribut calon kepada daerah/wakil kepala daerah.

Berfoto bersama pun dibolehkan, tetapi Agus menegaskan agar jangan mengikuti simbol tangan atau gerakan yang digunakan sebagai bentuk keberpihakan atau dukungan. “Yang terpenting ialah, ASN tersebut wajib mengambil cuti di luar tanggungan negara,” tegasnya.

Jika ASN tersebut masih tidak mematuhi ketentuan tersebut, Agus menyebut ada sanksi yang diberikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Namun demikian, jika ASN bukan merupakan suami atau istri calon kepala daerah atau wakil kepala daerah maka ketentuan netralitas tetap berlaku. Termasuk dilarang menghadiri momen kampanye meskipun hanya diam dan mendengarkan.

Karena dengan aturan ASN saat ini, Agus menyebut bahwa kehadiran ASN di momen kampanye bisa berpotensi melanggar aturan. Jika alasannya untuk mengetahui visi misi calon kepala daerah, maka disarankan untuk membacanya di media. “Lebih baik tidak usah hadir, karena dikhawatirkan netralitas PNS tersebut diragukan,” ungkapnya.

Sebab, pelanggaran tersebut terdapat dalam Pasal 70 ayat (1) Undang-Undang 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Karena di sana tertulis jelas bahwa dalam kampanye, pasangan calon dilarang melibatkan pejabat badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah, ASN, anggota Polri, juga TNI, dan kepala desa atau lurah, serta perangkat desa lain atau perangkat kelurahan. “Makanya sebaiknya tidak usah hadir, untuk menjaga netralitas ASN,” tukasnya. (mga)


BACA JUGA

Senin, 20 Agustus 2018 20:04

Pencuri Ponsel Dibekuk di Laut

  BONTANG – Pelarian PR (31) sebagai buronan Polres Bontang usai sudah.  Dibantu anggota…

Senin, 20 Agustus 2018 20:02
Kabar Haji 2018

Calhaj Bontang Serahkan Bantuan Korban Gempa Lombok

BONTANG – Meski sedang sibuk mempersiapkan puncak pelaksanaan ibadah haji yang sebentar lagi akan…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

Selambai Bakal Diguyur Rp 50 Miliar

BONTANG – Perbaikan infrastruktur akan kembali diprogramkan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03

Gara-Gara Ini, Dishub Tambah 15 Rambu Lalu Lintas

BONTANG – Gerak cepat dilakukan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang dalam menindaklanjuti…

Minggu, 19 Agustus 2018 00:03
Semarak Hut RI Ke-73

Bentuk Formasi 73, Bentangkan Bendera Raksasa

Upacara bendera 17 Agustus tak melulu harus dilaksanakan di lapangan terbuka. Banyak cara yang bisa…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:05
Semarak Hut RI Ke-73

Upacara 17 Agustus Berlangsung Khidmat

  BONTANG – Peringatan HUT ke-73 Republik Indonesia dilaksanakan dengan upacara pengibaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:04
Semarak Hut RI Ke-73

Paskibra Lega, Tugasnya Usai

BONTANG – Tugas para anggota Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) Bontang telah usai. Mereka pun…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:03

Lapas Bontang Akan Dibangun Sumur

BONTANG – Lapas Kelas III Bontang akan dibangunkan sumur air bawah tanah oleh Pemkot Bontang.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 00:03
Semarak Hut RI Ke-73

Nekat “Hijrah” ke Bontang, Bercita-Cita Jadi Tentara

Perjuangan hidup Ade Ruswanto tak seperti teman sebayanya. Kondisi ekonomi orang tuanya yang kurang…

Jumat, 17 Agustus 2018 00:48
Awang Long, Sang Pahlawan Kaltim

Tak Dikenal, Hanya Dianggap Nama Jalan

BONTANG menjadi salah satu daerah di Kaltim yang salah satu jalannya diberi nama Jalan Awang Long. Jalan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .