MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 12 Februari 2018 00:02
Habitat Asli Orang Utan Banyak Dirampas Perkebunan Sawit

2.930 Jumlah Orang Utan di Kaltim

TANGKAP: Ini merupakan orang utan di TNK yang tertangkap kamera sedang bermain di atas pohon.(ist)

PROKAL.CO, SANGATTA - Dari data Forum Orang Utan Indonesia (Forina) berdasarkan hasil Population Habitat and Viability Analysis (PAVA) menyatakan, terdapat  2.930 jumlah orang utan yang tersebar di Kaltim.

Khusus di Taman Nasional Kutai (TNK), berdasarkan inventarisasi balai TNK tahun 2017 ialah sebanyak 1.931 individu orang utan.

Hal ini terkuak dari hasil siaran pers Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terkait kematian orang utan di Teluk Pandan,  Kecamatan Teluk Pandan,  Kutim.

Dikuak lebih mendalam, data Forina terbaru 2017 ini menyatakan, jika 279.359 hektar  dari 3.447.230 hektar perkebunan sawit yang dikelola oleh 322 perusahaan sebelumnya merupakan habitat asli orang utan.

Artinya,  sebanyak delapan persen habitat hewan dilindungi tersebut Dirampas oleh perusahaan atau perkebunan sawit. 

"Datanya seperti itu yang kami dapat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),  Encek Achmad Rafiddin Rizal.

Melihat data di atas, tentu saja keberadaan orang utan kian terancam atas pembukaan lahan yang kian frontal. Habitatnya mulai tergusur. 

Satu satunya wadah aman ialah TNK. Namun faktanya, TNK ikut terjarah. Tak sedikit orang utan mati di kawasan TNK.  Mulai ditembak,  dijerat,  dan terbakar.

"Jika melihat data, orang utan di Kaltim khususnya di Kutim masih terbilang banyak. Untuk itu,  perlu perhatian khusus dalam  menanganinya. Jangan sampai terulang kembali kasus pembunuhan orang utan," kata Rizal.

Untuk mengantisipasi keburukan yang terjadi,  semua pihak kompak membentuk tim pencegahan pembunuhan orang utan.

Diantara upayanya ialah melakukan  patroli,  menggelar sosialisasi penghalauan serta perlindungan dan penyelamatan orang utan.

"Jika ditemukan potensi  mengancam hewan yang dilindungi termasuk orang utan maka segera laporkan," pinta Rizal.

Rizal meminta semua jenis pelanggaran yang dilakukan  mendapatkan sanksi yang berat.  Hal ini untuk menekan jumlah pelanggaran akan datang.

Jelas dalam aturan bagi mereka yang melanggar diancam hukuman yang cukup berat.  Sebab aturan sudah menegaskan secara gamblang larangan tersebut.

Seperti pada pasal 1 angka 5 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistem, 

Kemudian pasal  4 ayat 2 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan pasal 21 ayat 2. 

Dijelaskan, setiap orang dilarang menangkap,  melukai,  membunuh,  menyimpan,  memiliki,  memelihara,  mengangkut,  dan memperniagakan satwa yang dilindungi.

"Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5  tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00," tegasnya. (dy)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 00:15
Pemilu 2019

Bawaslu Pastikan Semua Warga Kutim Masuk DPT

SANGATTA – Bawaslu Kaltim dan Kutim melakukan kunjungan ke warga yang belum terdaftar dalam Daftar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 21:05
Info CPNS

Guru Honorer Galau, Ini Sebabnya

SANGATTA – Tenaga guru honorer di Kutim tengah galau. Terutama yang berusia di atas 35 tahun.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Pasangan Kutim Menuju Duta Wisata Indonesia

SANGATTA – Perjuangan Muhammad Shiddiq berbuah manis. Mewakili Kutim bersama Uci Zahra Fani, keduanya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04
Info CPNS

Hari Ini, Terakhir Pengembalian Berkas

SANGATTA – Pengembalian berkas tes CPNS ditutup hari ini. Jadwal itu sejatinya diperpanjang mengingat…

Jumat, 19 Oktober 2018 18:59
info CPNS

Ratusan Peserta Tak Kembalikan Berkas

SANGATTA - Batas waktu pemberkasan yang diberikan pihak administrasi telah selesai. Sekira 400 pendaftar…

Jumat, 19 Oktober 2018 18:56

PT AE Diduga Gelapkan Uang Karyawan

SANGATTA - Perusahaan PT Anugerah Energytama yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit di Kecamatan…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:05

600 Pedagang Lama Jadi Prioritas di Pasar Ini

SANGATTA - Upaya pemerintah untuk menarik minat belanja masyarakat Kutim, yaitu dengan memperluas Pasar…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:05

PIS Diperluas, Bupati Peletakan Batu Pertama

PEMKAB Kutim tengah melakukan perluasan Pasar Induk Sangatta (PIS) di Jalan Ilham Maulana, Kelurahan…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:04

SABAR AJA..!! Kasus TK2D Masih Panjang

SANGATTA -  Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) belum surut permasalahannya. Status hukumnya yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 00:03

Ketiga Kalinya, Kutim Berhasil Raih WTP

  SANGATTA - Kembali, Kutim meraih penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .