MANAGED BY:
MINGGU
27 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 12 Februari 2018 00:02
Habitat Asli Orang Utan Banyak Dirampas Perkebunan Sawit

2.930 Jumlah Orang Utan di Kaltim

TANGKAP: Ini merupakan orang utan di TNK yang tertangkap kamera sedang bermain di atas pohon.(ist)

PROKAL.CO, SANGATTA - Dari data Forum Orang Utan Indonesia (Forina) berdasarkan hasil Population Habitat and Viability Analysis (PAVA) menyatakan, terdapat  2.930 jumlah orang utan yang tersebar di Kaltim.

Khusus di Taman Nasional Kutai (TNK), berdasarkan inventarisasi balai TNK tahun 2017 ialah sebanyak 1.931 individu orang utan.

Hal ini terkuak dari hasil siaran pers Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terkait kematian orang utan di Teluk Pandan,  Kecamatan Teluk Pandan,  Kutim.

Dikuak lebih mendalam, data Forina terbaru 2017 ini menyatakan, jika 279.359 hektar  dari 3.447.230 hektar perkebunan sawit yang dikelola oleh 322 perusahaan sebelumnya merupakan habitat asli orang utan.

Artinya,  sebanyak delapan persen habitat hewan dilindungi tersebut Dirampas oleh perusahaan atau perkebunan sawit. 

"Datanya seperti itu yang kami dapat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),  Encek Achmad Rafiddin Rizal.

Melihat data di atas, tentu saja keberadaan orang utan kian terancam atas pembukaan lahan yang kian frontal. Habitatnya mulai tergusur. 

Satu satunya wadah aman ialah TNK. Namun faktanya, TNK ikut terjarah. Tak sedikit orang utan mati di kawasan TNK.  Mulai ditembak,  dijerat,  dan terbakar.

"Jika melihat data, orang utan di Kaltim khususnya di Kutim masih terbilang banyak. Untuk itu,  perlu perhatian khusus dalam  menanganinya. Jangan sampai terulang kembali kasus pembunuhan orang utan," kata Rizal.

Untuk mengantisipasi keburukan yang terjadi,  semua pihak kompak membentuk tim pencegahan pembunuhan orang utan.

Diantara upayanya ialah melakukan  patroli,  menggelar sosialisasi penghalauan serta perlindungan dan penyelamatan orang utan.

"Jika ditemukan potensi  mengancam hewan yang dilindungi termasuk orang utan maka segera laporkan," pinta Rizal.

Rizal meminta semua jenis pelanggaran yang dilakukan  mendapatkan sanksi yang berat.  Hal ini untuk menekan jumlah pelanggaran akan datang.

Jelas dalam aturan bagi mereka yang melanggar diancam hukuman yang cukup berat.  Sebab aturan sudah menegaskan secara gamblang larangan tersebut.

Seperti pada pasal 1 angka 5 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistem, 

Kemudian pasal  4 ayat 2 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan pasal 21 ayat 2. 

Dijelaskan, setiap orang dilarang menangkap,  melukai,  membunuh,  menyimpan,  memiliki,  memelihara,  mengangkut,  dan memperniagakan satwa yang dilindungi.

"Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5  tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00," tegasnya. (dy)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

YA AMPUN..!! RSUD Sangkulirang Krisis Obat, Warga Disuruh Tebus di Luar

 SANGATTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang dikabarkan krisis persedian obat-obatan. …

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Lamban, Sekwan Khawatir Pembahasan Perda Sarang Walet Molor

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang meminta Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten (Setkab) agar…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Pilgub Kaltim 2018

Pemilih Pemula Harus Paham Porsi

SANGATTA - Panwaslu Kabupaten Kutai Timur mensosialisasikan  pengawasan pemilu kepada pemilih pemula,…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

BKPP Keker ASN yang Sebarkan Ujaran Kebencian

SANGATTA - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, mengaku belum menerima surat resmi…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Ramadan, Volume Sampah Meningkat, Sehari Naik 239 Meter Kubik

  SANGATTA - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengaku volume…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Sempat 'Panas' Soal Program Pelayanan Akta, RSUD-Capil Kini Mesra

SANGATTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Rabu, 23 Mei 2018 22:55
Pemkab Kutim

TSIB Wakili Kutim ke Tingkat Provinsi

SANGATTA- Kelompok Pengelola Tanaman Obat Keluarga Syampai Indah Berseri (TSIB) Kecamatan Sangatta Selatan…

Rabu, 23 Mei 2018 22:54
Pemkab Kutim

Kantor Desa Batu Timbau Ulu Diresmikan

SANGATTA - Selesai membuka kegiatan verifikasi lapangan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di…

Rabu, 23 Mei 2018 22:52
Pemkab Kutim

Wabup Terima Kunjungan Koni Kaltim

SANGATTA-Panitia Besar (PB) Porprov VI/ Kaltim di Kutai Timur (Kutim) menjadwalkan Delegation Registration…

Rabu, 23 Mei 2018 22:52
Pemkab Kutim

BKPP Tunggu Surat Resmi BKN

SANGATTA- Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim mengaku belum menerima surat resmi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .