MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 12 Februari 2018 00:02
Habitat Asli Orang Utan Banyak Dirampas Perkebunan Sawit

2.930 Jumlah Orang Utan di Kaltim

TANGKAP: Ini merupakan orang utan di TNK yang tertangkap kamera sedang bermain di atas pohon.(ist)

PROKAL.CO, SANGATTA - Dari data Forum Orang Utan Indonesia (Forina) berdasarkan hasil Population Habitat and Viability Analysis (PAVA) menyatakan, terdapat  2.930 jumlah orang utan yang tersebar di Kaltim.

Khusus di Taman Nasional Kutai (TNK), berdasarkan inventarisasi balai TNK tahun 2017 ialah sebanyak 1.931 individu orang utan.

Hal ini terkuak dari hasil siaran pers Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terkait kematian orang utan di Teluk Pandan,  Kecamatan Teluk Pandan,  Kutim.

Dikuak lebih mendalam, data Forina terbaru 2017 ini menyatakan, jika 279.359 hektar  dari 3.447.230 hektar perkebunan sawit yang dikelola oleh 322 perusahaan sebelumnya merupakan habitat asli orang utan.

Artinya,  sebanyak delapan persen habitat hewan dilindungi tersebut Dirampas oleh perusahaan atau perkebunan sawit. 

"Datanya seperti itu yang kami dapat," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH),  Encek Achmad Rafiddin Rizal.

Melihat data di atas, tentu saja keberadaan orang utan kian terancam atas pembukaan lahan yang kian frontal. Habitatnya mulai tergusur. 

Satu satunya wadah aman ialah TNK. Namun faktanya, TNK ikut terjarah. Tak sedikit orang utan mati di kawasan TNK.  Mulai ditembak,  dijerat,  dan terbakar.

"Jika melihat data, orang utan di Kaltim khususnya di Kutim masih terbilang banyak. Untuk itu,  perlu perhatian khusus dalam  menanganinya. Jangan sampai terulang kembali kasus pembunuhan orang utan," kata Rizal.

Untuk mengantisipasi keburukan yang terjadi,  semua pihak kompak membentuk tim pencegahan pembunuhan orang utan.

Diantara upayanya ialah melakukan  patroli,  menggelar sosialisasi penghalauan serta perlindungan dan penyelamatan orang utan.

"Jika ditemukan potensi  mengancam hewan yang dilindungi termasuk orang utan maka segera laporkan," pinta Rizal.

Rizal meminta semua jenis pelanggaran yang dilakukan  mendapatkan sanksi yang berat.  Hal ini untuk menekan jumlah pelanggaran akan datang.

Jelas dalam aturan bagi mereka yang melanggar diancam hukuman yang cukup berat.  Sebab aturan sudah menegaskan secara gamblang larangan tersebut.

Seperti pada pasal 1 angka 5 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang konservasi SDA hayati dan ekosistem, 

Kemudian pasal  4 ayat 2 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa dan pasal 21 ayat 2. 

Dijelaskan, setiap orang dilarang menangkap,  melukai,  membunuh,  menyimpan,  memiliki,  memelihara,  mengangkut,  dan memperniagakan satwa yang dilindungi.

"Sanksi pidana bagi orang yang sengaja melakukan pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) adalah pidana penjara paling lama 5  tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00," tegasnya. (dy)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 23:37

SDIT 2 Darussalam Gelar Artbound Festival Angklung

SANGATTA – Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT) 2 Darussalam Sangatta menggelar Art Bound…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:14

Baliho di Posko Dicopot, Timses Ngamuk

Timses pasangan calon gubernur Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Jadi) sempat adu mulut dengan Panitia…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:13

Ratusan Algaka Ilegal Dicopot

SANGATTA - Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Panitia Pengawas Pemilu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Sudah Uzur, Papan Reklame di Median Jalan akan Ditertibkan

SANGATTA – Pemerintah Kutim akan melakukan penertiban papan reklame raksasa di median jalan. Selain…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Kutim Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun

  SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:08

Elpiji 3 Kg Sering Langka, Disperindag Ingatkan Pangkalan

SANGATTA - Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kekosongan gas elpiji di Sangatta, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Pengusaha Digembleng KP2KP

SANGATTA- Meskipun pengusaha,  ternyata cukup banyak yang tidak mengetahui pasti tentang pajak.…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

MEMANAS!!! Mahasiswa Tuntut Transparansi Anggaran

SANGATTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), melakukan…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

WASPADA!!! Rumah Warga Terancam Longsor

SANGATTA – Sistem saluran drainase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Bukit Pelangi…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

Polres ‘Buka Lagi’ Kasus Pembantain Orang Utan 2 Tahun Lalu

  SANGATTA - Pembunuhan orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK)  Kecamatan Teluk Pandan bergulir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .