MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 12 Februari 2018 00:11
Saat Pengundian Nomor Urut, Paslon Diimbau Pakai Baju Adat
FOTO WAJAH: Syarifuddin Rusli(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Para bakal calon gubernur dan calon wakil gubernur diimbau dapat menggenakan pakaian adat saat mengikuti jalannya pleno pengundian nomor urut, Selasa (13/2) besok. Selain para paslon, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim mengimbau hal yang sama juga dapat dilakukan oleh para pendukung, simpatisan, atau relawan para pasangan calon (palson) yang mengikut acara tersebut.

Sekretaris KPU Kaltim, Syarifuddin Rusli mengatakan, penggunaan pakaian adat sebagai pengenalan terhadap keberagaman budaya dan etnis di Kaltim. Sehingga perhelatan pesta demokrasi kali ini menjadi cerminan bagi masyarakat menghargai perbedaan dan keberagaman di Kaltim.

“Saat undangan dan paslon masuk dalam ruangan acara pengundian nomor urut, kami harapkan mengenakan pakaian adat. Begitu juga dengan undangan, pegawai, dan komisioner KPU akan mengenakan pakaian adat,” kata Rusli, Minggu (11/2) kemarin.

Selain itu, penggunaan pakaian adat tersebut, agar setiap paslon dan pendukungnya memiliki kesadaran untuk mencintai adat istiadat yang berkembang di Kaltim. Pakaian adalah simbol, sedangkan inti dari pakaian tersebut adalah cermin bahwa keberagaman harus dijunjung tinggi selama pilgub.

“Di Kaltim ini beragam suku bangsa hidup dan bekerja di sini. Tahapan awal ini jadi momentum yang tepat, supaya kita memperkenalkan keberagaman itu melalui pakaian adat,” katanya.

Ia menyebut, penggunaan pakaian adat akan terlebih dahulu dicontohkan pegawai dan komisioner KPU Kaltim. Ia sudah mengimbau pada seluruh pegawai dan PNS yang bertugas di lingkungan KPU untuk mengenakan pakaian adat pada kegiatan pengundian nomor urut paslon nantinya.

“KPU sendiri tidak ada keharusan untuk memakai pakaian adat tertentu. Terserah saja, yang penting ada unsur adatnya. Kalau bisa, dari Jawa pakai adat Jawa, Kutai atau Banjar pakai sesuai adat masing-masing,” sebutnya.

Sedangkan undangan akan menggunakan pakaian adat sesuai daerah asalnya masing-masing. Misalnya paslon yang daerah asalnya dari Kutai Kartanegara (Kukar), akan mengenakan pakaian adat Kutai. “Boleh juga misalnya paslon dari Banjar, mengenakan pakaian adat Jawa, itu sah-sah saja. Yang pasti tidak ada imbauan khusus bahwa paslon harus menggunakan pakaian adat tertentu,” ucapnya. (*/um/drh)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 00:14

Proyek Pasar Pagi Bakal Lanjut Tahun Depan

SAMARINDA – Proyek gedung untuk menampung pedagang ayam di Pasar Pagi yang mangkrak pada 2014…

Minggu, 25 Februari 2018 00:14

Warga Minta Lokasi Kuburan Diperbaiki

SAMARINDA–Warga Kelurahan Lempake Samarinda Utara meminta Tempat Penguburan Umum (TPU) Muslim…

Minggu, 25 Februari 2018 00:14

Soal Tambang Di Kuburan, Polda Kecolongan

SAMARINDA – Mencuatnya nama seorang oknum polisi yang terlibat dalam tambang batu bara ilegal…

Minggu, 25 Februari 2018 00:14

Pembagian Jatah di Tangan Gubernur

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengambil sikap terkait pembagian hak kelola…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:26

Kerja Politik AN-NUR Tetap Jalan

MESKI saat ini Nusyirwan Ismail sedang mendapatkan perawatan medis dari tim dokter RSUD AW Syahranie…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:25

Nusyirwan Disebut Alami Serangan Jantung, Sofyan: Itu Tidak Benar

SAMARINDA -  Calon wakil gubernur (Cawagub) Kaltim, Nusyirwan Ismail mendadak terjatuh sakit dan…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:24

ASN Diimbau Jaga Netralitas

SAMARINDA – Aparatur Sipil Negara (ASN) diimbau dapat menjaga netralitas dalam penyelenggaraan…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:23

Taksi Online Tak Dikontrol?

SAMARINDA – Organisasi Gabungan Transportasi (Orgatrans) Kaltim menilai, kebijakan Dinas Perhubungan…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:22

Paslon Pilgub Minim Program Penyelesaian Masalah Tambang

SAMARINDA – Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim menilai empat pasangan calon (paslon) gubernur…

Jumat, 23 Februari 2018 00:17

Terkait Tuntutan Buruh, Pemerintah Dinilai Tak Berdaya

SAMARINDA – Buruh menilai pemerintah gagal menindak PT Mahakam Sawit Plantations Group (MSPG).…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .