MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Februari 2018 19:55
Mengais Sampah di TPA, Olah Sabut Kelapa Jadi Tas

Perjuangan Pengrajin Produk Daur Ulang

KREATIF: Rosna menunjukan beberapa tas daur ulang yang merupakan buah karyanya, Senin (12/2) kemarin.(Lela/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA - Sampah sudah menjadi permasalahan umum di Kutai Timur. Beruntung pengrajin daur ulang dapat mengurangi

volume sampah anorganik dengan membuat berbagai produk.

Seorang pengrajin daur ulang sampah, Rosna Nurbaya menjelaskan dirinya sangat menyukai kerajinan. Mengubah sampah menjadi rupiah ia lakukan sejak 2007 silam. Bermula mengikuti pelatihan mendaur sisa kemasan pewangi pakaian menjadi tas.

“Awalnya 2007 lalu PT.KPC mengadakan kegiatan daur ulang di Wisma Raya Sangatta. Saya dan beberapa anggota lainnya tergabung dalam pelatihan tersebut. Lalu kami dibina hingga saat ini,” jelasnya.

Dirinya memaparkan perjuangannya saat merintis, mencari sampah untuk membuat satu karya tidak mudah. Pasalnya ia dan kawan-kawan harus mencari sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sangatta. 

“Dulu itu cari sampah sulit sekali. Kita harus gali-gali di TPA. Entah nyari sisa sabun cuci, pewangi baju, atau baliho bekas. Ya seperti pemulung pokonya,” jelas Nega (nenek gaul) sapaan akrabnya. 

Nenek berusia 55 tahun tersebut tidak patah semangat. Dalam melakukan segala kegiatan. Dirinya selalu berupaya ikhlas.

Baginya sampah bukanlah musibah. Melainkan dapat membawa berkah.

“Nenek itu punya motto. Kalau menurut saya di dalam sampah terdapat mutiara yang indah. Kalau kita bisa mengelolanya. Dulu memang sampah tapi sekarang berkah. Alhamdulillah,” ucapnya. 

Ia bersama ketiga sejawatnya membentuk tim kerja bernama Haviera. Tim tersebut dibentuk untuk menangani daur ulang sisa kemasan pewangi baju menjadi tas, dompet dari kresek, sampul buku dari sisa kemasan sabun cuci piring, bahkan taplak meja dan tas dari sabut kelapa.

“Kalau banyak orderan nenek bagi tugas sama kelompok Haviera. Tapi kalau orderan perorangan nenek kelola sendiri,” paparnya yang juga seorang kader kesehatan Kutim.

Lebih dari 10 tahun ia bekerja sosial. Ia merasakan perubahan setiap tahunnya. Baginya saat ini semakin mudah menjalani kegiatannya. Karena mencari sampah tidak sesulit dulu. Banyak warga yang memberinya sampah siap kelola. Dia memberi karyanya sebagai bayaran bagi yang menyumbangkan sampah padanya.

“Kadang orangnya tidak mau dibayar. Jadi kita kasih tas saja untuknya,” jelasnya.

Ia mampu mengalahkan pesaing yang masih muda. Menorehkan prestasi baginya sangat dia syukuri. Memenangkan beberapa perlombaan hingga mendapat puluhan piala.

“Juara 1, 2, dan 3 sudah saya peroleh. Sangat saya syukuri ketika menjadi juara dalam menangani sampah,” ujarnya.

Dirinya berharap kegiatan daur ulang dapat terus berlanjut. Tidak akan pernah berhenti hingga kapanpun. Dan semua aksesoris dapat tersedia di Sangatta.

“Jadi tidak sulit memesan dari luar kota,” kata Rosna. (la).


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 23:37

SDIT 2 Darussalam Gelar Artbound Festival Angklung

SANGATTA – Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT) 2 Darussalam Sangatta menggelar Art Bound…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:14

Baliho di Posko Dicopot, Timses Ngamuk

Timses pasangan calon gubernur Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Jadi) sempat adu mulut dengan Panitia…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:13

Ratusan Algaka Ilegal Dicopot

SANGATTA - Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Panitia Pengawas Pemilu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Sudah Uzur, Papan Reklame di Median Jalan akan Ditertibkan

SANGATTA – Pemerintah Kutim akan melakukan penertiban papan reklame raksasa di median jalan. Selain…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Kutim Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun

  SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:08

Elpiji 3 Kg Sering Langka, Disperindag Ingatkan Pangkalan

SANGATTA - Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kekosongan gas elpiji di Sangatta, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Pengusaha Digembleng KP2KP

SANGATTA- Meskipun pengusaha,  ternyata cukup banyak yang tidak mengetahui pasti tentang pajak.…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

MEMANAS!!! Mahasiswa Tuntut Transparansi Anggaran

SANGATTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), melakukan…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

WASPADA!!! Rumah Warga Terancam Longsor

SANGATTA – Sistem saluran drainase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Bukit Pelangi…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

Polres ‘Buka Lagi’ Kasus Pembantain Orang Utan 2 Tahun Lalu

  SANGATTA - Pembunuhan orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK)  Kecamatan Teluk Pandan bergulir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .