MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Februari 2018 20:45
Ngaku Tak Mau Jual Lahan ke Indexim

Korban Dipecat dan Dipidanakan

-

PROKAL.CO, SANGATTA - Pengakuan Maria Yanti  Mas (53) dan Blasius Bella (53) warga Satuan Pemukiman (SP)  1 Bukit Makmur Kecamatan Kaliorang cukup mencengangkan. Pasalnya, dirinya dipidanakan hanya gara-gara enggan menjual tanah miliknya kepada perusahaan PT Indexim.

Sebelumnya,  karena sebab yang sama,  Bella harus dipecat dari kerjaannya sebagai Sekuriti (wakar) dari perusahaan baru tersebut. Dari sebab itulah,  dirinya harus berurusan dengan perusahaan dan kepolisian hingga masuk pengadilan. 

“Sebelum kasus ini bergulir, perusahaan memang mau membeli tanah kami. Tapi tidak kami jual. Nah beriringan dengan itu, saya dipecat dan   dilaporkan ke Polres atas tuduhan menduduki tanah Indexim,” aku Bella yang diaminkan Maria.

Yang dia sayangkan,  pihak kepolisian Polres Kutim langsung menetapkan keduanya sebagai tersangka.  Seharusnya melakukan mediasi terlebih dahulu antara dua belah pihak.

Sebab,  dalam kasus ini muncul orang ketiga yang bernama Abraham.  Abraham inilah yang disebut perusahaan telah menjual tanah Maria dan Bella kepada Indexim. 

“Mereka berdua langsung disidangkan.  Nah ini yang menjadi masalah,” kata Pradarma Rupan, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim.

Turut menjadi perhatian adalah pernyataan kedua korban diduga  tak sepenuhnya di tulis di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Contoh masalah saksi.  Keduanya beberapa kali menyebut nama saksi.  

“Hanya saja saat diprint dalam kertas,  kata-kata saksi tak dicantumkan .  Kembali diulang dan saat dipengadilan nama saksi kembali hilang. Perkara ini banyak kejanggalan. Sudah beberapa kali disebut. Tapi tetap enggak dicantumkan. Padahal saksi saksi sangat dibutuhkan,” kata Rupang.  

Yang menjadi masalah lain,  tanam tumbuh mereka seperti kopi,  vanili,  dan coklat habis digusur perusahaan.  Perusahaan diduga menghilangkan jejak tanam tubuh yang selama ini menjadi kebutuhan hidup sehari-hari dua orang tersebut. 

“Ngaku sudah dibebaskan. Tapi ternyata tidak dibebaskan. Perusahaan juga tidak ganti rugi.  Sekarang ditetapkan tersangka,” katanya. 

“Beberapa saksi tau betul jika tanah tersebut merupakan milik mereka berdua.  Sebab,  saat membuka lahan dilakukan secara bersama-sama,” sambungnya.  

Menurut pengakuan keduanya, mereka di SP 1 masuk transmigrasi.  Membuka lahan pada tahun 1992. Sedangkan perusahaan masuk pada tahun 2010.

“Berdasarkan hal itu,  permasalahan ini harus dikawal terus menerus.  Jika tidak,  maka akan berimbas kepada warga lainnya. Kami akan bantu kawal.  Jangan sampai warga lain menjadi korban, katanya. (dy)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 00:30
Vaksin MR

25 Persen Vaksin MR Belum Berjalan

  SANGATTA - Masih sekira 25 persen Imunisasi Measles Rubella (MR) belum dapat dilakukan. Bahkan…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:30

Sabu Disimpan di “Kondom”

SANGATTA – Aparat kepolisian kembali mengamankan pengedar narkoba. Kali ini dua orang yang menjadi…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:29
Pemilu 2019

Kutim Termasuk Daerah Rawan Konflik Pileg dan Pilpres

SANGATTA - Rupanya Kutim masuk dalam peta konflik pileg dan pilpres. Penilaian ini berkaca pada pesta…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:28
Pemilu 2019

Mulai Menjamur, APK Tak Beraturan

  SANGATTA - Maraknya Alat Peraga Kampanye (APK) yang beredar di Kutim namun menyalahi aturan.…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:28

Bukan Gaji Tetapi Status Hukum

SANGATTA - Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D) Pemkab Kutim yang belum lama ini berunjukrasa menuntut…

Senin, 15 Oktober 2018 18:49

Karangan Kaya Potensi Wisata

SANGATTA - Kecamatan Karangan kaya akan potensi pariwisata. Beberapa potensi di sana cukup menjanjikan.…

Senin, 15 Oktober 2018 18:48

Plat Luar Kutim Disorot

SANGATTA - Kendaraan plat luar milik perusahaan  yang  beroperasi di Kaltim, khususnya Kutim, …

Senin, 15 Oktober 2018 18:47

WASPADA PENIPUAN!!! Kartu ATM Tertelan, Pejabat Minta Duit

SANGATTA – Salahseorang pejabat di Kutim menjadi sasaran modus penipuan. Yuana Sri Kurniawati,…

Senin, 15 Oktober 2018 18:45

Ini Alasan Polres Ogah Rehabilitasi Tahanan Kasus Narkoba

SANGATTA - Polres Kutim mengaku ogah merehabilitasi bagi mereka yang terlibat narkoba.  Meskipun…

Senin, 15 Oktober 2018 18:44
Pemilu 2019

Masuki Masa Kampanye, Kutim Sepi APK

  SANGATTA - Memasuki masa kampanye, di Kutim nampaknya masih tergolong sepi Alat Peraga Kampanye…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .