MANAGED BY:
SENIN
26 FEBRUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Februari 2018 20:45
Ngaku Tak Mau Jual Lahan ke Indexim

Korban Dipecat dan Dipidanakan

-

PROKAL.CO, SANGATTA - Pengakuan Maria Yanti  Mas (53) dan Blasius Bella (53) warga Satuan Pemukiman (SP)  1 Bukit Makmur Kecamatan Kaliorang cukup mencengangkan. Pasalnya, dirinya dipidanakan hanya gara-gara enggan menjual tanah miliknya kepada perusahaan PT Indexim.

Sebelumnya,  karena sebab yang sama,  Bella harus dipecat dari kerjaannya sebagai Sekuriti (wakar) dari perusahaan baru tersebut. Dari sebab itulah,  dirinya harus berurusan dengan perusahaan dan kepolisian hingga masuk pengadilan. 

“Sebelum kasus ini bergulir, perusahaan memang mau membeli tanah kami. Tapi tidak kami jual. Nah beriringan dengan itu, saya dipecat dan   dilaporkan ke Polres atas tuduhan menduduki tanah Indexim,” aku Bella yang diaminkan Maria.

Yang dia sayangkan,  pihak kepolisian Polres Kutim langsung menetapkan keduanya sebagai tersangka.  Seharusnya melakukan mediasi terlebih dahulu antara dua belah pihak.

Sebab,  dalam kasus ini muncul orang ketiga yang bernama Abraham.  Abraham inilah yang disebut perusahaan telah menjual tanah Maria dan Bella kepada Indexim. 

“Mereka berdua langsung disidangkan.  Nah ini yang menjadi masalah,” kata Pradarma Rupan, Koordinator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim.

Turut menjadi perhatian adalah pernyataan kedua korban diduga  tak sepenuhnya di tulis di dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Contoh masalah saksi.  Keduanya beberapa kali menyebut nama saksi.  

“Hanya saja saat diprint dalam kertas,  kata-kata saksi tak dicantumkan .  Kembali diulang dan saat dipengadilan nama saksi kembali hilang. Perkara ini banyak kejanggalan. Sudah beberapa kali disebut. Tapi tetap enggak dicantumkan. Padahal saksi saksi sangat dibutuhkan,” kata Rupang.  

Yang menjadi masalah lain,  tanam tumbuh mereka seperti kopi,  vanili,  dan coklat habis digusur perusahaan.  Perusahaan diduga menghilangkan jejak tanam tubuh yang selama ini menjadi kebutuhan hidup sehari-hari dua orang tersebut. 

“Ngaku sudah dibebaskan. Tapi ternyata tidak dibebaskan. Perusahaan juga tidak ganti rugi.  Sekarang ditetapkan tersangka,” katanya. 

“Beberapa saksi tau betul jika tanah tersebut merupakan milik mereka berdua.  Sebab,  saat membuka lahan dilakukan secara bersama-sama,” sambungnya.  

Menurut pengakuan keduanya, mereka di SP 1 masuk transmigrasi.  Membuka lahan pada tahun 1992. Sedangkan perusahaan masuk pada tahun 2010.

“Berdasarkan hal itu,  permasalahan ini harus dikawal terus menerus.  Jika tidak,  maka akan berimbas kepada warga lainnya. Kami akan bantu kawal.  Jangan sampai warga lain menjadi korban, katanya. (dy)


BACA JUGA

Minggu, 25 Februari 2018 23:37

SDIT 2 Darussalam Gelar Artbound Festival Angklung

SANGATTA – Sekolah Dasar Islam Terpadu  (SDIT) 2 Darussalam Sangatta menggelar Art Bound…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:14

Baliho di Posko Dicopot, Timses Ngamuk

Timses pasangan calon gubernur Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Jadi) sempat adu mulut dengan Panitia…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:13

Ratusan Algaka Ilegal Dicopot

SANGATTA - Tim gabungan yang terdiri dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Panitia Pengawas Pemilu…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:11

Sudah Uzur, Papan Reklame di Median Jalan akan Ditertibkan

SANGATTA – Pemerintah Kutim akan melakukan penertiban papan reklame raksasa di median jalan. Selain…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09

Kutim Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun

  SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:08

Elpiji 3 Kg Sering Langka, Disperindag Ingatkan Pangkalan

SANGATTA - Sebagai salah satu upaya mencegah terjadinya kekosongan gas elpiji di Sangatta, Dinas Perindustrian…

Sabtu, 24 Februari 2018 00:07

Pengusaha Digembleng KP2KP

SANGATTA- Meskipun pengusaha,  ternyata cukup banyak yang tidak mengetahui pasti tentang pajak.…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

MEMANAS!!! Mahasiswa Tuntut Transparansi Anggaran

SANGATTA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), melakukan…

Jumat, 23 Februari 2018 00:10

WASPADA!!! Rumah Warga Terancam Longsor

SANGATTA – Sistem saluran drainase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Bukit Pelangi…

Jumat, 23 Februari 2018 00:09

Polres ‘Buka Lagi’ Kasus Pembantain Orang Utan 2 Tahun Lalu

  SANGATTA - Pembunuhan orang utan di Taman Nasional Kutai (TNK)  Kecamatan Teluk Pandan bergulir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .