MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 22 Februari 2018 00:43
Haru Menghiasi Perpisahan Tersangka dan Keluarga
BERPISAH: Tampak salah satu tersangka harus berpisah dengan putrinya yang masih balita.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

PROKAL.CO, MESKI sempat dibuat geram dengan perbuatan tersangka yang telah menembak orang utan hingga menyebabkan kematian, keempat tersangka masihlah memiliki hati nurani. Hal itu terbukti ketika keempatnya usai menjalani rekonstruksi penembakkan di lokasi kejadian yang notabene-nya merupakan kebun dan rumah mereka, kemudian berpamitan dengan keluarganya.

Tangisan pun pecah dari anak perempuan tersangka Nasir yang baru tiba, usai “diungsikan” sementara agar proses rekonstruksi berjalan lancar. Anak dari Nasir itu merupakan istri dari tersangka Andi. Sambil menggendong anak perempuannya yang baru berusia 8 bulan, wanita yang enggan namanya dikorankan itu memberikan anaknya ke Andi (suaminya) dan langsung memeluk bapaknya yakni tersangka Nasir.

Seketika itu juga, suasana haru menyelimuti halaman kediaman nasir. Hingga para polisi dari satuan Dalmas pun ikut terhanyut di dalamnya. Sementara istri Andi masih menangis di pelukan ayahnya, Nasir. Andi pun dengan sedih menciumi anak perempuannya yang akan dia tinggalkan selama dalam tahanan. Bayi berusia 8 bulan itu seperti kebingungan ayahnya hendak pergi kemana, tak ada wajah ceria di mukanya. Seolah dia mengerti bahwa itu merupakan pelukan dan ciuman perpisahan dari ayahnya untuk sementara.

Kesedihan tidak hanya dialami oleh Nasir dan Andi. Rustam yang saat itu sudah berada dalam mobil polisi juga tak bisa menahan tangisnya. Diam-diam dia menangis yang juga disusul oleh tangisan Muis. Meskipun Muis bukan keluarga dari Nasir, tetapi betapa hancurnya, anggota keluarga laki-laki di rumah Muis harus merasakan dinginnya jeruji besi. Semua itu, karena ketidaktahuan mereka atas perlakuannya terhadap orang utan yang merupakan satwa dilindungi.

Disinggung mengenai penyesalan, Nasir hanya menjawab perbuatannya sudah terlanjur terjadi. “Saya hanya bisa pasrah, mau gimana lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Muis bercerita bahwa dirinya menembak orang utan karena melampiaskan kekesalannya akibat belum bisa memberikan uang banyak kepada ibunya. Kata dia, ibunya yang datang dari Sulawesi itu meminta terus pulang ke Sulawesi. Namun, dia menahannya karena menunggu panen agar mendapat uang lebih banyak dan bisa memberikan pada ibunya. Tetapi ibunya tak mau menunggu dan ingin segera pulang. Karena kesal, dia pun saat mendengar suara orang utan langsung menembaknya dengan membabi buta. Muis yang baru saja membeli senapan angin memiliki bonus 2 kotak peluru saat membelinya. Satu kotak peluru berisi 50 butir, sedangkan dirinya menghabiskan 1 kotak lebih peluru untuk menembak orang utan. “Saya kesal sendiri karena belum memiliki cukup uang untuk memberi bekal ibu saya, makanya saat ada orang utan saya lampiaskan, itu senapan baru beli, dan baru itu juga saya gunakan,” ungkapnya.

Sebelumnya dirinya belum pernah melihat orang utan, hanya saja di beberapa pohon durian banyak ranting yang dipatahkan. Muis sendiri memiliki lahan sawit seluas 1 hektar dari hasil dari hasil ganti ruginya kepada penggarap sebelumnya sebesar Rp 5 juta.

Terpisah, penasehat hukum atau kuasa hukum dari ke-4 tersangka mengupayakan keringanan hukuman terhadap kliennya. Pasalnya, keempat kliennya tersebut belum pernah dipidana. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan hakim saat persidangan nanti. “Pembelaan akan kami susun saat persidangan nanti,” ujar Pengacara Adam Jamaluddin.

Kata dia, para kliennya ini hanya merupakan sebagian masyarakat awam yang tidak mengetahui kalau menembak orang utan itu bisa dipidana. Sehingga pihaknya akan merancang kembali pembelaan saat persidangan. “Karena ada unsur keringanan tuntutan mengingat para tersangka belum pernah dipidana,” tutupnya.(mga)


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 00:42
Info CPNS

Pemkot Buka 196 Formasi CPNS

  BONTANG – Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk di Bontang telah ditetapkan.…

Kamis, 20 September 2018 00:42
MTQ

Seni Menulis Indah Ayat-Ayat Suci

BONTANG - Puluhan kaligrafer Kota Taman unjuk kemampuan di gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XIV…

Kamis, 20 September 2018 00:42
Pemilu 2019

APK Peserta Pemilu Difasilitasi KPU

BONTANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) memfasilitasi metode kampanye bagi peserta pemilu 2019 mendatang.…

Kamis, 20 September 2018 00:42

Lahan Obvitnas Diperebutkan

BONTANG – Seorang warga kompleks perumahan  PT Badak NGL, Hop IV, mengklaim memiliki lahan…

Kamis, 20 September 2018 00:42

Sudah Luluskan Ratusan Orang, Tak Boleh Batasi Usia dan Ijazah

Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Bontang di Jalan Prestasi, Bontang Lestari telah beroperasi sejak…

Rabu, 19 September 2018 00:39

Jumlah Pencari Kerja dan Lowongan Timpang

BONTANG - Masalah minimnya lapangan kerja masih menjadi momok bagi para pencari kerja (pencaker) di…

Rabu, 19 September 2018 00:39

Menteri BUMN Restui Pembangunan Pabrik Metanol

BONTANG – Menteri BUMN Rini Soemarno sebut Pupuk Kaltim memiliki potensi untuk mengembangkan pabriknya.…

Rabu, 19 September 2018 00:38

Erau Pelas Benua Digelar Pekan Depan

BONTANG – Pesta adat Erau Pelas Benua Guntung tahun ini akan kembali digelar. Pelaksanaannya dimulai…

Rabu, 19 September 2018 00:38

Demokrat Bontang Klaim Solid

BONTANG – Peristiwa membelotnya dukungan kader Partai Demokrat dalam Pemilihan Presiden (Pilpres)…

Selasa, 18 September 2018 22:39
Pileg 2019

Bawaslu Ajak Seluruh Stakeholder Kawal Pemilu

BONTANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang menggelar sosialisasi pengawasan pemilihan umum…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .