MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 22 Februari 2018 00:43
Haru Menghiasi Perpisahan Tersangka dan Keluarga
BERPISAH: Tampak salah satu tersangka harus berpisah dengan putrinya yang masih balita.(Fahmi Fajri/Bontang Post)

PROKAL.CO, MESKI sempat dibuat geram dengan perbuatan tersangka yang telah menembak orang utan hingga menyebabkan kematian, keempat tersangka masihlah memiliki hati nurani. Hal itu terbukti ketika keempatnya usai menjalani rekonstruksi penembakkan di lokasi kejadian yang notabene-nya merupakan kebun dan rumah mereka, kemudian berpamitan dengan keluarganya.

Tangisan pun pecah dari anak perempuan tersangka Nasir yang baru tiba, usai “diungsikan” sementara agar proses rekonstruksi berjalan lancar. Anak dari Nasir itu merupakan istri dari tersangka Andi. Sambil menggendong anak perempuannya yang baru berusia 8 bulan, wanita yang enggan namanya dikorankan itu memberikan anaknya ke Andi (suaminya) dan langsung memeluk bapaknya yakni tersangka Nasir.

Seketika itu juga, suasana haru menyelimuti halaman kediaman nasir. Hingga para polisi dari satuan Dalmas pun ikut terhanyut di dalamnya. Sementara istri Andi masih menangis di pelukan ayahnya, Nasir. Andi pun dengan sedih menciumi anak perempuannya yang akan dia tinggalkan selama dalam tahanan. Bayi berusia 8 bulan itu seperti kebingungan ayahnya hendak pergi kemana, tak ada wajah ceria di mukanya. Seolah dia mengerti bahwa itu merupakan pelukan dan ciuman perpisahan dari ayahnya untuk sementara.

Kesedihan tidak hanya dialami oleh Nasir dan Andi. Rustam yang saat itu sudah berada dalam mobil polisi juga tak bisa menahan tangisnya. Diam-diam dia menangis yang juga disusul oleh tangisan Muis. Meskipun Muis bukan keluarga dari Nasir, tetapi betapa hancurnya, anggota keluarga laki-laki di rumah Muis harus merasakan dinginnya jeruji besi. Semua itu, karena ketidaktahuan mereka atas perlakuannya terhadap orang utan yang merupakan satwa dilindungi.

Disinggung mengenai penyesalan, Nasir hanya menjawab perbuatannya sudah terlanjur terjadi. “Saya hanya bisa pasrah, mau gimana lagi,” ujarnya.

Sementara itu, tersangka Muis bercerita bahwa dirinya menembak orang utan karena melampiaskan kekesalannya akibat belum bisa memberikan uang banyak kepada ibunya. Kata dia, ibunya yang datang dari Sulawesi itu meminta terus pulang ke Sulawesi. Namun, dia menahannya karena menunggu panen agar mendapat uang lebih banyak dan bisa memberikan pada ibunya. Tetapi ibunya tak mau menunggu dan ingin segera pulang. Karena kesal, dia pun saat mendengar suara orang utan langsung menembaknya dengan membabi buta. Muis yang baru saja membeli senapan angin memiliki bonus 2 kotak peluru saat membelinya. Satu kotak peluru berisi 50 butir, sedangkan dirinya menghabiskan 1 kotak lebih peluru untuk menembak orang utan. “Saya kesal sendiri karena belum memiliki cukup uang untuk memberi bekal ibu saya, makanya saat ada orang utan saya lampiaskan, itu senapan baru beli, dan baru itu juga saya gunakan,” ungkapnya.

Sebelumnya dirinya belum pernah melihat orang utan, hanya saja di beberapa pohon durian banyak ranting yang dipatahkan. Muis sendiri memiliki lahan sawit seluas 1 hektar dari hasil dari hasil ganti ruginya kepada penggarap sebelumnya sebesar Rp 5 juta.

Terpisah, penasehat hukum atau kuasa hukum dari ke-4 tersangka mengupayakan keringanan hukuman terhadap kliennya. Pasalnya, keempat kliennya tersebut belum pernah dipidana. Sehingga, hal tersebut bisa menjadi pertimbangan hakim saat persidangan nanti. “Pembelaan akan kami susun saat persidangan nanti,” ujar Pengacara Adam Jamaluddin.

Kata dia, para kliennya ini hanya merupakan sebagian masyarakat awam yang tidak mengetahui kalau menembak orang utan itu bisa dipidana. Sehingga pihaknya akan merancang kembali pembelaan saat persidangan. “Karena ada unsur keringanan tuntutan mengingat para tersangka belum pernah dipidana,” tutupnya.(mga)


BACA JUGA

Rabu, 19 Desember 2018 17:37

Cari Kerja untuk Mencuri

BONTANG – Saat orang lain mencari kerja agar bisa mendapat…

Rabu, 19 Desember 2018 17:36

Belasan Pedagang Pasar Masih Membandel

BONTANG – Penertiban pedagang kembali dilakukan Tim Kota di sekitar…

Rabu, 19 Desember 2018 17:35

Stok Sembako Aman Hingga 3 Bulan

BONTANG – Pemkot Bontang memastikan stok sembako untuk Natal dan…

Rabu, 19 Desember 2018 17:35

Pengawasan Stadion Bessai Berinta Diperketat

BONTANG – Wajah baru Stadion Bessai Berinta akan diikuti dengan…

Rabu, 19 Desember 2018 17:34

Diduga Kabur ke Bontang, Sengaja Tinggalkan Kartu Identitas

Tiada angin tiada badai, Agustiawan tiba-tiba menghilang dari kediamannya di…

Rabu, 19 Desember 2018 17:23

Kedatangan Kapal Molor, Penumpang Jenuh

KEDATANGAN kapal KM Binaiya di pelabuhan Loktuan tidak sesuai jadwal.…

Rabu, 19 Desember 2018 17:23

Seribu Orang Mudik Natal

  BONTANG – Jelang peringatan hari Natal, transportasi laut dipadati…

Rabu, 19 Desember 2018 17:22

Tewas Hantam Traffic Light

BONTANG – Nasib tragis dialami MN, warga Jalan KS Tubun,…

Selasa, 18 Desember 2018 18:44

PARAH INI..!! Swalayan Jual Minuman Basi

BONTANG – Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM)…

Selasa, 18 Desember 2018 18:40

Natal, Kuota Gas Melon Ditambah

BONTANG – PT Pertamina mulai menyiapkan tambahan pasokan gas elpiji…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .