MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 23 Februari 2018 00:10
WASPADA!!! Rumah Warga Terancam Longsor

Saluran Drainase Kantor OPD Kepemukiman Warga

LONGSOR :Akibat tak ada penampungan air dari drainase perkantoran di Bukit Pelangi, rumah warga terancam ambruk akibat longsor.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA – Sistem saluran drainase Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Bukit Pelangi dikeluhkan warga setempat.  Pasalnya,  saluran drainase tersebut tidak mengarah ke sungai ataupun kanal,  melainkan langsung ke pemukiman warga. Akibatnya,  ada beberapa rumah warga yang nyaris roboh karena terus menerus diterpa air.  Terlebih di kala banjir tiba, beberapa tiang-tiang rumah warga mulai tergantung.  Tak lagi menempel pada tanah. 

"Parit langsung dilarikan ke pemukiman kami. Ada lagi rumah yang terkena longsor.  Rumah hampir mau jatuh lagi," ujar Salim,  Ketua RT 39 Bukit Pelangi,  Kelurahan Teluk Lingga, Sangatta Utara, Rabu (22/2) kemarin.

Karena cukup mengganggu warga,  dirinya kerap diteror. Tak sekali warga mengeluh. Tak kenal waktu siang maupun malam.

"Kami minta paritnya langsung dilarikan ke Jalan Pendidikan (AW. Sjahrani). Jadi airnya tidak ke pemukiman  warga," katanya.

Mengenai ganti rugi tanah,  dirinya memastikan warga tak mempermasalahkan hal tersebut.  Semua dapat diatasi. 

"Kalau masalah kabar ada warga yang minta ganti rugi,  saya pastikan tidak ada.   Itu sudah aman. Intinya air parit tidak masuk ke pemukiman," katanya.

Kepala Dinas PU, Aswandini Eka Tirta mengaku jika ada warga yang meminta ganti rugi.  Padahal,  drainase tersebut akan diperbaiki dan diarahkan ke AW.  Syahrani.

"Kami mau lebarkan,  tapi warga minta ganti rugi.  Tetapi kalau tanah warga siap digunakan,  maka akan kami perbaiki," katanya.

Tentu saja,  pengerjaannya diperlukan anggaran.  Untuk saat ini masih angkat tangan.  Sebab,  diketahui Kutim tengah defisit.

"Kami perlu duit. Kalau gak ada duit kami enggak bisa kerja juga.  Kalau ada tahun ini kami kerjakan," katanya.

Ketua DPRD Mahyunadi angkat bicara akan hal ini. Katanya,  pemerintah wajib memperbaiki permintaan tersebut.  Karena permohonan itu langsung berasal dari warga Bukit Pelangi.

"Kan kerusakan sudah di depan mata. Masak enggak diperbaiki. Apalagi di depan Bapedda," kata Mahyunadi.

Jika tak kunjung diperbaiki,  maka peran pemerintah laik dipertanyakan.  Apalagi, permintaan tersebut untuk kepentingan masyarakat sendiri. 

"Jangan sampai tidak tau fungsinya.  Seperti orang yang disambar buaya di Samarinda. Bukan pawang tapi ngaku pawang," katanya.  (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .