MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09
Kutim Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun

Saat Produk Andalan Terpuruk

MASIH JADI ANDALAN: Tanaman sawit masih menjadi salah satu andalan para petani di Kutim.(IST)

PROKAL.CO,  

SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap remeh. Pasalnya komoditi ini dapat menopang saat produk utama tengan mengalami kelesuan.

Sekretaris Disbun Kasiyanto menjelaskan, pertumbuhan pada sektor sawit memang mulai pesat. Bisa dilihat dari bertambahannya luas kawasan penghasil Crude Palm Oil (CPO) itu. Sekarang memang mulai dikembangkan komoditi lain, agar saat nilai jual sawit turun maka tanaman perkebunan tersebut bisa jadi penopang. Paling tidak bisa sedikit menutupi kerugian yang didapat petani. Selain itu tanaman penyangga bisa menjadi salah satu harapan saat tanaman utama terserang hama atau penyakit.

“Lahan sawit kini mencapai 500.000 Hektare. Mulai lahan kebun inti, pola kemitraan hingga lahan swadaya (modal sendiri),” terang Kasiyanto di Ruang Kerjanya, Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (21/2) lalu.

Adapun tanamanan yang tengah giat disampaikan ke petani yakni karet. Di Kutim kebun karet baru mencapai 4.000 Ha. Selanjutnya kakao, ada juga lada dan vanili yang nanti ditanam menggunakan konsep tumpang sari. Untuk lada sendiri, di Kutim sudah berhasil menghasilkan 100 ton per tahun. Sentra komoditi yang dikenal lada putih ini ada di Kecamatan Batu Ampar. 

“Tidak susah menjualnya, karena karet, kakao hingga lada pembeli yang akan datang sendiri, seperti dari samarinda hingga Banjarmasin,” ungkapnya.

Memang diakuinya untuk tanaman karet nilai jual masih rendah. Hal itu disebabkan kurangnya peningkatan kualitas produk. Para petani hanya menjual dalam bentuk LUMP atau karet mentah, berbeda jika sudah menjadi karet setengah matang.

“Petani sudah banyak tua-tua, jadi olahannya hanya Lump yang per kilogram dihargai Rp 13.000, tapi jika dijual di posisi setengah matang harga bisa mencapai Rp 43.000 per kilogram,” sebutnya.   

Pria berkacamata ini juga mengungkapkan, jika konsep tumpang sari dijalankan dengan benar maka sangat banyak manfaat yang diperoleh para petani, mulai dari penghematan pupuk hingga terintegrasi dengan pengembangan perternakan.

“Pakan tertenak dan pupuk bisa dari situ. Mulai dari daun kakao yang dipotong bisa untuk pakan kambing, lalu kotoran kambingnya bisa jadi pupuk kompos, Itu sudah diterapkan di Kecamatan Karangan,” tuturnya.  (hd)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 00:18

Beredar Pesan Whatsapp Parasetamol Berbahaya

SANGATTA - Beredarnya informasi melalui broadcast pesan Whatsapp yang menyebut bahwa parasetamol mengandung…

Selasa, 18 September 2018 00:11

Sering Teror Warga, Buaya 3 Meter Berhasil Ditangkap

SANGATTA – Seekor buaya berukuran kurang lebih 3 meter berhasil ditangkap warga di Muara Selangkau,…

Selasa, 18 September 2018 00:11
Info CPNS

Kuota CPNS Kutim Berkurang 57 Orang

SANGATTA - Akhirnya Kutim memiliki kejelasan perihal tes CPNS 2018, yang akan dibukanya pendaftaran…

Selasa, 18 September 2018 00:10

Bawa Sabu 0,42 Gram, Pria Pengangguran Dibekuk Polisi

SANGATTA – Arifudin, pria kelahiran 15 Agustus 1999, warga  Yos Sudarso Gang Reformasi RT…

Selasa, 18 September 2018 00:10
Rubela

Peminat Vaksin MR Semakin Merosot

SANGATTA - Vaksin measles dan rubella (MR) yang mampu mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus measles…

Selasa, 18 September 2018 00:10

Terkait Beasiswa Prestasi Mahasiswa S2 di Luar Daerah, Ini Kata Bagian Sosial Pemkab Kutim

SANGATTA - Bagian Sosial Pemkab Kutim mengklaim, sebagian beasiswa prestasi untuk mahasiswa S2 yang…

Senin, 17 September 2018 19:14

Diskes Tegas Melarang Iklan Rokok

DINAS Kesehatan (Diskes)  Kutim, membenarkan jika iklan rokok dilarang beredar secara luas di Kutim.…

Senin, 17 September 2018 19:12

Penghargaan Pastika Parahita Kutim Ternoda

SANGATTA -  Konser musik yang dilaksanakan di Lapangan Heli Pad, depan Kantor Bupati, Perkantoran…

Senin, 17 September 2018 19:10

Buang Limbah Oli ke Dalam Parit, Bengkel Motor Wajib Dikontrol

SANGATTA - Warga meminta pemerintah dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, melakukan kontrol…

Senin, 17 September 2018 19:09

Masih Banyak Perusahaan Mangkir

SANGATTA – Masih ada saja perusahaan di Kutim yang tak mengindahkan undangan Pemkab Kutim terkait…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .