MANAGED BY:
RABU
20 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 24 Februari 2018 00:09
Kutim Kembangkan Komoditi Penyangga, Produksi 100 Ton Lada Per Tahun

Saat Produk Andalan Terpuruk

MASIH JADI ANDALAN: Tanaman sawit masih menjadi salah satu andalan para petani di Kutim.(IST)

PROKAL.CO,  

SANGATTA – Dinas Perkebunan Kutim menilai pengembangan komoditi penyangga tak bisa dianggap remeh. Pasalnya komoditi ini dapat menopang saat produk utama tengan mengalami kelesuan.

Sekretaris Disbun Kasiyanto menjelaskan, pertumbuhan pada sektor sawit memang mulai pesat. Bisa dilihat dari bertambahannya luas kawasan penghasil Crude Palm Oil (CPO) itu. Sekarang memang mulai dikembangkan komoditi lain, agar saat nilai jual sawit turun maka tanaman perkebunan tersebut bisa jadi penopang. Paling tidak bisa sedikit menutupi kerugian yang didapat petani. Selain itu tanaman penyangga bisa menjadi salah satu harapan saat tanaman utama terserang hama atau penyakit.

“Lahan sawit kini mencapai 500.000 Hektare. Mulai lahan kebun inti, pola kemitraan hingga lahan swadaya (modal sendiri),” terang Kasiyanto di Ruang Kerjanya, Bukit Pelangi, Sangatta, Kamis (21/2) lalu.

Adapun tanamanan yang tengah giat disampaikan ke petani yakni karet. Di Kutim kebun karet baru mencapai 4.000 Ha. Selanjutnya kakao, ada juga lada dan vanili yang nanti ditanam menggunakan konsep tumpang sari. Untuk lada sendiri, di Kutim sudah berhasil menghasilkan 100 ton per tahun. Sentra komoditi yang dikenal lada putih ini ada di Kecamatan Batu Ampar. 

“Tidak susah menjualnya, karena karet, kakao hingga lada pembeli yang akan datang sendiri, seperti dari samarinda hingga Banjarmasin,” ungkapnya.

Memang diakuinya untuk tanaman karet nilai jual masih rendah. Hal itu disebabkan kurangnya peningkatan kualitas produk. Para petani hanya menjual dalam bentuk LUMP atau karet mentah, berbeda jika sudah menjadi karet setengah matang.

“Petani sudah banyak tua-tua, jadi olahannya hanya Lump yang per kilogram dihargai Rp 13.000, tapi jika dijual di posisi setengah matang harga bisa mencapai Rp 43.000 per kilogram,” sebutnya.   

Pria berkacamata ini juga mengungkapkan, jika konsep tumpang sari dijalankan dengan benar maka sangat banyak manfaat yang diperoleh para petani, mulai dari penghematan pupuk hingga terintegrasi dengan pengembangan perternakan.

“Pakan tertenak dan pupuk bisa dari situ. Mulai dari daun kakao yang dipotong bisa untuk pakan kambing, lalu kotoran kambingnya bisa jadi pupuk kompos, Itu sudah diterapkan di Kecamatan Karangan,” tuturnya.  (hd)


BACA JUGA

Selasa, 19 Juni 2018 00:03
Pilgub Kaltim 2018

Halal Bihalal Diawasi, Hari Raya Harus Bebas Kampanye

SANGATTA - Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dilibatkan dalam rangka pengawasan dan antisipasi…

Minggu, 17 Juni 2018 00:42
ARUS MUDIK

Polres Kutim Siap Amankan Momen Mudik

SANGATTA - Menjelang Idulfitri 1439 H, Kepolisian Resort (Polres) Kutai Timur (Kutim) mendirikan pos…

Kamis, 14 Juni 2018 02:11
Pilgub Kaltim 2018

Jelang Masa Tenang, Panwaslu Perketat Pengawasan

SANGATTA - Panwaslu Kutai Timur (Kutim) memperketat pengawasan masa tenang kampanye pada tanggal 24…

Kamis, 14 Juni 2018 02:11

Mimpi Kecamatan Bebas Rokok

SANGATTA- Pemkab Kutim, meminta agar semua di Pemerintahan Kecamatan,  bebas asap rokok. …

Rabu, 13 Juni 2018 00:04
ARUS MUDIK

Arus Mudik Mulai Ramai, Wabup Kunjungi Posko Pengamanan

SANGATTA - Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Kasmidi Bulang, melakukan kunjungan ke beberapa Posko Pengamanan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:04
Pilgub Kaltim 2018

KPU Minta Sisipkan Ajakan Mencoblos

SANGATTA- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutim, meminta kepada Pemkab Kutim, agar menyusupkan intruksi…

Rabu, 13 Juni 2018 00:04
ARUS MUDIK

Kendaraan Mudik Berlebih, Harga Tiket Bus Normal

SANGATTA - Meskipun beberapa angkutan mudik seperti pesawat mengalami kenaikan harga, namun tidak kendaraan…

Rabu, 13 Juni 2018 00:04

Ramadhan, Taqwa, dan Rahmat Atas Bangsa Indonesia

Yakub Fadillah, S.IP Wakil Sekretaris PD Muhammadiyah Kutai Timur Setelah hampir sebulan penuh kita…

Selasa, 12 Juni 2018 00:19
ARUS MUDIK

Tidak Sesuai Prosedur Bisa Disanksi

SANGATTA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kutai Timur (Kutim) memperketat pengamanan di sekitar wilayah…

Selasa, 12 Juni 2018 00:19

Pegawai Nekat Tambah Libur, Wabup Ancam Sanksi Tegas

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim,  Kasmidi Bulang mengancam semua pegawai yang nekat menambah masa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .