MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 24 Februari 2018 00:14
Baliho di Posko Dicopot, Timses Ngamuk

Sempat Berdebat dengan Panwas

SALAH PAHAM: Ketua Panwaslu beserta tim berbincang dengan timses Jaang-Hadi, Jumat (23/2). Mereka membahas tentang kesalahpamaman mengenai pencopotan algaka.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, Timses pasangan calon gubernur Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat (Jadi) sempat adu mulut dengan Panitia Pengawas Pemilu Panwaslu (Panwaslu) Kutim, Jumat (23/2) kemarin. Sebab mereka merasa tak mendapat informasi tentang  pencopotan Alat Peraga Kampanye (Algaka).

Adu mulut itu terjadi di Posko Jadi yang terletak di Jalan AW Sjahrani, Sangatta Utara. Berawal dari kegiatan pencopotan baliho di posko pemenangannya. Wakil Ketua Dua Partai Perindo, Bisri mengatakan dirinya kaget melihat tempat mereka diacak-acak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

"Saya bingung, melihat posko diganggu. Ada yang manjat-manjat, bawa linggis, bawa pisau. Mau diapakan posko kami. Kok mereka seenaknya," ungkapnya.

Sempat terpancing emosi, dirinya meminta keterangan pada Satpol PP. Alhasil terjadi perdebatan sengit diantara keduanya.

"Ya saya marahlah, ini kan posko kami. Kenapa tidak izin dulu. Jika bicara baik-baik kan kami paham. Paling tidak kami akan melepasnya sendiri. Hanya minta waktu saja kok," ujarnya.

Dia mengakui belum mendapatkan informasi apapun perihal pencopotan algaka. Baginya hal tersebut sangat disesalkan. Pasalnya menurut dia, Panwaslu bisa saja memberi informasi jika melewati poskonya.

"Mereka kan pasti sering lewat sini. Ya silahkan datang, beri kami imbauan. Kan enak kalau seperti itu," katanya.

Sekira 30 menit terjadi perdebatan. Kemudian datang dan diadakan mediasi antara jajaran Panwaslu bersama tim pemenangan Jadi.

Ketua Panwaslu Andi Yusri membenarkan terjadinya perdebatan dengan tim pemenangan Jadi. Menurutnya hanya terjadi kesalah pahaman perihal pencabutan umbul-umbul.

"Hanya salah paham saja. Mungkin timnya kurang mendapatkan informasi mengenai pencopotan algaka," ucapnya.

Namun baginya hal tersebut wajar adanya. Ia sudah menduga kejadian seperti ini bisa terjadi di lapangan.

"Sudah saya duga hal tersebut akan terjadi. Namun kami sudah menyelesaikannya. Semuanya berakhir damai," tutupnya. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .