MANAGED BY:
KAMIS
20 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 25 Februari 2018 00:14
Soal Tambang Di Kuburan, Polda Kecolongan

Jatam: Oknum Polisi yang Terlibat Harus Dicopot

FOTO WAJAH: Pradarma Rupang(DOK.METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Mencuatnya nama seorang oknum polisi yang terlibat dalam tambang batu bara ilegal di Kelurahan Lempake, Samarinda Utara, Samarinda belum lama ini menambah daftar panjang lemahnya pengawasan tambang ilegal. Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim bahkan menganggap hal tersebut pelanggaran berat. Terlebih melibatkan anggota polisi di lingkungan Kepolisian Daerah (Polda) Kaltim.

“Polda Kaltim kecolongan. Maka Kapolda harus mengevaluasi, dari internal Polda sampai jajaran di bawahnya. Ini membuktikan bahwa pengawasan harus diperketat, tidak boleh menunggu pengaduan masyarakat,” kata Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, Sabtu (24/2) kemarin.

Kapolda, kata dia, harus melakukan bersih-bersih di seluruh Kepolisian Sektor (Kapolsek) di wilayah Kaltim. Kebijakan tersebut harus diambil agar ruang praktek ilegal yang melibatkan aparat kepolisian tidak lagi terulang. “Copot polisi yang terlibat dalam tambang ilegal. Berikan efek jera. Tidak ada tempat bagi mafia tambang di institusi kepolisian,” tegasnya.

Jika ternyata benar terungkap dari hasil penyelidikan bahwa salah satu otak di balik tambang ilegal tersebut seorang oknum polisi, hal itu tidak hanya mencoreng nama baik institusi kepolisian, tetapi juga membuktikan bahwa polisi juga menjadi pengontrol dan pemain di illegal maining.

Apabila hal tersebut tetap berlangsung, kata dia, maka akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Terlebih selama ini kepercayaan publik sudah sangat rendah. Apalagi nanti kasus tersebut tidak mendapat penindakan serius dari institusi kepolisian, maka publik tidak akan percaya lagi pada kinerja aparat kepolisian.

“Saya tidak bisa memastikan apakah ini individu atau masif  dari kepolisian yang bermain di tambang ilegal. Tetapi dengan kasus ini, jika benar oknum polisi bermain, ini sudah menampar institusi kepolisian,” katanya.

Dua tahun yang lalu, ungkap dia, Kapolda sudah membentuk satuan tugas (satgas) illegal mining. Namun kinerja satgas tersebut sangat lemah. Hal itu ditunjukkan dengan rapor merah dari satgas yang tidak mengungkap kasus-kasus tambang ilegal yang sudah masif di Kaltim. “Artinya satgas yang terbentuk itu belum terukur kinerjanya. Tidak ada satu pun prestasi yang berhasil ditunjukkan dari pembentukan satgas itu,” ujarnya.

Menurutnya, kepolisian saat ini sangat lemah dalam melakukan patroli di masyarakat. Ia menyarankan agar Kapolda mengambil kebijakan dengan mengaktifkan patroli di seluruh wilayah Kaltim. Sehingga jika terdapat tambang ilegal, bisa langsung ditemukan tanpa terlebih dulu menunggu laporan masyarakat.

Dengan patroli, lanjut Pradarma, akan mampu membendung kehadiran tambang ilegal yang kian marak di Benua Etam. Illegal mining tidak hanya muncul karena adanya peluang dan dukungan dari pemilik lahan, tetapi sebabnya karena kontrol dari kepolisian sangat lemah.

Selain itu, kepolisian mesti membangun posko-posko pengaduan illegal mining. Karena selama ini, jika masyarakat ingin melaporkan kasus tambang ilegal yang beroperasi di suatu wilayah, masyarakat kebingungan mencari institusi yang bisa dijadikan tempat pengaduan. “Jangan berharap masyarakat datang di polsek setempat, tetapi polisi harus membuka posko-posko aduan. Hal ini untuk memperkecil ruang mafia tambang ilegal,” sarannya. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 00:34
Info CPNS

Pembatasan Umur CPNS Diminta Dihapus

SAMARINDA – Syarat umur 35 tahun untuk tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) menimbulkan banyak…

Rabu, 19 September 2018 00:34

SBBI Persoalkan PHK Tanpa Penetapan PHI

SAMARINDA – Serikat Buruh Borneo Indonesia (SBBI) Kaltim menemukan ratusan kasus pemutusan hubungan…

Rabu, 19 September 2018 00:33

Daerah Perkotaan Rawan Konflik

SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim membeberkan adanya potensi konflik antar kelompok…

Rabu, 19 September 2018 00:32

Pemerintah Bakal Duduk Satu Meja dengan Perwakilan Pedagang

  SAMARINDA – Meski telah dijalankan sejak pertengahan tahun 2018, nyatanya banyak pedagang…

Rabu, 19 September 2018 00:31

Kecamatan Minta Alat Pencetak KTP-el Dikembalikan

SAMARINDA – Kecamatan Sungai Pinang berencana akan meminta kembali alat perekaman dan pencetakan…

Rabu, 19 September 2018 00:31

Nasib Siswa SMA 16 Terkatung-katung

SAMARINDA – Mendapat penolakan dari wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 006 maupun SDN 007,…

Selasa, 18 September 2018 00:16

Polda Sebut Kaltim Rawan Konflik

TAHAPAN pemilihan umum (pemilu) 2019 telah dimulai setelah proses pendaftaran calon legislatif (caleg)…

Selasa, 18 September 2018 00:15

Waspadai Radikalisme di Pemilu

SAMARINDA – Merebaknya isu kelompok radikal yang akan menggunakan momentum Pemilu 2019 untuk menancapkan…

Selasa, 18 September 2018 00:14

INGAT..!! Besok Pendaftaran CPNS Dibuka

SAMARINDA – Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS)  diSamarinda dipastikan…

Selasa, 18 September 2018 00:13

Pemerintah Wajib Jaga Stabilitas Harga

SAMARINDA – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus berlanjut.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .