MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Minggu, 25 Februari 2018 00:14
Warga Minta Lokasi Kuburan Diperbaiki
LUBANG TAMBANG: Tampak di salah satu sisi TPU dijadikan lokasi penggalian batu bara oleh salah seorang pengusaha tambang di daerah itu.(Dok/Metro Samarinda)

PROKAL.CO, SAMARINDA–Warga Kelurahan Lempake Samarinda Utara meminta Tempat Penguburan Umum (TPU) Muslim yang ditambang penambang ilegal beberapa waktu lalu segera diperbaiki. Pasalnya, TPU tersebut jadi satu-satunya milik warga setempat.

Lurah Lembake, Nurharyanto mengungkapkan, pada Rabu (21/2) lalu, warga sudah sepakat bahwa pelaku yang sudah diungkap aparat kepolisian harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Salah satunya mengembalikan kondisi TPU seperti sedia kala. “Hari Senin (26/2) ini warga sepakat lubang tambang di TPU itu ditutup. Kami minta jaminan dari aparat kepolisian bahwa lubang itu ditutup seperti semula. Kemudian pagar TPU diperbaiki lagi,” kata Nurharyanto, Sabtu (24/2) kemarin.

Menurutnya, perbaikan TPU tersebut harus diinisiasi aparat kepolisian. Pasalnya, pelaku yang saat ini namanya sudah dikantongi aparat kepolisian dapat menekan pelaku agar bertanggung jawab penuh atas perbuatannya. “Karena hanya kepolisian yang bisa berhubungan langsung dengan pelaku. Kami tidak bisa berbicara dan membangun kesepakatan dengan pelaku. Jadi polisi kami harapkan bisa mengomunikasikannya pada pelaku,” harapnya.

Pembongkaran lokasi TPU tersebut sebelumnya tidak mendapat persetujuan dari warga dan pemerintah setempat. Karenanya, Nurharyanto meminta pelaku menanggung seluruh biaya yang akan digunakan untuk mengembalikan lokasi TPU seperti sedia kala.

“Warga tidak mau tahu pendanaan berasal dari pemerintah atau pelaku, yang penting TPU dikembalikan seperti semula. Makanya warga meminta jaminan perbaikan dari aparat kepolisian,” ujarnya.

Sampai Sabtu (24/2) kemarin, TPU tersebut masih dipasang police line. Ia berpendapat, dengan adanya garis polisi tersebut, kuburan sepenuhnya berada dalam tanggung jawab dan kuasa kepolisian. Karenanya, jika ingin diperbaiki seperti semula, harus mendapat persetujuan dari aparat kepolisian. Warga dan tokoh masyarakat setempat sudah menyampaikan pada kepolisian akan segera melakukan perbaikan TPU.

“Warga tidak mau gotong royong untuk memperbaiki TPU itu. Harus di bawah tanggung jawab penambang. Karena biaya untuk memperbaikinya tidak sedikit, warga tidak mau tahu, mereka hanya ingin TPU dikembalikan seperti semula,” tegasnya.

Meski di lokasi yang digali penambang ilegal tersebut tidak terdapat kuburan warga, dia mengaku lokasi tersebut akan digunakan untuk kuburan. Karena itu, langkah cepat dengan mengembalikannya harus segera dilakukan. “Kami tidak tahu, ke depan akan ada warga yang meninggal atau tidak, yang pasti harus segera dikembalikan. Saya dan warga akan mengawasi perbaikan TPU itu,” ujarnya. (*/um)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:10
Polemik Kinibalu

Terkait Polemik Proyek Masjid di Kinibalu, Jaang Akan Konsultasi ke Mendagri?

SAMARINDA – Polemik mengenai pembangunan masjid di lapangan Kinibalu makin berkepanjangan. Bahkan,…

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .