MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Selasa, 27 Februari 2018 17:33
Tekanan Darah Tinggi pada Kehamilan
Penulis: dr. Deti Fitria

PROKAL.CO, Penulis:

dr. Deti Fitria

Angka kematian ibu yang masih tinggi di Indonesia masih menjadi satu masalah yang wajib kita tuntaskan bersama. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia tahun 2017, angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2015 mencapai angka 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini masih jauh dari target Millenium Development Goals (MDGs) yaitu 102 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup.

Tiga penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan (30%), tekanan darah tinggi pada kehamilan (25%), dan infeksi (12%). WHO memperkirakan kasus tekanan darah tinggi pada kehamilan tujuh kali lebih tinggi di negara berkembang daripada di negara maju. Kecenderungan yang ada dalam dua dekade terakhir ini tidak terlihat adanya penurunan yang nyata terhadap angka kejadian tekanan darah tinggi pada kehamilan, berbeda dengan angka kejadian infeksi yang semakin menurun sesuai dengan perkembangan temuan antibiotik.

Tekanan darah tinggi pada kehamilan tidak hanya berdampak bagi kesehatan ibu namun juga pada bayi yang dilahirkan. Ibu hamil yang mengalami tekanan darah tinggi saat hamil dapat meningkatkan risiko mengalami penyakit tekanan darah tinggi, penyakit jantung iskemik, maupun stroke. Sedangkan pada bayi yang dilahirkan dapat meningkatkan risiko bayi lahir sebelum waktunya, persalinan dini, dan pertumbuhan janin terhambat.

Kualitas penanganan dari tekanan darah tinggi pada kehamilan masih beragam di tiap fasilitas kesehatan. Hal ini dikarenakan hingga saat ini, belum ditemukan teori penyebab pasti dari penyakit ini. Maka dari itu, butuh kerjasama menyeluruh antara petugas kesehatan dan juga ibu yang sedang hamil, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala penyakit ini dengan meningkatkan pengetahuan mengenai penyakit ini serta dengan rajin memeriksakan kehamilannya di fasilitas kesehatan terdekat secara rutin.

Seorang ibu dikatakan mengalami tekanan darah tinggi pada kehamilan apabila tekanan darahnya lebih dari sama dengan 140/90 mmHg pada usia kehamilan lebih dari 20 minggu. Selain itu juga ditemukan adanya protein di dalam air kencing ibu, dengan nilai lebih dari +1. Kedua keluhan ini baru muncul dikarenakan kehamilan sang ibu. Dengan kata lain, sebelum hamil sang ibu tidak memiliki keluhan-keluhan tersebut. Gangguan organ yang terjadi tidak hanya ditemukannya protein dalam air kencing, tekanan darah tinggi juga bisa disertai gangguan organ lainnya seperti peningkatan trombosit, gangguan organ hati, sesak, pandangan kabur, sakit kepala, nyeri ulu hati, atau bahkan gangguan pada perkembangan janin.

Pencegahan tekanan darah tinggi pada kehamilan dibagi menjadi 3, yaitu primer, sekunder, dan tersier. Pencegahan primer artinya menghindari terjadinya penyakit. Pencegahan sekunder dalam konteks preeklampsia berarti memutus proses terjadinya penyakit yang sedang berlangsung sebelum timbul gejala atau kedaruratan klinis karena penyakit tersebut. Pencegahan tersier berarti pencegahan dari komplikasi yang disebabkan oleh proses penyakit, sehingga pencegahan ini juga merupakan tata laksana.

Pada upaya pencegahan primer, ibu hamil dapat memeriksakan kandungannya agar petugas kesehatan dapat melakukan skrining terhadap factor risiko yang ada pada ibu. Factor risiko yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi pada kehamilan antara lain usia ibu yang diatas 40 tahun, riwayat persalinan terlalu sering, kehamilan pertama oleh pasangan baru, jarak antar kehamilan yang terlalu dekat, riwayat tekanan darah tinggi pada kehamilan sebelumnya, kehamilan kembar, obesitas sebelum hamil, penyakit gula, penyakit ginjal, dan lain-lain. Faktor risiko yang telah diidentifikasi dapat membantu dalam melakukan penilaian risiko kehamilan pada kunjungan awal pemeriksaan kehamilan.

Pencegahan sekunder dan tersier dilakukan apabila ibu telah memperlihatkan gejala dan tanda tekanan darah pada kehamilan. Dua pencegahan ini biasanya dilakukan secara rutin di fasilitas kesehatan pertama atau rumah sakit dan dilakukan oleh dokter spesialis kandungan dan kebidanan. Dengan kata lain, ibu hamil memiliki peranan penting pada pencegahan primer, dimana sang ibu sendiri lah yang berinisiatif memeriksakan kandungannya untuk mengetahui apakah terdapat factor risiko atau tidak. Sehingga pencegahan sekunder maupun tersier dapat dilakukan lebih awal. Dengan demikian akan menurunkan angka kesakitan maupun kematian di kemudian hari.

Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan ibu hamil terkait penyakit tekanan darah tinggi pada kehamilan ini, dapat pula meningkatkan kewaspadaan ibu terhadap kehamilannya sendiri. Sehingga berdampak baik pada ibu dan bayi, serta menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan anak di Indonesia. (*)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:34

Berakhirnya Madrasah Ramadan

Oleh Lukman M, Redaktur Metro Samarinda  SEMARAK hari raya Idulfitri dirayakan umat Islam di manapun…

Jumat, 08 Juni 2018 01:48

Revitalisasi Semangat Beragama

Oleh Dwiyoga Zakaria NugrahaKetua Bidang Dakwah Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kutai…

Kamis, 07 Juni 2018 01:06

“Urgensi Sifat serta Prilaku Jujur”

Oleh , Fachru Rizal Zami Bidang Keilmuan dan Reset Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kutai…

Senin, 04 Juni 2018 17:08

Ramadan Bulan Persaudaraan

Oleh Subhan  Al Banjari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Timur  Ramadan…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:01

BERLOMBA MENDAPATKAN KEBERKAHAN DI BULAN RAMADAN

( Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd : Ketua 5 PD. Muhammadiyah Kab. Kutai Timur)  Pengertian berkah…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Ketika Allah Menyempurnakan Manusia

Oleh:Apriliannur, S.IP, P.MaSekretaris Pimpinan Daerah 223 Tapak Suci Putera Muhammadiyah-Kab Kutai…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Breakpoint Diaspora Indonesia di Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ujian Keimanan Menuju Insan Bertaqwa

Penulis : Agusriansyah Ridwan , S.IP,M.Si Ketua Majelis Pemperdayaan Masyarakat PDM Kutai Timur …

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .