MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Senin, 05 Maret 2018 19:57
Wisata Berujung Duka

Dua Siswa SD Tenggelam, Satu Meninggal Dunia

DUKA: Korban Adam Sudiro tak dapat tertolong nyawanya akibat tenggelam di Pulau Beras Basah.(POLRES BONTANG FOR BONTANG POST)

PROKAL.CO,  

Wisata yang seharusnya menyenangkan malah berujung petaka. Dua siswa SDN 009 Bontang Selatan terpaksa bertaruh nyawa usai tenggelam di Pulau Beras Basah, Minggu (4/3) kemarin. Satu siswa kondisinya kritis, sementara satu siswa lainnya terpaksa menyerah dengan maut.

=================

ADAM Sudiro (12) dan Muhammad Ihsan (12) adalah dua siswa yang tidak beruntung itu. Bersama ke-30 siswa lainnya dan wali kelas VI B, mereka sejatinya hendak bersenang-senang sebelum menghadapi Ujian Akhir Sekolah (UAS). Namun, musibah justru menghampiri mereka.

Kejadian nahas itu bermula ketika wali kelas yang hanya seorang diri menjaga ke-32 muridnya pergi ke toilet. Sekira beberapa menit ditinggal, kedua korban sudah tenggelam di bibir pantai Pulau Beras Basah.

Kapolres Bontang, AKBP Dedi Agustono melalui Kasat Polair Polres Bontang mengatakan, kedua korban yakni Adam Sudiro dan M Ikhsan sekira pukul 08.00 Wita bersama teman-temannya melakukan renang bersama. Saat sedang bermain, Adam tiba-tiba tenggelam karena tak bisa berenang. “Korban sempat tertolong dan dibawa ke RS Amalia, tetapi nyawanya tidak bisa diselamatkan,” jelas Kamaruddin, Minggu (4/3) kemarin.

Atas kejadian tersebut, polisi pun tak tinggal diam. Sekira pukul 11.00 Wita, Sat Polair Polres Bontang bersama Sat Reskrim Polres Bontang dan Inafis melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Iptu Rihard.

Dijelaskan Rihard, Minggu kemarin sekira pukul 07.30 Wita, rombongan kelas VI B SDN 009 Bontang Selatan sebanyak 32 siswa bersama wali kelasnya AM (48), berangkat dari Pelabuhan Tanjung Laut Indah menuju Pulau Beras Basah. Mereka hendak berwisata di sana, setelah sehari sebelumya AM telah mengumpulkan para orang tua wali siswa untuk mengumumkan hal ini.

“Namun gurunya ini tidak ingat apakah semua orang tua yang hadir mengizinkan anak-anaknya ikut ke Beras Basah. Mereka pun nyewa kapal besar seharga Rp 500 ribu dan sampai di sana jam 08.00-an,” ujarnya.

Sampai di sana, AM mengumpulkan dulu para muridnya untuk diberi arahan dan ditentukan wilayah mana saja yang boleh digunakan untuk bermain. Mengingat kondisi air laut yang sedang pasang dan cukup tinggi. “Maka mereka hanya diperbolehkan bermain di sisi kanan dari dermaga saja,” terang dia.

Guru AM pun masih sempat mengantar anak-anaknya bermain di pantai, dan ada beberapa anak yang bermain bola di bibir pantai. Saat itu, AM pun hendak ke toilet sehingga anak-anak bermain diluar pengawasannya. Tetapi ketika dalam toilet, AM mendengar istrinya teriak memanggil namanya karena ada anak tenggelam. Dengan sigap, AM pun lari ke air untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Saat itu juga, kebetulan ada dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang untuk berpatroli pengamanan hari libur, mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan,” ungkap dia.

Mereka masih di dermaga sambil membereskan peralatannya. Mendengar ada yang teriak tenggelam, mereka pun segera datang untuk memberikan pertolongan. Namun karena air laut terlihat tenang (tidak ada tangan yang melambai), sehingga belum bisa dipastikan siapa yang tenggelam. Akhirnya, AM pun mengumpulkan para muridnya untuk mengecek siapa yang hilang.

“Barulah setelah dicek semua didapatkan satu nama yang hilang, maka langsung dicari arahnya kemana korban tersebut hilang,” ujarnya.

Karena saat itu air laut sedang pasang tinggi hingga mencapai kedalaman 2 meter di bibir pantai, maka pihak BPBD sudah bisa menyesuaikan arus laut untuk memperkirakan hilangnya korban atas nama Adam. “Alhasil, korban pun ditemukan dalam posisi tengkurap di dasar pantai yang kemudian diangkat oleh BPBD untuk diberikan pertolongan pertama. Tetapi korban tak merespon makanya langsung dibawa ke RS Amalia,” bebernya.

“Sampai di rumah sakit, dokter menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia,” sambungnya.

Kejadian tenggelam saat itu ada dua TKP, namun korban satunya yakni M Ikhsan masih bisa diselamatkan dan saat ini sedang dalam perawatan medis.

Sementara untuk wali kelasnya, yakni AM, polisi masih mendalami apakah memang murni kecelakaan atau ada kelalaian. Jarak dari toilet ke TKP sekitar 120 meter. Namun jika dari bibir pantai jaraknya sekitar 60 meter. Beruntung saat dilakukan olah TKP, air laut sednag surut sehingga memudahkan prosesnya. “Hanya saja korban tidak bisa berenang, sementara guru wali kelasnya juga tidak bisa berenang. Jadi kasusnya masih kami dalami,” tutupnya.(mga)


BACA JUGA

Rabu, 26 September 2018 01:51

Semarak Erau Pelas Benua Guntung

BONTANG – Kemeriahan Pesta Adat Erau Pelas Benua Guntung 2018 tersaji dalam acara pembukaan yang…

Rabu, 26 September 2018 01:51

Berusaha Kabur, Tersangka Dihadiahi Timah Panas

Karena berencana kabur, tersangka RR alias Kimel harus merasakan timah panas di betis kanannya. Kapolres…

Rabu, 26 September 2018 01:50

Senggolan Berujung Penikaman

BONTANG – Dipicu bersenggolan saat mendengarkan dentuman musik di dalam Diskotik Hotel Gembira,…

Rabu, 26 September 2018 01:48

NGGA TERIMA..!! Orang Tua Bantah Anaknya Ngelem

BONTANG – Suparman, orang tua salah seorang dari delapan bocah yang terjaring patroli FKPM Kelurahan…

Rabu, 26 September 2018 01:48

Ungkap Masalah lewat Konseling, Beri Solusi dalam Keterbatasan

Kementerian Sosial (Kemensos) RI sejatinya memiliki sederet program bantuan sosial bagi lanjut usia…

Selasa, 25 September 2018 00:31
PT BME

ADA APA INI? PT BME Diserbu Mahasiswa

BONTANG – Melempemnya kinerja PT Bontang Migas Energi (BME) terus mendapat sorotan. Perusahaan…

Selasa, 25 September 2018 00:30
Pemilu 2019

Maju Caleg, Wartawan Diminta Mundur

BONTANG – Pemilu legislatif (Pileg) 2019 menjadi ajang warga Indonesia mengajukan diri untuk menjadi…

Selasa, 25 September 2018 00:28
Pemilu 2019

LADK Empat Parpol Dinyatakan Lengkap

BONTANG – Hingga kemarin sore, dari 16 partai politik (parpol) peserta pemilu, baru empat parpol…

Selasa, 25 September 2018 00:27

Oknum Pemilik Sarang Walet di Telihan Bandel

“Awalnya segel dengan pelang, tetapi dibuka oleh pemiliknya, lalu kami segel dengan kunci gembok,…

Selasa, 25 September 2018 00:25

Mubalig yang Jadi Anggota Dewan, Berdakwah Jadi Jalan Hidup

Karakter religius sangat melekat pada sosok Abdul Malik. Selain dikenal sebagai seorang anggota DPRD…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .