MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 08 Maret 2018 00:23
Dapat Info Sekolah Tolak Siswa karena Tak Lampirkan KIA, Disdukcapil Surati Disdik
JANGAN DITOLAK: Kadisdukcapil Kutim, Januari HPLA memperlihatkan KIA.(Foto Dhedy/Sangatta Post )

PROKAL.CO, SANGATTA- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim meminta Kartu Identitas Anak (KIA) tak dijadikan syarat wajib pendaftaran bagi siswa baru. Hal ini disampaikan lantaran terdengar kabar beberapa sekolah menolak siswa baru hanya gara-gara tak memiliki KIA. 

"Ada kabar jika sekolah mewajibkan KIA. Makanya, kami himbau agar sekolah tidak mewajibkan. KIA belum menjadi kewajiban sebagai salah satu syarat pendaftaran," jelas Kadisdukcapil, Januar Herlian Putra Lembang Alam, saat disambangi Sangatta Post, di ruang kerjanya Rabu (7/3) kemarin.

Tidak hanya menghibau secara lisan, akan tetapi pihaknya sudah bersurat secara langsung kepada Dinas Pendidikan (Disdik). Dengan harapan, imbauan ini bisa diteruskan kepada semua sekolah. Sehingga, sekolah tak lagi menerapkan KIA sebagai jaminan masuk sekolah bagi siswa.

"Kami sudah surati Disdik agar memberitahukan kepada semua sekolah. Inti isi surat tersebut ialah KIA tidak wajib bagi siswa yang akan masuk sekolah," katanya.

Hal ini bisa saja diterapkan. Asal, semua anak-anak di Kutim sudah memiliki KIA. Tentu saja hal itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan tahapan yang panjang.

"Kami terbatas anggaran. SDM kurang. Tinta untuk mencetak KIA terbatas. Jadi mana bisa cepat. Butuh tahapan. Makanya, kami minta jangan terapkan mewajibkan KIA," pintanya.

Untuk saat ini saja, pelayanan percetakan KIA dihentikan untuk sementara. Seperti alasan sebelumnya, semua karena keterbatasan SDM, alat, dan tinta.

"Jadi pembuatan KIA dipending. Kami hanya fokus untuk percetakan KTP saja. Karena sebentar lagi mau Pilgub (Pemilihan Gubernur). Khawatir, tinta kami kehabisan," katanya.

Meskipun begitu, pihaknya tidak membatasi permohonan percetakan. Masyarakat tetap dipersilahkan mengajukan permohonan pembuatan KIA. Semua akan diproses mana kala tinta tercukupi dan atau usai berlangsungnya pesta demokrasi.

"Silahkan ajukan. Yang berhak membuat KIA ialah mereka yang berumur 0 sampai di bawah umur 17 tahun. Semua akan kami proses," katanya.

Disinggung masalah jumlah anak yang sudah memiliki KIA, Januar menjelaskan sudah sebanyak 17. 683 jiwa. Ini belum termasuk yang mengajukan.

"Data ini sejak tahun 2017 sampai Bulan Februari 2018. Jadi semua berjalan lancar saja. Hanya tinta saja yang sedikit bermasalah. Kalau belangko KIA aman," katanya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .