MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Maret 2018 00:08
Ditarik Retribusi, Pedagang Bingung

Ngaku Belum Terima Sosialisasi, Butuh Perhatian Disperindag

RETRIBUSI: Pedagang dan konsumen sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Sangatta Selatan, Senin (12/3).(Dok/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA – Sejumlah pedagang di Pasar Sangatta Selatan (Sangsel) mengeluhkan penarikan retribusi sebsar Rp 2 ribu per hari. Mereka merasa kebingungan uang itu akan dikemanakan. Pasalnya tidak pernah ada penjelasan dari kepala desa (kades), selaku penanggung jawab penarik retribusi.

Saat dikonformasi, Kades Sangatta Selatan Sjaim mengungkapkan ia telah mendengar keluhan dari pedagang. Dirinya membenarkan penarikan retribusi di pasar tersebut dilakukan setiap hari oleh kepala pengelola pasar. Menurutnya aturan tersebut tidak serta merta diterapkan tanpa dasar. Namun sudah diatur dalam Perdes No 1 Tahun 2017 tentang Pungutan Admin Desa.

"Penarikan benar adanya, setiap hari ditarik oleh kepala pasar. Kemudian sekira dua juta per bulan namun dikurangi dengan biaya operasional pasar, dan sisanya itu yang dimasukan ke desa," katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/3).

Selain itu ia mengatakan penarikan retribusi tersebut kembali digunakan untuk kebutuhan pasar setiap bulan. Seperti pembayaran PDAM, uang kebersihan, dan jika ada kegiatan di pasar akan menggunakan anggaran tersebut.

"Banyak sekali kegunaan uang tersebut. Namun banyak pedagang tak menyadarinya. Seperti bayar air untuk kamar mandi umum yang ada di pasar, uang kebersihan, dan jika ada gotong royong di seluruh wilayah pasar, maka dana tersebut digunakan untuk operasional," jelasnya.

Sekretaris Desa Sangatta Selatan Efendi, mengatakan dilakukannya penarikan retribusi hanya untuk mempertahankan eksistensi pasar di daerah tersebut. Pasalnya pemerintah kabupaten tidak lagi melakukan pengawasan. Sehingga operasiaonal dan teknis dikelola sepenuhnya oleh desa.

"Sekarang pemerintah, khususnya pemegang tanggung jawab pasar tidak lagi mengontrol kami. Dulu memang ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang mengawasi. Sekarang tidak ada lagi. Jadi semua itu murni desa yang kelola demi bertahannya pasar di sini," kata Efendi.

Menurutnya pihak desa sudah berupaya mengundang Disperindag untuk mediasi. Hal tersebut bertujuan untuk meminta penjelasan dan perhatian dari pemerintah.

"Kami sudah berupaya meminta mereka datang untuk rapat. Tetapi selalu saja diabaikan. Terakhir 2017 lalu kami mencoba kembali, tapi hasilnya sama saja. Mereka hanya meminta pada kami untuk mengelola pasar tersebut," ujarnya.

Kepala Pasar Sangsel, Ali menceritakan dirinya yang melakukan penarikan setiap harinya. Hal tersebut pun ia lakukan semata untuk membayar penjaga keamanan dan kebersihan. Selain itu, jika ada jalan yang berlubang, mereka memperbaikinya. Menimbun dengan batu merah memakai uang tersebut. Ia pun memaparkan pendapatannya per hari tidaklah banyak. Namun harus dicukupkan untuk dibagi sesuai kebutuhan.

"Penarikannya memang dilakukan setiap hari, tapi hasilnya tidak banyak. Karena tidak semuanya kami tarik, paling yang melapak di tanah saja. Yang tokonya milik sendiri tidak mau dimintai. Kita juga tidak bisa memaksa. Selain itu, penghasilan paling banyak hanya Rp 160 ribu rupiah saja. Itupun harus memenuhi kebutuhan harian dan bulanan," tutupnya. (*/la)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Caleg Wajib Lapor Akun Medsos untuk Kampanye


Sabtu, 22 September 2018 00:05

Persediaan Ribbon di Kutim Menipis

SANGATTA - Persediaan ribbon di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kutim semakin menipis.…

Sabtu, 22 September 2018 00:03

Cegah Narkoba, Ratusan Tentara Tes Urine

SANGATTA - Sebanyak 120 personel Kodim 0909/Sgt Kutim menjalani tes urine. Tes tersebut dilakukan dengan…

Jumat, 21 September 2018 00:16
Info CPNS

Formasi CPNS Untuk Lulusan SMA Dihapuskan

SANGATTA - Ribuan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kutim, sedikit banyaknya merasa kecewa…

Jumat, 21 September 2018 00:15

Pengusaha: Bangunan Sarang Walet Berjumlah 2800

SANGATTA - Pemkab Kutim dan pengusaha berbeda data terkait jumlah bangunan sarang walet di Kutim. Pemkab…

Jumat, 21 September 2018 00:15
Rubela

Tak Ada Laporan Satupun Terkait Dampak Negatif Vaksin Campak dan Rubella (MR) di Kutim

SANGATTA – Sampai saat ini di Kutim, belum ada satupun laporan terkait warga yang terkena dampak…

Jumat, 21 September 2018 00:14

20 Persen Warga Belum Rekam KTP El

SANGATTA - Sanksi tegas telah disiapkan pemerintah, bagi warga yang belum melakukan perekaman KTP-el…

Jumat, 21 September 2018 00:13

Sudah Ditangkap, Buaya Selangkau Itu Sukses Melarikan Diri

SANGATTA – Buaya berukuran tubuh 3 meter yang berhasil ditangkap warga, di Muara Selangkau, Desa…

Jumat, 21 September 2018 00:13
Pemilu 2019

Bawaslu Tegaskan Parpol Taat Pasang APK, Melanggar Akan di Sidang Acara Cepat

SANGATTA - Bawaslu menegaskan pada seluruh Partai Politik (Parpol) untuk taat dalam pemasangan Alat…

Jumat, 21 September 2018 00:12

DPRD Nasehati Pemkab Kutim

SANGATTA - DPRD Kutim Rabu (20/9) kemarin kembali menggelar Rapat Paripurna Pandangan Umum Fraksi-Fraksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .