MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Maret 2018 00:08
Pasar Tak Miliki Tempat Sampah

Beberapa Tahun Pinjam Lahan Kosong

KEBERSIHAN: Pedagang dan konsumen sedang melakukan transaksi jual beli di Pasar Sangatta Selatan, Senin (12/3).(Dok/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA - Tempat pembuangan sampah menjadi permasalahan di pasar Sangatta Selatan. Pasalnya sudah lebih dari 10 tahun pasar tersebut beroperasi, namun hingga saat ini belum memiliki Tempat Pembuangan Sementara (TPS).

Kepala Desa Sangatta Selatan, Sjaim mengungkapkan dirinya masih merasa kebingungan perihal masalah tersebut. Beberapa upaya telah dilakukannya. Dirinya menceritakan TPS di wilayahnya sudah lebih dari 10 kali direlokasi. Hal tersebut dikarenakan komplain dari warga setempat yang merasa terganggu.

"Sebenarnya perihal tempat sampah sementara di pasar itu dulunya ada. Namun banyak warga yang protes karena merasa terganggu akibat aroma tidak sedap. Kemudian kami pindahkan lagi hingga lebih dari 10 kali," ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/3).

Ia mengatakan sudah menyewa lahan kosong yang terbilang jauh dari pemukiman warga. Hal tersebut merupakan pelajaran dari tahun-tahun sebelumnya, agar tidak dikomplain terus-menerus.

"Kami mencoba menyewa lahan, walapun biaya perawatannya terhitung mahal. Pasalnya hanya daerah tersebut yang jauh dari pemukiman warga. Wilayah yang terletak di jalan pertanian tersebut berjarak sekitar tiga kilo meter dari pasar. Kawasan tersebut merupakan rawa-rawa yang ditimbun tanah dan dijadikan tempat sampah sementara," ucapnya.

Lahan berukuran 4X6 meter tersebut hanya dipinjam pakai saja oleh desa. Sjaim berencana ingin membeli tanah tersebut. Namun pemilik lahan tidak ingin menjualnya.

"Kami ingin sekali membelinya, supaya jelas kepemilikannya. Tidak ada tuntutan apapun dikemudian hari. Namun pemilik lahan strategis tersebut tidak ingin menjualnya. Jadi sampai saat ini kita hanya pimjam saja," katanya.

Dirinya berharap pemerintah dapat memerhatikan kebutuhan mereka. Pasalnya, minimnya perhatian dari pemkab menjadi kendala baginya. Menurutnya tidak adanya kucuran anggaran sama sekali.

"Saya sangat berharap pemerintah dapat melirik kondisi pasar kami. Karena tidak ada sama sekali perhatian yang mereka berikan, maka kami melalukan penarikan uang untuk membayar kebersihan," katanya. (*/la)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .