MANAGED BY:
KAMIS
20 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Selasa, 13 Maret 2018 00:09
Jalan Sangatta Masih Gulita
MASIH PADAM: Petugas sedang memperbaiki lampu jalan di kawasan Bukit Pelangi, Sangatta Utara. (DOK/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA – Listrik di Sangatta terlebih Kutim masih jauh dari harapan. Salah satunya dalam masalah penerangan lampu jalan.

Kalau malam, di Sangatta masih redup, kecuali Kawasan Perkantoran Pemkab di Komplek Bukit Pelangi, Sangatta Utara.

Pantauan media ini, lampu jalan selalu redup setiap malam di sebagian besar Kawasan Kecamatan Sangatta Selatan dan Sangatta Utara.

Pada jalan utama di Sangatta, yakni sepanjang Jalan Yos Sudarso I, II, III, IV, lampu jalan tidak menyala full setiap malam. Justru lebih terang lampu dari rumah-rumah warga, maupun pertokoan.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang tidak menampik fakta tersebut ketika ditanya oleh awak media ini usai agenda coffee morning, kemarin (12/3).

“Ya, lampu jalan itu memang masih redup kalau malam. Listrik itu kami bayar,” ujarnya singkat.

Sementara itu, pantauan media ini, lampu jalan di kawasan perkantoran Bukit Pelangi kerap menyala terang-benderang. Itu dikatakan Kasmidi karena ada alasan khusus.

“Di Bukit Pelangi itu kami nyalakan lampunya supaya Perkantoran Pemkab tak diganggu orang jahil. Sebab, banyak barang berharga di kantor-kantor,” ungkap lelaki yang juga mantan anggota DPRD Kutim itu.

Terpisah, Kepala PLN Rayon Sangatta Poniman mengakui lampu jalan merupakan hasil dari pembayaran pajak dari masyarakat, yakni pajak penerangan jalan (PPJ).

Jalur pajak itu, dari masyarakat ke PLN, lalu dibayarkan ke Pemkab Kutim. Jadi, itu merupakan tanggung jawab Pemkab.

“PPJ itu merupakan unsur dari PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga, sehingga penggunaannya diatur Pemkab,” ulasnya, saat ditemui di Tanjung Bara, Sangatta Utara, saat menghadiri suatu acara, Kamis (8/3).

Bila ada pihak yang meminta untuk dipasang lampu penerangan jalan, lanjut Poniman, bisa langsung menghubungi ke instansi bersangkutan.

Ketua Komisi D DPRD Kutim Angga Redi menduga ada sesuatu yang tidak beres dalam hal tersebut. Sebab, masyarakat selalu membayar listrik, dan langsung menjadi satu rangkap dengan biaya pajak.

Seharusnya, hasil dari membayar pajak itu bisa dilihat dengan lampu penerangan jalan. Namun, ini justru sebaliknya.

Dia mengatakan, lampu penerangan jalan seharusnya lebih diutamakan untuk dinyalakan di kawasan permukiman, yakni di jalur utama Sangatta, Jalan Yos Sudarso dan sekitarnya. Bukan di kawasan Bukit Pelangi yang minim kegiatan pada malam.

“Bila menyala dapat mengantisipasi kecelakaan, maupun tindak kejahatan. Ini akan kami kordinasikan dengan pemkab, jangan sampai pajak tersebut tidakdisalahgunakan,” pungkasnya. (dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .