MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 14 Maret 2018 00:22
WADUH!!! Pengidap Gangguan Jiwa di Bontang Makin Banyak

LK3 Keluhkan Birokrasi yang Rumit

DITANGANI: Tim LK3 Bontang saat menemani salah satu pengidap gangguan jiwa untuk perekaman biometrik di Disdukcapil Bontang.(IST)

PROKAL.CO, BONTANG - Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Bontang semakin tahun makin meningkat. Selama 3 tahun terakhir ini, jumlah ODGJ di Bontang sudah mencapai 65 orang. Sementara itu, penanganannya masih terbentur dengan birokrasi. Sehingga menjadi salah satu keluhan tim Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang.

Dari data yang dimiliki Dinas Sosial Kota Bontang dalam hal ini LK3 Bontang, mulai tahun 2015, 2016 dan 2017 jumlahnya memang sudah 65 orang. Tetapi jumlah tersebut dijelaskan Pegawai Sosial (Peksos) Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (Dissos-P3M) Kota Bontang Suratmi, tidak termasuk di ODGJ yang baru ditemukan di tahun 2018.

“Tahun 2018 belum terekap, untuk jumlah ODGJ selama tiga tahun terakhir, di 2015 ada 28 orang, 2016 ada 18 orang dan 2017 ada 24, sehingga total ada 65 orang,” jelas Suratmi, Selasa (13/3) kemarin.

Sementara penanganan ODGJ sendiri, dijelaskan Suratmi, banyak  suka dukanya. Pasalnya penanganan ODGJ tidaklah sama dengan orang normal, harus ekstra sabar dan lebih sabar terhadap klien. Selain itu juga harus ekstra mawas, karena ditakutkan sewaktu-waktu akan kambuh penyakitnya.

Hal ini diakui Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Indah Bripka Mulyono, dan tim penjangkau LK3 Tri Lelonowati, saat membawa satu kliennya ODGJ ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bontang untuk perekaman biometrik, Selasa (13/3) kemarin.

Saat membawa salah satu klien ODGJ, yang tidak diketahui asal usulnya dari mana, dan siapa namanya ini, tim LK3 agak kesulitan.

Dari pantauan media ini yang ikut dalam tindakan LK3 terhadap ODGJ, klien laki-laki (ODGJ) dijemput di simpang tiga Pasar Rawa Indah, untuk dibawa ke Disdukcapil guna perekaman biometrik, agar tahu asal usul klien dari mana.

Sayangnya, saat tim LK3 sampai di Disdukcapil, terjadi miss komunikasi, dan tim LK3 diminta melakukan perekaman biometrik ke Kecamatan Bontang Utara. Sehingga tim LK3 pun beranjak pergi ke Kecamatan Bontang Utara. Begitu sampai di kecamatan, lagi-lagi tim LK3 yang membawa ODGJ ini ditolak, dan diminta ke Disdukcapil, lantaran di kecamatan tidak bisa lakukan perekaman biometrik.

Setelah agak lama di “ping-pong”, akhirnya ODGJ bisa perekaman di Disdukcapil.

Dikatakan Tri Lelonowati, perekaman biometrik dilakukan  untuk memudahkan pelayanan LK3. Selain itu, jika diketahui bahwa ODGJ tersebut adalah penduduk Bontang, maka akan dibuatkan Jamkesda. Dan seandainya dari data biometrik diketahui ODGJ tersebut warga dari kota lain, maka pihak LK3 akan berkoordinasi dengan dinas sosial kota asal ODGJ tersebut, dan ODGJ akan dipulangkan ke daerah asalnya. “Kalau tidak terdata sama sekali, maka kami akan meminta pihak RT dan lurah membuatkan KTP, sehingga kami bisa membuatkan Jamkesda,” ujar Tri.

Kondisi birokrasi yang ribet ini dikeluhkan oleh Bhabinkamtibmas Tanjung Laut Mulyono, yang ikut pendampingan ODGJ dari awal ditemukan.

Menurut Mulyono, kondisi birokrasi yang serba kaku sering ia jumpai saat melakukan pendampingan klien LK3.

“Saya dapat laporan ada ODGJ dari warga, Kalau tidak ada penanganan atau tidak ada rasa peduli dari pihak terkait tentu jadi keresahan, sehingga kami ada wadah lintas sektoral LK3 yang didalamnya ada beberapa instansi,” kata Mulyono.

Namun, lanjutnya, ketika ada penanganan klien, kadang birokrasi itu timpang dan tidak ada perhatian dari mereka (instansi terkait). “Jujur saya katakan, dalam penanganan permasalahan sosial ODGJ selalu dihadapkan namanya birokrasi, yang tidak ada rasa peduli dan tidak pernah merasakan di lapangan, ini justru menghambat penanganan ODGJ,” keluhnya. (mga)


BACA JUGA

Minggu, 16 Desember 2018 20:46

Porprov Berakhir, Omzet Rumah Makan Anjlok

SANGATTA - Berakhirnya pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim…

Minggu, 16 Desember 2018 20:43

Punya Identitas, ODGJ Bisa Memilih

BONTANG – Informasi terkait tercantumnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ)…

Minggu, 16 Desember 2018 20:42

Bukannya Sekolah, Malah Ngoteng

BONTANG – Kenakalan remaja seperti ngelem, ngoteng, serta ngaldo masih…

Minggu, 16 Desember 2018 20:40

Berbagi di Hari Juang Kartika

BONTANG - Hari Juang Kartika diperingati seluruh Korps TNI AD, termasuk…

Minggu, 16 Desember 2018 20:38

Parkiran Lang-Lang Bakal Ditarik Retribusi

BONTANG – Mulai Senin (17/12) pengunjung Stadion Bessai Berinta tak…

Minggu, 16 Desember 2018 20:35

Volume Sampah Meningkat

BONTANG – Volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir…

Minggu, 16 Desember 2018 20:32

Bonus Atlet Mengacu Aturan Pemprov

BONTANG – Atlet peraih medali perak dan perunggu mesti lebih…

Minggu, 16 Desember 2018 20:31

2.500 KTP- el Dibakar BONTANG

Sebanyak 2.500 KTP-el yang rusak dibakar di halaman Kantor Dinas…

Minggu, 16 Desember 2018 20:30

DPRD Usulkan Dibagikan Januari

BONUS peraih medali Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) masih dalam pembahasan.…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:23

Impikan Beras Basah Serupa Maladewa

BONTANG – Pembenahan Pulau Beras Basah hampir rampung. Destinasi wisata…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .