MANAGED BY:
SELASA
22 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 15 Maret 2018 00:02
Wali Kota Hadiri Musrenbang Kecamatan Bontang Utara

Harapkan Semua Usulan Bisa Terealisasi di Tahun 2019

HADIRI MUSRENBANG: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat menyampaikan sambutannya dan membuka acara Musrenbang Tingkat Kecamatan Bontang Utara di Rujab Wali Kota, Selasa (13/3) kemarin.(ADI/HUMAS PEMKOT BONTANG)

PROKAL.CO, BONTANG – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menghadiri acara musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Bontang Utara. Diharapkan semua usulan yang dikemukakan di musrenbang bisa terealisasi di tahun 2019 mendatang. Pasalnya, Neni memprediksikan tahun 2019 APBD Bontang bisa naik menjadi Rp 1,3 triliun.

Acara yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, dihadiri oleh Ketua DPRD Bontang Nursalam, serta para anggota dewan dari daerah pemilihan Bontang Utara. Diantaranya Wakil Ketua DPRD Bontang Faisal, Ketua Komisi 1 Agus Haris, Ketua Komisi II Ubaya Bengawan, Ketua Komisi III Rustam, anggota DPRD Arief, Sulhan, Daniel dan Setyoko Waluyo. Hadir juga Camat Bontang Utara Zemmy Hasz, serta para kepala OPD atau yang mewakili kepala OPD.

Laporan Tim Penyelenggara Musrenbang Tingkat Kecamatan Bontang Utara, Kaduppa dalam laporannya mengatakan, usulan musrenbang dihasilkan dari rembug warga di masing-masing RT, hingga berlanjut ke musrenbang tingkat kelurahan dan diteruskan ke tingkat kecamatan hingga tingkat kota.

Setiap usulan pun, dikatakan dia akan mensinergikan dengan pokok pikiran (pokir) anggota DPRD Bontang yang diselaraskan dengan visi misi Pemkot Bontang yakni Smart City, Green City, dan Creative City.

“Dari 6 kelurahan terdapat 295 usulan yang masuk ke tingkat musrenbang kecamatan Bontang Utara. Kami berharap usulan yang dihasilkan dari rembug warga di masing-masing kelurahan dapat direalisasikan OPD terkait juga pokir dewan,” jelas Kaduppa di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Selasa (13/3) kemarin.

Camat Bontang Utara, Zemmy Hasz mengatakan, musrenbang tingkat kelurahan sudah banyak dihadiri anggota DPRD Bontang. Melihat semua anggota DPRD Bontang dari daerah pemilihan Bontang Utara hadir dalam musrenbang tingkat kecamatan tentu membuatnya bangga.

Disebutkan bahwa, usulah warga itu ada sebanyak 300 usulan. Tetapi yang bisa diakomodir hanya 295 mengingat beberapa kelurahan tidak mengusulkan di bidang sosial dan ekonomi. Padahal menurutnya, bidang sosial dan ekonomi juga sangat penting.

“Tetapi tidak masalah, yang penting apa yang diusulkan bisa disinergikan dalam rangka mewujudkan visi misi kota Bontang,” ujarnya.

Terdapat dua keluhan di Kecamatan Bontang Utara, Zemmy menyebut yang pertama ialah banjir di wilayah Kelurahan Api-Api dan kebakaran di wilayah Kelurahan Loktuan. Sehingga diharapkan terdapat UPT Pemadam Kebakaran di wilayah Loktuan.

“Mudah-mudahan nanti bisa diakomodir,  baik dari DPRD dan Pemkot Bontang,” kata Zemmy.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang juga sekaligus membuka acara Musrenbang tingkat Kecamatan Bontang Utara mengutarakan apresiasinya, dari apa yang disampaikan tim delegasi dan camat terkait harapan-harapannya.

Hari Selasa kemarin merupakan Musrenbang tingkat kecamatan yang terakhir setelah Bontang Selatan dan Bontang Barat. Dari semua usulan, hampir rata-rata 90 persennya ialah infrastruktur. Artinya, dari APBD Bontang yang ada saat ini setelah memotong 20 persen untuk pendidikan, 10 persen untuk kesehatan dan belanja tak langsung sebanyak 47 persen, maka akan tersisa 20 persen. Diharapkan dari 20 persen tersebut bisa mengakomodir yang sangat prioritas diusulkan.

“Tahun ini, anggaran untuk musrenbang ada Rp 10 miliar, dan pokir dewan sebanyak Rp 50 miliar jadi totalnya ada Rp 60 miliar. Semua yang sudah terencana dan bersifat Penunjukkan Langsung (PL) sudah terakomodir dari pokir,” ungkapnya.

Dikatakan Neni, memang dari APBD Bontang Tahun Anggaran 2018 apa yang telah direncakan tidak bisa terakomodir semua. Namun demikian, Neni merasa APBD Bontang yang hanya Rp 1,1 triliun tersebut sangatlah berkah. Karena sudah terdapat 4 kantor lurah yang selesai dibangun dari anggaran APBD Bontang. Walaupun yang namanya visi misi itu dikatakan Neni tidak mutlak harus tercapai. Tetapi pihaknya memiliki capaian indikator musrenbang untuk tahun 2019.

“Kalau APBD Bontang tahun 2019 naik menjadi Rp 1,3 triliun, maka kami punya ruang viskal lebih. Tetapi saya selalu bersyukur Insya Allah APBD yang sedikit ini bisa menjadi berkah sekali, karena banyak proyek strategis yang berasal dari pusat,” pungkasnya.(mga)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 20:57

Rusunawa Rampung Akhir Tahun 2015

<p style="text-align: justify;">BONTANG - Proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*