MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Selasa, 20 Maret 2018 00:12
Ananda Belahan Hati Bunda
OLEH: DAHLAN ISKAN

PROKAL.CO, OLEH: DAHLAN ISKAN

Saya menyesal tidak memotret kondisi rumah sakit ini 12 tahun lalu. Sungguh beda dengan hari ini. Saat saya kembali harus ke sini untuk check rutin tiap enam bulan sekali. Bukan hanya fisiknya tapi juga sistemnya.

Sekarang RS Diyi Zhongxin di Tianjin ini (150 km sebelah timur Beijing) sudah punya Apps. Pasien bisa download, lalu memasukkan nama dan nomor pasien.

Semua hasil laboratorium, CT scan dan MRI bisa dilihat sendiri di HP. Lalu, kalau mau, bisa di-print sendiri.

Padahal di Surabaya, kalau saya ke laboratorium, hasilnya bisa dikirim dengan email saja sudah senang sekali. Tinggal forward ke dokter atau ke rumah sakit terkait.

Rumah sakit ini terdiri dari dua bangunan tinggi: lama dan baru.

Dua belas tahun lalu, saat saya pertama kali tiba di rumah sakit ini, hanya bangunan baru yang 17 lantai ini yang terlihat modern dan bersih.

Inilah yang dijadikan pusat transplantasi liver. Kalau naik lift di gedung baru ini terasa ngeri-kagum. Di tiap nomor lantainya tertulis: transplant center. Dalam bahasa Mandarin dan Inggris.

Kemarin dulu (Kamis 15 Maret 2018), saat saya antre CT Scan saya terbengong: seorang wanita paruh baya menggendong bayi 3 bulan. Dia duduk di sebelah saya. “Saya neneknya,” kata wanita itu.

Dia melihat saya ragu masak dia ibunya. Bayi itu kelihatan lemah. Akan di CT Scan juga. Ternyata bayi itu punya masalah liver. Harus transplan juga.

Bayi tiga bulan akan ditransplant? “Sekarang umur berapa saja sudah bisa ditransplan,” ujar suster yang mendampingi saya.

Dulu, rasanya, harus menunggu seorang bayi harus berumur paling tidak dua tahun.

Mana ibunya? “Lagi menjalani pemeriksaan di sana,” katanya sambil wajahnya menoleh ke tempat lain.

Pemeriksaan terhadap ibunya itu diperlukan karena, menurut rencana, hati bayi itu akan diganti dengan cuilan hati ibunya. Kebetulan hati bapaknya tidak cocok. Golongan darahnya tidak sama.

Ukuran hati seorang bayi tiga bulan tentu belum besar. Maka hati ibunya nanti hanya akan diambil sedikit saja. Boleh dikata secuil saja. Seberapa kecil cuilan itu tergantung pada hasil pemeriksaan.

Salah satu keuntungan melakukan transplan pada bayi adalah: hatinya masih kecil. Tidak sampai diperlukan separo hati ibunya. Bahkan seperempatnya pun mungkin tidak sampai.

Beda dengan kalau anak itu sudah dewasa. Mungkin memerlukan separuh sendiri hati ibunya.

Setelah terpasang di bayi, secuil hati ibunya nanti akan tumbuh membesar bersamaan dengan pertumbuhan bayi. Menjadi seperti ukuran hati normal. Sedang hati ibunya yang dicuil itu akan utuh kembali seperti sedia kala. Hanya dalam waktu tiga bulan.

Bangunan lama di RS ini, terdiri 17 lantai dan tiga wing, adalah rumah sakit umum. Kini juga sudah terlihat bersih dan tersistem.

Beberapa pemeriksaan saya, seperti scan untuk tulang dan paru, dilakukan di bangunan lama. Semua interior sudah dirombak. Mesin-mesin mirip ATM banyak berjajar di berbagai sudut.

Ternyata itu mesin otomatis untuk cetak hasil MRI atau CT Scan. Pasien yang baru saja menjalani MRI atau CT Scan tinggal tunggu setengah jam: bisa cetak sendiri film hasil CT Scannya.

Di setiap samping pintu pemeriksaan juga ada barcode. “Untuk apa itu?” tanya saya. Ternyata buat cek siapa saja suster yang masuk ke ruang itu.

Setiap kali saya ke RS ini selalu saja melihat kemajuan ke arah modernisasi. Saya tidak akan lupa betapa kumuhnya lingkungan RS ini dulu.

Di depan gerbang gedung baru ini, dulu, misalnya, masih ada seonggok raksasa mesin tua dengan suaranya yang terengah-engah. Itulah mesin boiler untuk memproduksi air panas. Untuk kepentingan rumah sakit.

Bahan bakarnya masih batu bara. Maka di depan pintu gerbang itu kotornya bukan main. Rusuhnya tumpukan batu bara masih diperparah oleh cecerannya.

Saya menyesal dulu tidak memotretnya. Kanker hati saya yang gawat saat itu telah membungkam jiwa jurnalistik saya. (dis)


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 00:09

Ganti Presiden? Kenapa Tidak!

Catatan Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post  Tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden sedang ramai…

Minggu, 15 April 2018 00:00

Tafsir Baru Usep

Oleh: Dahlan Iskan Inilah satu jenis tafsir Alquran yang baru terbit. Dikhususkan untuk kalangan sarjana.…

Kamis, 12 April 2018 00:04

Media Sosial Makin Tak Aman

Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar (Redaktur Pelaksana Bontang Post)  BOCORNYA 87 juta data pengguna…

Kamis, 12 April 2018 00:04

Bangkit Setelah Gagal di Dolly

OLEH DAHLAN ISKAN Saya sudah terkesan sejak mengenalnya. Tiga tahun lalu. Sejak dia menjabat Ketua Badan…

Minggu, 08 April 2018 00:00

SARA yang Merajalela

Oleh: Lukman Maulana Redaktur Bontang Post  BELAKANGAN ini puisi berjudul “Ibu Indonesia”…

Rabu, 28 Maret 2018 23:59

Antara Pembasuhan Kaki dan Kamis Putih

Oleh Adiel Kundhara Wartawan Bontang Post  TAK terasa esok hari umat Kristiani akan memperingati…

Minggu, 18 Maret 2018 00:08

Pedicure Terpaksa

Oleh: Dahlan Iskan  Kalau bukan karena setiap hari harus menulis, saya tidak akan ke kios ini:…

Kamis, 15 Maret 2018 00:21

Awas, Kritik DPR Bisa Dipidana

Oleh: Muhammad Zulfikar Akbar (Redaktur Pelaksana Bontang Post)  UNDANG-undang tentang MPR, DPR,…

Kamis, 15 Maret 2018 00:21

Atas Nama Pengabdian (2-Habis)

Oleh: Mubin Wartawan Metro Samarinda Meski Long Bagun adalah ibu kota Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu),…

Rabu, 21 Februari 2018 00:19

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

Oleh Dahlan Iskan  Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian ditest…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .