MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Rabu, 21 Maret 2018 00:18
HMMM!!! Menolak Diberi Modal Usaha, Tiga KK Pilih jadi Keluarga Pengemis

Sudah Dua Tahun Eksploitasi Anak

TANGKAP: Seorang bocah tertangkap tangan tengah mengemis di Taman Bersemi.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

PROKAL.CO,  

SANGATTA- Sungguh aneh,  tiga Kepala Keluarga (KK)  jauh-jauh dari pulau Sulawesi merantau ke Kutim hanya untuk menjadi pengemis jalanan. Parahnya,  semua anaknya menjadi garda terdepan untuk meminta belas kasihan. Paling kecil berumur dua tahun.  Orang tua yang dirahasiakan nama dan tempat tinggalnya tersebut dengan tega mengeksploitasi anaknya yang masih di bawah umur.

Padahal,  apa yang dilakukannya tersebut bertentangan dengan hukum dan tentunya memiliki konsekuensi tegas.  Undang-Undang Perlindungan Anak (UU No. 23/2002 yang direvisi melalui UU No. 35/2014)  menyebut dua pasal tentang larangan melakukan eksploitasi seksual dan eksploitasi ekonomi pada anak, yaitu pasal 76 huruf I dan pasal pasal 88 dengan ancaman hukuman penjara maksimum 10 tahun dan atau denda paling banyak Rp 200 juta.

"Jadi ada sanksi pidana pagi yang mengeksplorasi anak di bawah umur," ujar Kepala Bidang Rehabilitasi, Dinas Sosial (Dissos) Ernata Hadi Sujito, Selasa (20/3) kemarin.

Berdasarkan hal itu,  Dissos langsung mengamankan anak-anak tersebut. Kemudian,  menyambangi kedua orang tuanya.  Tujuannya,  untuk memberikan nasehat sekaligus ancaman jika tetap mempekerjakan anaknya  mengemis.

"Sasaran ngemisnya di Taman Bersemi,  ATM,  dan beberapa toko modern. Tetapi pada saat kami tangkap di Taman Bersemi," kata Ernata.

Nampaknya nasehat tersebut tak diindahkan.  Pihaknya masih saja menjumpai anak tersebut di beberapa ATM.

"Tetapi kami tidak patah semangat.  Kami  tawarkan  kepada orang tuanya agar tiga  anaknya tersebut disekolahkan.  Dimasukkan ke dalam pesantren atau panti.  Sedangkan orang tuanya kami berikan modal usaha," katanya.

Tetapi tawaran tersebut ditolak.  Orang tuanya tak ingin anaknya disekolahkan.  Alasannya akan dikirim ke Sulawesi untuk mendapatkan pendidikan di sana bersama kakek dan neneknya.

"Ya kami masih berikan kesempatan untuk berfikir. Ini merupakan kepedulian pemerintah. Jangan sampai nanti pemerintah dikira tidak peduli.  Kami sudah tawarin baik-baik tetapi ditolak," katanya.

Sembari menunggu kesiapan orang tua,  pihaknya membuatkan surat pernyataan tertulis.  Diantara isi surat pernyataan tersebut ialah untuk tidak mengulangi mempekerjakan anaknya sebagai pengemis. Jika tetap mengabaikan aturan tersebut,  dengan terpaksa orang tuanya akan dikenakan sanksi sesuai dengan  pasal yang berlaku.

"Jadi sudah kami berikan solusi.  Anaknya kami sekolahan,  orang tuanya diberikan modal usaha.  Tujuannya agar tanaknya tidak mengemis lagi dan orang tua  memiliki usaha sendiri," katanya. (dy)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 00:01

Kecamatan Sangkulirang Juara Umum MTQ Kutim ke XIV

SANGATTA – Kecamatan Sangkulirang keluar sebagai Juara Umum MTQ Kutim ke XIV yang digelar di Karangan.…

Jumat, 20 April 2018 00:11

AWAS!!! Modus Parpol Sosialisasi ke Pemilih Pemuda, Bisa Jadi Curi Start Kampanye

  SANGATTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten mengingatkan kepada Partai Politik terlebih…

Jumat, 20 April 2018 00:11

Kembali Ditemukan Suspek, Kutim Gagal Cabut KLB Difteri

SANGATTA - Satu warga Kutai Timur (Kutim) dirawat di ruang isolasi salah satu Rumah Sakit karena dicurigai…

Jumat, 20 April 2018 00:11

DPT Kutim 214.348 Jiwa

SANGATTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kutai Timur (Kutim) menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan…

Jumat, 20 April 2018 00:11

Beraksi di Taman Bersemi, Dua Penjahat Narkoba Tangkap

SANGATTA-Dua penjahat narkoba terpaksa ditangkap aparat kepolisian.  Pasalnya,  keduanya yakni…

Jumat, 20 April 2018 00:11

Jadi Pintu Masuk Negara, Kutim Susun Rencana Kontijensi

SANGATTA - Kutai Timur (Kutim) merupakan salah satu daerah yang menjadi pintu masuk negara. Hal tersebut…

Jumat, 20 April 2018 00:11

Lawan Kemarau dengan Embung

SANGATTA - Pembuatan Embung Air sempat gagal digarap pada tahun 2017 lalu. Faktornya  karena defisit…

Kamis, 19 April 2018 00:02

Status Tak Jelas,Buruh PT Win Tuntut Hak

SANGATTA - Sejumlah buruh PT Wira Inova Nusantara (WIN) yang tergabung di dalam Serikat Pekerja Nasional…

Kamis, 19 April 2018 00:02

Parkir di RSUD Kini Berbayar

SANGATTA- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga saat ini memberlakukan  parkir kepada masyarakat.…

Kamis, 19 April 2018 00:02

Jelang Hari Buruh, Polres Siapkan Ratusan Personel

SANGATTA - Sebagian pekerja biasa merayakan Hari Buruh Internasional atau 'May Day' dengan berunjuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .