MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Kamis, 22 Maret 2018 00:05
WOW!!! Kerusakan Gigi Duduki 10 Besar, Penyakit Paling Banyak Diderita di Kutim
EDUKASI: Dokter Gigi Kutim ajarkan siswa cara sikat gigi yang tepat, di SDN 006 Sangatta Selatan, Rabu (21/3).(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)

PROKAL.CO,  

SANGATTA - Kerusakan di rongga gigi dapat berdampak pada penyakit-penyakit serius, seperti gangguan ginjal, jantung, bahkan stroke. Sehingga kerusakan gigi menduduki posisi 10 penyakit terbanyak diderita masyarakat Kutai Timur (Kutim). Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Kutim, memberikan edukasi tentang cara yang benar menyikat gigi dibeberapa sekolah dasar di Sangatta.

Ketua PDGI Kutim, Dwi Agustina mengatakan kesehatan gigi dan mulut masyarakat akan masuk pada Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018. Riskesdas merupakan survei lima tahunan yang diadakan Kementerian Kesehatan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Hasilnya dapat digunakan untuk menilai perkembangan status kesehatan masyarakat, terutama kesehatan gigi pada anak.

"Kami mengadakan edukasi ke sekolah dasar untuk megajarkan mereka perihal kesehatan gigi dan mulut, yang bersamaan dengan peringatan hari kesehatan gigi dan mulut sedunia. Kami melihat masih sangat banyak anak yang belum memahami cara menyikat yang benar agar terhindar dari karies atau gigi keropos," ujarnya saat ditemui di SDN 006 Sangatta Selatan, Rabu (21/3).

Ketua pelaksana WOHD, Marten Tandi mengungkapkan walau kesadaran warga terhitung tinggi untuk menyikat gigi, namun ada hal lain yang kurang diperhatikan.
Banyaknya makanan yang menyebabkan kerusakanan jaringan keras gigi. Terutama makanan yang dikonsumsi anak-anak dan mengandung gula.

"Walaupun sudah menyikat gigi dengan rutin, namun jika anak masih sering mengonsumsi permen atau coklat, maka gigi mereka akan cepat keropos," ujarnya.

Menurutnya cikal awal kerusakan gigi disebabkan dari perubahan warna, dari putih menjadi abu-abu. Hal tersebut menandakan gigi tersebut sudah mengalami pengeroposan. Setelah itu akan mengalami kerusakan parah.

"Bersama dengan kegiatan yang perdana dilaksanakan di Kutim ini, kami ingin menekan angka kerusakan gigi pada anak saat mereka berusia diatas 12 tahun kelak. Jadi kami mengajarkan sejak dini, dimana status kerusakannya sangat rentan dibanding orang dewasa," Kata salah satu dokter gigi di Kutim tersebut.

Dirinya berharap semua ilmu yang disampaikannya dapat ditanamkan anak-anak sejak saat ini sampai kapanpun. Selain itu, pengetahuan baru ini dapat menjadi motivasi bagi anak untuk mengajak orangtua agar menyikat gigi dengan benar pada pagi dan malam hari.

"Saya sangat berharap dengan memberikan pelajaran seperti ini, setiap anak mampu mengimplementasikan di rumahnya masing-masing. Selain itu juga dapat mengajak orangtuanya agar membantu memerhatikan kesehatan gigi dan mulut pada anak," jelasnya.

Perihal tindak lanjut, timnya akan kembali memeriksa kesehatan gigi siswa-siswi tersebut pada tiga minggu mendatang. Hal tersebut berkaitan dengan penelitian yang akan mereka rekap ditahun 2018 ini.

"Untuk mengetahui jumlah kesehatan gigi anak di Kutim, kami mengimbau pada guru untuk dicek setiap minggunya. Kemudian diminggu ke tiga, kami akan datang kembali untuk pengecekkan dan pendataan," tutupnya. (*/la)


BACA JUGA

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Pengamanan Ramadan, TNI - Polri Bentuk Tim Gabungan

SANGATTA - Razia gabungan yang dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keamanan selama ramadan, TNI-Polri…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

YA AMPUN..!! RSUD Sangkulirang Krisis Obat, Warga Disuruh Tebus di Luar

 SANGATTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang dikabarkan krisis persedian obat-obatan. …

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Lamban, Sekwan Khawatir Pembahasan Perda Sarang Walet Molor

SANGATTA - Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang meminta Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten (Setkab) agar…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01
Pilgub Kaltim 2018

Pemilih Pemula Harus Paham Porsi

SANGATTA - Panwaslu Kabupaten Kutai Timur mensosialisasikan  pengawasan pemilu kepada pemilih pemula,…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

BKPP Keker ASN yang Sebarkan Ujaran Kebencian

SANGATTA - Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, mengaku belum menerima surat resmi…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Ramadan, Volume Sampah Meningkat, Sehari Naik 239 Meter Kubik

  SANGATTA - Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Sangatta Utara dan Sangatta Selatan mengaku volume…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Sempat 'Panas' Soal Program Pelayanan Akta, RSUD-Capil Kini Mesra

SANGATTA - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kudungga dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Rabu, 23 Mei 2018 22:55
Pemkab Kutim

TSIB Wakili Kutim ke Tingkat Provinsi

SANGATTA- Kelompok Pengelola Tanaman Obat Keluarga Syampai Indah Berseri (TSIB) Kecamatan Sangatta Selatan…

Rabu, 23 Mei 2018 22:54
Pemkab Kutim

Kantor Desa Batu Timbau Ulu Diresmikan

SANGATTA - Selesai membuka kegiatan verifikasi lapangan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) di…

Rabu, 23 Mei 2018 22:52
Pemkab Kutim

Wabup Terima Kunjungan Koni Kaltim

SANGATTA-Panitia Besar (PB) Porprov VI/ Kaltim di Kutai Timur (Kutim) menjadwalkan Delegation Registration…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .