MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Rabu, 28 Maret 2018 00:00
Buang Bayi….Kesan Umat Membuang Syariat Allah SWT
Fatmawati Thamrin Ibu Rumah Tangga

PROKAL.CO, class="m-2456912713577094723s4">Fatmawati Thamrin

Ibu Rumah Tangga 

Gejala buang bayi yang semakin menjadi ‘trend’ terkini di kalangan pelakunya di Indonesia, bahkan itu bukan sesuatu yang asing atau luar biasa lagi. Berbagai respon diterima dari masyarakat apabila kita mengutarakan masalah ini. Ada yang  menampakkan perasaan marah, sedih, kesal dan sakit hati. Tetapi ada juga yang memberi respon  biasa saja, seolah-olah sudah biasa terjadi.  Anda bagaimana?

Tingkat sadisme dan seks bebas di kalangan remaja Indonesia kian memprihatinkan. Hal ini ditandai makin tingginya angka pembuangan bayi di jalanan sepanjang Januari 2018.  Pelaku umumnya wanita muda berusia antara 15 hingga 21 tahun.  Ind Police Watch (IPW) mendata, sepanjang Januari 2018 bayi yang dibuang di Indonesia se banyak 54 bayi, sebanyak 27 bayi bisa diselamatkan. Kondisi bayi dalam keadaan hidup, Hal ini dikarenakan warga dengan cepat membantu bayi yang ditemukannnya untuk dibawa ke puskesmas dan dilaporkan ke polisi. Angka ini mengalami kenaikan dua kali lipat (100 persen lebih) jika dibandingkan dalam periode yang sama pada Januari 2017, yang hanya ada 26 kasus pembuangan bayi . (Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilisnya diterima  hidayatullah.com , Rabu (31/01/2018).

Pada tahun 2017, angka pembuangan bayi di Indonesia tergolong tinggi dalam sejarah, yakni ada 179 bayi yang dibuang di jalanan, 79 tewas, 10 masih bentuk janin dan 89 berhasil diselamatkan. Sebagian besar orangtua yang melakukan pembuangan bayinya itu lebih memilih menaruh jabang bayinya di jalanan.  

Anak  merupakan  amanah dan karunia. Mereka  adalah generasi  penerus dalam keluarga bahkan bangsa dan  negara. Oleh sebab itu, anak  harus mendapatkan  perhatian serius  dari seluruh sistem kehidupan.

Namun  fakta di  dunia kapitalis  berbicara lain. Seluruh sistem kehidupan justru  berbalik  menghancurkan masa depan  bayi yang tak berdosa.  Harusnya di sinilah  peran pemerintah menyelesaikan  pekerjaan rumah  yang tak  kunjung selesai  ini. Pemerintah  harus mampu  berpikir  cemerlang melihat  segala persoalan bangsa  ini.  Agar menemukan  solusi yang tepat, menganalisis  sebuah permasalahan  tidak boleh  hanya  melihat dari  luarnya  saja  atau  memandang  dari  satu  aspek  saja. Melainkan  sampai  ke  akar  permasalahan serta  dari berbagai aspek .

Akar masalah sistem  pendidikan ala kapitalis  berbasis sekuler yang diterapkan di  Indonesia menjauhkan masyarakat indonesia termasuk  perempuan dari  aturan yang benar. Mereka tidak diberikan bekal menjadi seorang muslimah yang sesungguhnya. Termasuk posisinya sebagai ibu.

Kita sering  menemukan perempuan yang  terpaksa menjadi  ibu karena hamil di  luar nikah. Ini dampak  dari sistem  pergaulan yang mengedepankan  kebebasan.  Pola hidup  bebas menggiring banyak remaja melakukan hubungan  suami istri  di luar  nikah. Ditambah  banyaknya orang  tua yang cepat puas jika anaknya sudah shalat, puasa di bulan Ramadhan, dan membaca al Quran. Namun tidak  peduli,  mendukung, bahkan mengarahkan  anaknya mengumbar  aurat  serta pacaran. Padahal  aktivitas  inilah yang akan  mengantarkan  pada perzinahan. Imbasnya,  bayi yang tak berdosa menjadi  korban.

Di sisi  lain, masyarakat acuh tak  acuh terhadap pola pergaulan remaja. Aktivitas  pacaran dengan mudah kita temukan di tempat umum.  Aktivitas ini dianggap bukan  hal yang tabu lagi. Akhirnya remaja tidak  merasa segan  berduaan, berpelukan bahkan hingga  berciuman di  muka umum. 

Jika dimuka  umum saja ia tak malu, maka  sangat mungkin  ketika hanya berdua mereka berzina. Apalagi  dengan  dalih kebebasan  berekspresi yang  lahir dari  rahim  kapitalis, media dengan  bebasnya  menyuguhkan tayangan  pornografi dan pornoaksi. Inilah yang menjadi stimulan remaja  melakukan seks bebas.

Tak jarang  pula alasan seorang  ibu membuang bayinya adalah faktor ekonomi. Sistem  ekonomi kapitalis  membuat beban ekonomi rakyat makin besar. Akibatnya tingkat  stress masyarakat makin tinggi. Hingga  seorang ibu  tanpa berpikir panjang bisa  tega membuang  anak kandungnya  karena alasan takut tak mampu menghidupi anaknya .

Semua sistem  itu diperparah dengan sistem  sanksi yang tak mampu mencegah orang berbuat  jahat. Termasuk bagi ibu

yang membuang  bayinya serta bagi remaja yang  melakukan tindak asusila. Maka pantaslah nyawa  bayi terus  berjatuhan serta seks bebas dengan mudah terjadi di tengah masyarakat. (*)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:34

Berakhirnya Madrasah Ramadan

Oleh Lukman M, Redaktur Metro Samarinda  SEMARAK hari raya Idulfitri dirayakan umat Islam di manapun…

Senin, 04 Juni 2018 17:08

Ramadan Bulan Persaudaraan

Oleh Subhan  Al Banjari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Timur  Ramadan…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:01

BERLOMBA MENDAPATKAN KEBERKAHAN DI BULAN RAMADAN

( Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd : Ketua 5 PD. Muhammadiyah Kab. Kutai Timur)  Pengertian berkah…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Ketika Allah Menyempurnakan Manusia

Oleh:Apriliannur, S.IP, P.MaSekretaris Pimpinan Daerah 223 Tapak Suci Putera Muhammadiyah-Kab Kutai…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Breakpoint Diaspora Indonesia di Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ujian Keimanan Menuju Insan Bertaqwa

Penulis : Agusriansyah Ridwan , S.IP,M.Si Ketua Majelis Pemperdayaan Masyarakat PDM Kutai Timur …

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Meyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd  BANYAK para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya…

Selasa, 22 Mei 2018 19:18

Semangat 15 Jam Berpuasa di Hongkong

Catatan Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Welcome to Hongkong. Huh., deg-degan juga ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .