MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Kamis, 12 April 2018 00:04
Bangkit Setelah Gagal di Dolly
OLEH DAHLAN ISKAN

PROKAL.CO, OLEH DAHLAN ISKAN

Saya sudah terkesan sejak mengenalnya. Tiga tahun lalu. Sejak dia menjabat Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.

Namanya agak sulit dieja: Dalu Nuzulul Kirom. Fakultasnya sulit dipelajari: Teknik Elektro. Aktivitas sosialnya sulit dimengerti: merehabilitasi bekas kompleks pelacuran terbesar: Gang Doly. Surabaya.

Terutama membenahi aspek ekonominya. Agar para pelacur tidak kembali ke profesi tertuanya.

Saya sudah membayangkan betapa sulit melaksanakannya. Masih mahasiswa tapi berani masuk ke persoalan yang begitu rumit.

Tapi saya menangkap ada api di dadanya: anak ini militan. Penuh ide.

Badannya memang kurus dan kulitnya agak gelap. Tapi jalan pikirannya terang penderang.

Mungkin karena dia dilahirkan di malam 17 bulan puasa. Malam peringatan turunnya kitab suci Alquran. Nama Dalu Nuzulul Kirom berarti malam turunnya kemuliaan.

Dalu pun menguraikan rencana-rencana mulianya. Penuh gejolak. Sesak idealisme. Seperti mau meledak.

Dia lantas minta saran saya. Saya merenung sejenak. Perlukah anak muda penuh ide seperti Dalu diberi saran? Tidakkah nasehat hanya akan merusak idealismenya?

“Lakukan saja apa yang ada di pikiran Anda. Saran terbaik akan datang dari lapangan,” kata saya.

“Tapi saya ingin ketemu Anda lagi. Enam bulan lagi. Ingin mendengar hasilnya,” sambung saya. Saat itu.

Enam bulan kemudian saya kena perkara. Tidak bisa menemui Dalu. Juga tidak bisa menemui aktivis mahasiswa lain sekelas Dalu di bidang lain.

Bulan lalu Dalu menghubungi saya. Ingin bertemu. Saya pikir dia akan menceritakan perkembangan Gang Doly. Setelah dua tahun tidak ketemu.

Tapi rasanya tidak. Tahun lalu saya muter Gang Doly. Mengunjungi taman-taman baca Alquran di komplek pelacuran itu. Yang dibuka oleh aktivis pemuda di sana.

Tapi bukan Dalu. Nama Dalu tidak berkibar lagi di Doly.

Kami pun sepakat bertemu di rumah saya. Senin kemarin. Pukul 07:00. Kebetulan hari Senin pagi adalah satu-satunya hari libur bagi saya: libur senam.

Saya kaget. Dalu membawa rombongan enam orang. Salah satunya wanita berjilbab. Mereka adalah para junior Dalu di ITS, Unair, dan UIN Sunan Ampel.

Status mereka baru lulus kuliah. Ada akutansi, dokter hewan, teknik kimia dan fakultas dakwah. Umur mereka antara 22 dan 23 tahun. Hanya Dalu yang 28 tahun.

Dua tahun saya tidak ketemu Dalu. Tampilannya tidak berubah. Kurus, gelap, menggebu-gebu dan penuh idealisme. “Apa kabar Doly?,” tanya saya.

“Itulah Pak, mengapa saya ingin ketemu,” jawabnya.

Dalu lantas menceritakan ruwetnya birokrasi di Doly. Kehadiran orang seperti Dalu bisa saja dianggap pesaing, bukan partner.

Saya sudah menyangka. Tapi biarlah aktivis-idealis seperti Dalu mengalaminya sendiri. Mumpung masih belia.

Benturan itu akan memperkaya jiwanya. Sekalian ujian. Apakah idealismenya karbitan.

Dalu ternyata segera bangkit. Itulah baiknya kejatuhan terjadi di saat anak masih muda. Mudah bangkit. Gampang “move on”.

Setelah dua tahun tidak bertemu ternyata Dalu bukan karbit. Dalu, dan teman-teman mudanya itu sudah banting stir. Membuat start-up company.

Bidang garapnya masih sarat idealisme. Tapi sudah lebih memiliki roh. Sudah memiliki fondasi. Untuk kelak bisa berkembang. Ke samping maupun ke atas.

Inilah jenis start-up yang berpijak ke bumi lokal tapi siap menjunjung langit nasional. (DIS)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Juli 2018 00:06

Serba Ada di Samarinda

Oleh: Dahlan Iskan Saya video kamar VIP istri saya. Saya kirimkan ke teman saya. Yang di Singapura.…

Rabu, 04 Juli 2018 00:03

Laser Batu Ginjal Lamongan

Oleh: Dahlan Iskan   ''Pak Dahlan, Lamongan juga punya lho,'' ujar dokter Asro Abdah.   Ia…

Kamis, 07 Juni 2018 22:50
Pilgub Kaltim 2018

KPU Siapkan Tim Pakar Hukum

SAMARINDA – Upaya antisipasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim dalam mengawal berbagai…

Senin, 04 Juni 2018 17:44

Mosque of Laredo

Oleh: Dahlan Iskan  Saya datang terlalu awal: pukul 8 malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Kamis, 31 Mei 2018 00:01

Syukuran Arab Hays

Oleh: Dahlan Iskan Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris.…

Selasa, 29 Mei 2018 00:02

Pesantren Pertama di Amerika

Oleh: Dahlan Iskan Disway tidak mampir ke New York. Itu bukan meniru judul novel Ayu Utami: "Laela Tidak…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Rahasia Hape Imam Tarawih

Oleh: Dahlan Iskan Pokoknya beres. Setelah tahu rumah itu adalah masjid, saya merasa bebas: bisa datang…

Selasa, 22 Mei 2018 19:09

Pemkot Mulai Petakan Titik Kemacetan

SAMARINDA – Upaya antisipasi mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mencegah…

Minggu, 13 Mei 2018 00:46
KOLOM MINGGU

Bela Diri atau Bunuh Diri?

CATATAN LUKMAN MAULANA Redaktur Bontang Post  BEBERAPA waktu lalu, publik Bumi Etam dikejutkan…

Kamis, 10 Mei 2018 00:15

Dua Korea, Seperti Apa?

Oleh: Dahlan Iskan Akan menjadi seperti apakah jazirah Korea kelak? Setalah Utara dan Selatan berhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .