MANAGED BY:
SENIN
15 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 13 April 2018 00:00
Kasus Pembantai Orangutan Masuk Meja Hijau
TERTUNDUK:Lima tersangka tertunduk malu saat perwakilan kejaksaan menanyakan perihal pembantaian orangutan di Teluk Pandan.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA - Masih ingat dengan kasus pembantaian orangutan dengan tembakan senapan angin di Taman Nasional Kutai (TNK) Kecamatan Teluk Pandan, Kutim beberapa bulan  lalu. Ya,  saat ini berlanjut ke babak selanjutnya. Para tersangka kini sudah masuk ke meja hijau.

Polres Kutim telah merampungkan pemberkasan tahap II, Kamis (12/4). Para tersangka, Muis (36), Nasir (54) Andi (37), dan Rustam (37), dilimpahkan  ke Kejaksaan Negeri  dan nantinya langsung diboyong ke Pengadilan Negeri (PN) Sangatta.

Diketahui sebelumnya, cucu dari tersangka Nasir, berinisial He yang merupakan siswa SMP berusia 13 tahun juga ditangkap karena melakukan penembakan bersama empat tersangka itu. Namun He hanya diberi sanksi ringan karena masih di bawah umur. Empat tersangka diserahkan bersama barang bukti lainnya terutama senapan angin dan proyektil peluru.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan bersama Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menerangkan penyerahan keempat tersangka setelah dilakukan konsultasi dengan kejaksaan.

“Berkas pemeriksaannya sudah lengkap, karenanya bisa diterima untuk dilakukan penyusunan dakwaan sebelum diserahkan ke Pengadilan Negeri Sangatta,” terang Teddy.

Empat tersangka yang diserahkan Polres Kutim diterima Jaksa Andi Aulia Rahman bersama sejumlah jaksa lainnya. Selain memeriksa berkas, pihak kejaksaan juga mengecek alat bukti yang diserahkan termasuk dokumen lainnya.

Adapun lima tersangka yang ditahan Polres Kutim merupakan sekumpulan keluarga dan tetangga. Antara lain, Muis yang merupakan penembak awal karena ingin melindungi kebunnya dari orangutan, Nasir yang membantu penembakan bersama cucunya He, kemudian dibantu oleh anaknya dan menantunya, yakni Andi dan Rustam.

Kejadian pada 4 Februari itu membuat satwa yang dilindungi tersebut tewas pada 6 Februari, dengan ditemukan 130 peluru senapan angin bersarang pada sekujur tubuhnya. Kasus ini sontak bikin heboh.

Para tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Jo Pasal 55 KUHP. Yakni, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Mereka diancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Kasatreskrim Yuliansyah menyatakan sejauh ini Polres belum menambah tersangka lain pada kasus tersebut, sebab sudah mentok. Hanya penambahan saksi, yakni istri Muis yang diketahui menyaksikan aksi penembakan secara langsung di TKP. Namun, perempuan tersebut hanya dijadikan saksi. (dy)


BACA JUGA

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:13

Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos

SANGATTA - Warga Kutim dihebohkan atas maraknya isu penculi­kan anak, yang dilakukan komplotan orang…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:10

Pemkab Bagikan 100 Sertifikat Penghargaan

  SANGATTA - Berbagai pencapaian diraih Pemkab Kutim. Bahkan terbagi atas beberapa bidang, seperti…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:09

Himpun 177 M, Kutim Pecahkan Rekor MURI

  SANGATTA - Memenuhi target Rp 100-200 miliar, Kutim mampu meraup Rp 177 miliar dalam satu hari.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:06

Monumen Tambang Dibangun, Harap Jadi Ikon Wisata di Kutim

SANGATTA - Tepat di hari jadi Kutai Timur (Kutim) ke-19, Jumat (12/10) kemarin. Kabupaten yang …

Jumat, 12 Oktober 2018 00:11

Manfaatkan PLTS, Warga Pulau Miang Dialiri Listrik 24 Jam

SANGATTA - Desa Pulau Miang Kecamatan Sangkulirang mulai dialiri listrik 24 jam. Namun bukan berasal…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:10

RSUD Sangkulirang Terus Berbenah

SANGKULIRANG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sangkulirang terus berbenah. Saat ini, tak kalah…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:10

Edukasi Pelajar Lewat Lukisan

  SANGATTA - Tidak hanya untuk dipamerkan, Komunitas Lukis Kutim (K-Plus) menjajakan hasil lukisan…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:09

Kejar Ketertinggalan, Bakal Rampungkan Pembangunan

  SANGATTA - Memasuki masa tiga tahun kepemimpinan, Pemerintah Kutim paparkan masa kerja di dua…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:08

Diminta Bangun Penataan Ruang

SANGATTA - Kepala Sub Direktorat Perencanaan dan Kemitraan, Chiesty Elisabeth Lengkong, mewakili Direktur…

Jumat, 12 Oktober 2018 00:07
Gempa Palu

ENAK COY..!! Pengungsi Disiapkan Lahan dan Fasilitas Pertanian bagi yang Menetap

Rasa trauma begitu mendalam bagi 37 warga Palu (Sulawesi Tengah) yang berhasil lolos dari maut. Terlebih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .