MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Jumat, 13 April 2018 00:00
Kasus Pembantai Orangutan Masuk Meja Hijau
TERTUNDUK:Lima tersangka tertunduk malu saat perwakilan kejaksaan menanyakan perihal pembantaian orangutan di Teluk Pandan.(Foto Dhedy/Sangatta Post)

PROKAL.CO, SANGATTA - Masih ingat dengan kasus pembantaian orangutan dengan tembakan senapan angin di Taman Nasional Kutai (TNK) Kecamatan Teluk Pandan, Kutim beberapa bulan  lalu. Ya,  saat ini berlanjut ke babak selanjutnya. Para tersangka kini sudah masuk ke meja hijau.

Polres Kutim telah merampungkan pemberkasan tahap II, Kamis (12/4). Para tersangka, Muis (36), Nasir (54) Andi (37), dan Rustam (37), dilimpahkan  ke Kejaksaan Negeri  dan nantinya langsung diboyong ke Pengadilan Negeri (PN) Sangatta.

Diketahui sebelumnya, cucu dari tersangka Nasir, berinisial He yang merupakan siswa SMP berusia 13 tahun juga ditangkap karena melakukan penembakan bersama empat tersangka itu. Namun He hanya diberi sanksi ringan karena masih di bawah umur. Empat tersangka diserahkan bersama barang bukti lainnya terutama senapan angin dan proyektil peluru.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan bersama Kasat Reskrim AKP Yuliansyah menerangkan penyerahan keempat tersangka setelah dilakukan konsultasi dengan kejaksaan.

“Berkas pemeriksaannya sudah lengkap, karenanya bisa diterima untuk dilakukan penyusunan dakwaan sebelum diserahkan ke Pengadilan Negeri Sangatta,” terang Teddy.

Empat tersangka yang diserahkan Polres Kutim diterima Jaksa Andi Aulia Rahman bersama sejumlah jaksa lainnya. Selain memeriksa berkas, pihak kejaksaan juga mengecek alat bukti yang diserahkan termasuk dokumen lainnya.

Adapun lima tersangka yang ditahan Polres Kutim merupakan sekumpulan keluarga dan tetangga. Antara lain, Muis yang merupakan penembak awal karena ingin melindungi kebunnya dari orangutan, Nasir yang membantu penembakan bersama cucunya He, kemudian dibantu oleh anaknya dan menantunya, yakni Andi dan Rustam.

Kejadian pada 4 Februari itu membuat satwa yang dilindungi tersebut tewas pada 6 Februari, dengan ditemukan 130 peluru senapan angin bersarang pada sekujur tubuhnya. Kasus ini sontak bikin heboh.

Para tersangka dijerat pasal 21 ayat 2 huruf a jo pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE Jo Pasal 55 KUHP. Yakni, setiap orang dilarang menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Mereka diancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Kasatreskrim Yuliansyah menyatakan sejauh ini Polres belum menambah tersangka lain pada kasus tersebut, sebab sudah mentok. Hanya penambahan saksi, yakni istri Muis yang diketahui menyaksikan aksi penembakan secara langsung di TKP. Namun, perempuan tersebut hanya dijadikan saksi. (dy)


BACA JUGA

Jumat, 27 April 2018 00:10

Grand Final Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kutim 2018

  SANGATTA - Acara Grand Final Pemilihan Duta Wisata dan Putri Pariwisata Kabupaten Kutai Timur…

Jumat, 27 April 2018 00:09

BPS Libatkan Belasan Instansi Susun Disagregasi PMTB

SANGATTA – Belasan dinas, badan, dan lembaga terkait dilibatkan dalam rapat awal Rapat Koordinasi…

Jumat, 27 April 2018 00:09

Borong Emas di Kutim Open, Pernah Pecahkan Jendela Rumah

 SANGATTA- Seluruh masyarakat Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mesti berbangga memiliki atlet panahan…

Kamis, 26 April 2018 00:15

Gambar Tak Jelas, Videotron Tak Efektif Jika Diaktifkan Siang Hari

MENANGGAPI pemberitaan yang muncul beberapa hari ini mengenai vedeotron membuat Kepala Dinas, Komunikasi,…

Kamis, 26 April 2018 00:15

Edarkan Narkoba, Dua Sekawan Diciduk

SANGATTA- Dua sekawan diciduk anggota Polsek Muara Wahau lantaran diduga menjadi pengedar narkotika…

Kamis, 26 April 2018 00:15

Terkait Lokasi Pemasangan APK, Panwas Minta Paslon Jangan Mucil

SANGATTA - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menemukan sejumlah pelanggaran…

Kamis, 26 April 2018 00:15

Kutim Belum Punya Puskesmas Ramah Anak

SANGATTA – Anak memiliki hak untuk sehat. Oleh karena itu, setiap pelayanan kesehatan harus ramah…

Kamis, 26 April 2018 00:15

BPS Tawarkan Bantuan Garap Data Sektoral

SANGATTA- Sejak dua tahun lalu, semua data sektoral bahkan khusus tentang Kutim sudah dilimpahkan ke…

Kamis, 26 April 2018 00:15

Warga Keluhkan Pembayaran Air Membengkak

SANGATTA - Semenjak diterapkan kenaikan Tarif Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tuah Benua, membuat…

Rabu, 25 April 2018 22:51

Agusriansyah Terus Lakukan Pendampingan

SANGATTA –  Dalam rangka mengadvokasi masyarakat agar bisa bekerjasama dengan perusahaan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .