MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Sabtu, 14 April 2018 00:14
Mahasiswa Taat Syariat atau Radikal
Oleh nur’aini Mahasiswa Jurusan Tarbiya Prodi PAI. Sangatta

PROKAL.CO, Catatan

Oleh nur’aini

 Mahasiswa Jurusan Tarbiya Prodi PAI. Sangatta

Assalamu’alaikum wr wb . Saat ini isu radikalisme menyebar, ketika mendengar istilah radikal kenyataan yang mesti kita hadapi adalah istilah tersebut selalu di hubung-hubungkan dengan islam. Bahwa muslim yang mau menerapkan seluruh aturan islam yakni aturan sang pencipta sekaligus pengatur manusia maka muslim tersebut telah di cap sebagai seorang yang radikal, berbahaya, ekstrimis dan segudang istilah lainnya yang pada intinya terkesan berbahaya untuk didekati. Apalagi semenjak kasus WTC Jargon terorisme sudah disematkan kepada islam, menurut mereka radikalisme adalah embrio dari terorisme. Bahkan kini istilah-istilah tersebut sudah sangat menyebar di kalangan mahasiswa. Kampus yang nota benenya berlandaskan islam, malah justru mahasiswanya takut untuk belajar islam secara mendalam hanya karena isu-isu tidak bertanggung jawab tersebut.

Tidak sedikit mahasiswa yang kemudian di kucilkan, di hujat, bahkan di benci hanya karena sikap konsistennya mempertahankan argumentasinya dalam mengemukakan pendapat mengenai kebenaran Islam kaffah. Apalagi terkait dengan Islam Politik, semenjak kasus penistaan agama tahun lalu melalui aksi tolak pemimpin kafir (Q.S al-Maidah : 51). Istilah islam radikal semakin menghantui pemikiran setiap mahasiswa. Bahwa menurut mereka siapapun yang berbicara politik dengan konteks islam adalah radikal.

Banyak yang mengatakan bahwa radikal adalah suatu perbuatan yang kasar yang bertentangan dengan nilai dan norma sosial. Sehingga konotasinya terkesan selalu negatif. Padahal istilah radikal muncul pertama kali di Eropa pada akhir abad ke – 19. Istilah tersebut menunjukkan sikap gereja terhadap ilmu pengetahuan (sains) dan filsafat modern serta sikap konsisten mereka yang total terhadap agama kristen. Gerakan protestan dianggap awal mula kemunculan radikalisme/ fundamentalis. Mereka telah menetapkan prinsip-prinsip fundamentalisme pada konfrensi Bibel tahun 1878 di Nigeria. Saat itu terkristalisasi ide-ide pokok fundamentalisme. Ide-ide pokok ini di dasarkan pada ide-ide teologi kristen, yang bertentangan dengan kemajuan ilmu pengetahuan yang lahir dari ideologi kapitalisme yang berdasarkan akidah yang memisahkan antara agama dengan kehidupan(sekulerisme). (alwaie edisi ke-2 januari 2018)

Sudah sangat jelas perbedaannya, dari dasarnya saja mereka memisahkan agama dari kehidupan, sehingga Eropa bangkit karena meninggalkan agamanya. Sedangkan, berbeda halnya didalam Islam. Kehidupan kita sebagai manusia tidak bisa terlepas dari peran serta agama di dalamnya. Ummat muslim akan bangkit apabila mengambil agamanya (Islam) sebagai pedoman hidupnya dan sebagai landasan berpikirnya. Apa yang harus kita lakukan, pertama kita sebagai seorang mahasiswa muslim harus melek dan bangun dari tidur panjang yang melenakan, utamanya yang merupakan agent perubahan. Dalam segala aspek kehidupan kita harus sesuai dengan syariah islam dalam bidang politik, ekonomi, budaya, pendidikan, kesehatan dll, bukan hanya pada rana ibadah, perkawinan dan waris saja. Kedua memberi gambaran utuh tentang islam dan menyampaikan semua ajaran islam dari aqidah, ibadah, syariah dan sistem dalam negara. Ketiga kita harus memiliki kekuatan politik dalam negara untuk menghadapi propoganda islam, karena mereka juga memiliki kekuatan negara untuk mengkerdilkan islam. Hanya dengan syariat islam secara kaffah yang akan mengokohkan kita.

Tidak perlu takut akan hal-hal yang tidak benar. Seorang pejuang Islam akan berbeda dengan yang lainnya karena memiliki keyakinan diri dan percaya bahwa islam akan menang dan kembali bangkit. Karena merupakan janji Allah SWT dan Bisyaroh Rasulullah SAW.  Wallahu a’lam. (*)


BACA JUGA

Minggu, 17 Juni 2018 00:34

Berakhirnya Madrasah Ramadan

Oleh Lukman M, Redaktur Metro Samarinda  SEMARAK hari raya Idulfitri dirayakan umat Islam di manapun…

Senin, 04 Juni 2018 17:08

Ramadan Bulan Persaudaraan

Oleh Subhan  Al Banjari Ketua Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kutai Timur  Ramadan…

Sabtu, 02 Juni 2018 00:01

BERLOMBA MENDAPATKAN KEBERKAHAN DI BULAN RAMADAN

( Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd : Ketua 5 PD. Muhammadiyah Kab. Kutai Timur)  Pengertian berkah…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador pada tahun 2017…

Minggu, 27 Mei 2018 00:01

Ketika Allah Menyempurnakan Manusia

Oleh:Apriliannur, S.IP, P.MaSekretaris Pimpinan Daerah 223 Tapak Suci Putera Muhammadiyah-Kab Kutai…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Breakpoint Diaspora Indonesia di Hongkong

Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I Sabtu dan Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para buruh…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ujian Keimanan Menuju Insan Bertaqwa

Penulis : Agusriansyah Ridwan , S.IP,M.Si Ketua Majelis Pemperdayaan Masyarakat PDM Kutai Timur …

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Gelar Pengajian di Kolong Jembatan Taipo - Hongkong

  Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Teman  saya, yang juga seorang Dai Ambassador…

Rabu, 23 Mei 2018 00:03

Meyiapkan Generasi Berkualitas Melalui Pendidikan Keluarga

Oleh : Mujahidul wathoni, M,Pd  BANYAK para orang tua yang menyerahkan sepenuhnya pendidikan anaknya…

Selasa, 22 Mei 2018 19:18

Semangat 15 Jam Berpuasa di Hongkong

Catatan Oleh: H. Khumaini Rosadi, SQ, M.Pd.I  Welcome to Hongkong. Huh., deg-degan juga ketika…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .