MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Minggu, 15 April 2018 00:00
Makanan di Hutan Menipis, Kera Serang Pemukiman
MERESAHKAN: Kera-kera liar dijebak warga BSD, Rabu (12/4) lalu. Hewan primata ini langsung diamankan Disdamkartan.(Ist)

PROKAL.CO, Munculnya gerombolan kera liar di kawasan Perumahan Bukit Sekatup Damai (BSD) Kelurahan Gunung Elai diduga kuat akibat ketersediaan makanan yang makin menipis di habitat aslinya. Hal ini disampaikan Humas Balai Taman Nasional Kutai (TNK) Lita Kabangnga.

Dikatakan Lita, hutan-hutan saat ini telah banyak dirusak oleh manusia. Sehingga hal ini menjadi penyebab hewan-hewan liar tersebut berpindah tempat dalam mencari sumber makan. Alhasil, permukiman warga yang menjadi pilihan hewan-hewan tersebut, termasuk segerombolan monyet yang ada di perumahan BSD. Selain faktor makanan, faktor minimnya tempat berlindung pun juga menjadi penyebab kera liar tersebut “hijrah” ke tempat lain.

“Ibarat manusia, hewan liar juga harus terpenuhi sandang, pangan, dan papannya. Apabila tempat mereka dirusak akibat banyaknya pembangunan di tempat yang tidak semestinya, wajar jika mereka muncul ke tengah permukiman warga. Karena sebenarnya manusia lah yang memasuki rumah mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi Bontang Post, Sabtu (14/4) kemarin.

Ditambahkan Kepala Balai Taman Nasional Kutai (TNK), Nur Patria, kemunculan kera liar di permukiman warga BSD akhir-akhir ini dikategorikan dalam perilaku satwa. Kata dia, banyak faktor yang menyebabkan satwa-satwa tersebut sering membuat panik warga.

Nur Patria menyebut, ada tiga faktor yang mempengaruhi perilaku kera liar tersebut sehingga harus menampakkan dirinya ke hadapan warga. Di antaranya ketersediaan pakan yang tidak mencukupi, tempat berlindung yang sudah tidak aman, serta ketersediaan air yang sudah tidak ada.

“Namun di Bontang, untuk ketersediaan air masih belum menjadi faktor pemicu,“ ujarnya belum lama ini.

Adapun faktor lainnya yang juga menjadi penyebab munculnya satwa ke tengah-tengah warga, karena dikejar oleh musuh atau predator, bahkan kalah bertanding dari satwa sejenisnya. Faktor lainnya yang tak kalah penting kata dia, yakni maraknya pembangunan di mana-mana, sehingga yang seharusnya tempat awalnya bisa menjadi tempat tinggal dan tempat berlindung satwa, kini beralih fungsi menjadi permukiman. Nur Patria menyebut, kondisi ini tentu menjadi wajar jika memicu munculnya satwa-satwa tersebut muncul ke tengah-tengah masyarakat.

“Pada dasarnya, bila satwa tersebut tidak diganggu, mereka juga tidak akan menyerang manusia,”  jelasnya.

Kendati begitu, jika masyarakat sampai menemukan kejadian seperti ini, maka dirinya menyarankan untuk tidak bersikap langsung menyakiti apalagi sampai membunuhnya, melainkan melaporkan kejadian ini kepada instansi pemerintah yang berwenang. Nantinya petugas akan melakukan penanganan evakuasi dengan cara yang arif dan bijak. “Sehingga tidak sampai melukai satwa tersebut dan akan dikembalikan ke habitat awalnya sesuai dengan jenis hewannya,” pungkasnya. (bbg)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 09:37

Sarana Pendidikan Masih Terbatas

BONTANG–Ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sangat diperlukan. Fungsinya menunjang proses…

Rabu, 23 Januari 2019 09:25

Pemkot Bontang Bantah Banyak Pengangguran, Kata Wawali Cuma....

BONTANG–Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase membantah bahwa angka pengangguran…

Rabu, 23 Januari 2019 09:09

Tahap Kedua Dikucurkan Rp 12,5 Miliar

BONTANG–Pembangunan klinik rawat jalan RSUD Taman Husada bakal berlanjut tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 09:07

KPU Coret Kasdi dari DCT

BONTANG–KPU Bontang mencoret caleg Partai NasDem Kasdi dari daftar calon…

Rabu, 23 Januari 2019 09:01

Demi Efisiensi dan Efektivitas Pelayanan

BONTANG–Dua Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas I Bontang yakni…

Selasa, 22 Januari 2019 10:15

Fenomena Supermoon, Nelayan Tetap Melaut

BONTANG–Fenomena supermoon (posisi perigee atau jarak terdekat bulan pada bumi)…

Selasa, 22 Januari 2019 10:12

Kantor Kelurahan Tergenang, Kontraktor Bakal Dipanggil

BONTANG–Bangunan Kantor Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, telah berdiri…

Selasa, 22 Januari 2019 09:09

Batasi Penggunaan Smartphone

BONTANG–Smartphone atau telepon pintar, saat ini menjadi kebutuhan setiap orang.…

Selasa, 22 Januari 2019 09:03

Proyek Molor, Kontraktor Ditarget 20 Hari

BONTANG–Pembangunan dua lantai klinik rawat jalan RSUD Taman Husada belum…

Senin, 21 Januari 2019 11:53

Pajak Restoran Melonjak

BONTANG – Pendapatan asli daerah (PAD) salah satunya bersumber dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*