MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Senin, 16 April 2018 18:57
Disdukcapil Sasar Lapas

Kejar Target Perekaman Bisa Rampung Sebelum Pilgub

KEJAR TARGET: Petugas sedang mengambil rekaman biometric retina seorang warga binaan di Lapas Bontang. Sebanyak 56 tahanan melakukan perekaman KTP-el yang dilaksanakan Disdukcail Kutim.(Foto istimewa)

PROKAL.CO, SANGATTA - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutim terus bergerilia untuk merampungkan sisa warga yang belum melakukan  perekaman.  Mulai dari dalam kota,  pedesaan,  hingga warga binaan.

Kali ini yang menjadi sasaran ialah Lapas Bontang.  Dari pengakuan Kadisdukcapil Kutim, Januar Herlian Putra Lembang Alam, sebanyak 56 tahanan  yang melakukan perekaman. Sedangkan yang sudah mendapatkan surat keterangan (suket) sebanyak 115 orang.

"Jadi selain melakukan perekaman,  kami juga menyerahkan suket kepada warga binaan di Lapas Bontang. Suket merupakan pengganti sementara KTP. Sembari menunggu percetakan KTP rampung," ujar Januar.

Dia menerangkan,  perekaman di Lapas Bontang dilakukan lantaran sebagian yang ditahan di sana merupakan warga Kutim. Warga Kutim inilah yang mendapatkan pelayanan perekaman dan suket.

"Mereka pun penduduk Indonesia yang mempunyai hak yang sama dalam kepemilikan dokumen kependudukan. Untuk itu,  Kabupaten Kutai Timur melakukan jemput bola perekaman KTP- el di Lapas kelas 3 Bontang bagi warga Kutai Timur," jelasnya.

Katanya,  hal ini dilakukan untuk mengejar warga yang belum melakukan  perekaman KTP. Dengan harapan,  hingga pilgub  nanti semua warga Kutim sudah menunaikan haknya.  Paling tidak bisa diminimalisir jumlahnya.

Wajar,  pelayanan dimaksimalkan. Mulai dari jemput bola hingga membuka pelayanan hari libur.  Ini semua untuk mempermudah masyarakat yang berapa di daerah pedalaman.  Meskipun diketahui,  semua kecamatan sudah memberikan pelayanan perekaman.

"Semaksimal mungkin kami kejar perekaman ini. Hampir semua kecamatan kami sasar.  Terakhir di Bengalon.  Saat ini ada juga permintaan dari Kaliorang," katanya. 

Memang katanya,  meskipun warga belum memiliki KTP-el,  mereka masih memiliki hak suara.  Mereka hanya menggunakan  suket.  Artinya,  tetap diminta  untuk melakukan perekaman.

"Tidak hanya dalam urusan pilkada, urusan lainnya juga diperlukan. Seperti membuat BPJS, nikah,  perbankan,  dan kebutuhan lainnya," katanya.

Hal ini juga ditekankan oleh Wakil Bupati Kutim,  Kasmidi Bulang. Dirinya meminta kepada capil untuk menyasar kecamatan pedalaman.  Pasalnya,  di sana banyak permintaan perekaman KTP. 

"Jadi jemput bola.  Kalau bisa,  tidak hanya sehari,  akan tetapi sampai satu minggu.  Kami mau semua warga merekam," katanya. 

Hanya saja yang menjadi masalah,  ternyata penggunaan suket memiliki potensi kecurangan yang sangat besar.  suket dapat dipalsukan. Lebih mudah dari KTP. Siapapun dapat memalsukannya.

"Berpotensi pemalsuan suket. Besar potensinya. Untuk membuktikan suket asli atau palsu,  tidak susah," kata Ketua Panwaslu Kutim,  Andi Yusri.

Untuk meminimalisir kemungkinan kecurangan tersebut,  pihaknya perlu kerja keras.  Salah satu yang dilakukan ialah menyesuaikan data suket yang dikeluarkan Disdukcapil dan pengguna suket saat memilih.

"Kalau tidak sesuai atau berlebih,  maka jelas ada kekurangan," katanya.

Selain itu,  pada saat pemilihan, diperlukan metode baru dalam  pengawasan.  Petugas dan pengawas wajib berhadapan dan atau berdampingan.  Sehingga dapat secara langsung melakukan pengawasan. 

"Kalau sebelumnya,  petugas dengan pengawas beda tempat.  Bahkan berjauhan. Biasanya pengawas selalu berdampingan dengn para saksi.  Sekarang kami minta petugas dan pengawas berdekatan biar bisa diawasi," katanya. 

Januar menuturkan, dari 287.447 wajib KTP,  saat ini sudah sebanyak 219.978 yang melakukan perekaman. Jumlah ini termasuk yang mendapatkan suket.  Sedangkan yang belum melakukan  perekaman ialah 67.469 jiwa. 

"Jadi total percetakan ialah 241.655 jiwa. Mudahan saja bisa rampung percetakan hingga mendekati Pilkada," kata Januar.(dy)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 01:35

Tuntaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Potensi

<p style="text-align: justify;"><strong>&nbsp;</strong></p> <p…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .