MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 16 April 2018 19:08
Siaga Layani Masyarakat, Rela Pindah Tugas hingga Tiga Provinsi

Mengenal Kepala Taspen Samarinda, Dadang Suhartono

INSPIRASI: Berkat keuletan dan kerja keras, kini Dadang Suhartono dipercaya menjadi Kepala Taspen Cabang Samarinda.(DIRHAN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, Setiap rintangan dan tantangan adalah jalan yang harus dihadapi jika ingin meraih suatu kesuksesan. Prinsip tersebut benar-benar diterapkan pria satu ini. Dia adalah Dadang Suhartono, Kepala PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen) Cabang Samarinda.

DIRHAN, Samarinda

Dadang, begitu sapaannya, pria kelahiran Garut, 12 Februari 1968 silam ini patut dijadikan panutan tentang arti penting dari sebuah tekad harus selalu disemai. Terutama jika ingin melangkah lebih jauh dalam meraih kesuksesan.

Untuk dapat duduk di kursi Kepala Taspen Cabang Samarinda, bagi Dadang hal tersebut tidak dating begitu saja. Melainkan buah dari waktu, tenaga, dan energi yang telah dia curahkan hingga bisa sampai di titik ini. Demi tanggung jawabnya, suami dari Ema Purnama ini bahkan sampai harus berpindah tugas hingga ke tiga provinsi berbeda.

Ia bercerita, pertama kali dia menapakkan kaki di Taspen tepatnya 1 April 1989. Saat itu, ia diangkat sebagai pelaksana di Kantor Cabang (KC) Taspen Palangkaraya. Setelah 13 tahun bekerja dengan penuh keuletan dan kerja keras, pada 2002 Dadang ditunjuk sebagai Kepala Seksi SDM KC Taspen Pontianak.

Memasuki 2006, pehobi tenis meja ini kemudian ditarik menjadi Kepala Seksi SDM Kantor Cabang Utama (KCU) Taspen Medan. Dari sini, karier Dadang terus menanjak. Sebelum dia diangkat menjadi Asisten Manajer Hubungan Internal Sekretariat Perusahaan tahun 2011, Dadang sempat dipercayakan sebagai Kepala Bidang KAS KC Taspen Padang pada tahun 2007 hingga 2011.

Pada 2012, peng gemar menu bakso ini kembali dipercayakan sebagai Kepala Bidang Umum dan SDM KCU Taspen Bandung. Pengabdian dari satu jabatan ke jabatan lainnya dilalui Dadang dengan penuh tanggung jawab. Ibarat pepatah setiap usaha tidak pernah mengkhianati hasil, begitulah yang kini dirasakan Dadang. Dua tahun silam di 2016, dia mendapatkan kepercayaan ditunjuk menjadi Kepala Taspen Cabang Samarinda.

“Sejujurnya, kalau bekerja sebagai pegawai Taspen, semula bukan pilihan saya. Karena cita-cita saya dulu menjadi seorang pedagang. Tapi Tuhan ternyata punya rencana lain, sehingga saya harus bekerja di Taspen. Tapi semua itu saya syukuri,” kata alumni SD Talun IV Garut ini.

Dalam merintis karier, Dadang selalu berprinsip bahwa pendidikan dan kompetensi yang baik harus dimiliki setiap orang. Sebab selain mengharapkan tempaan pengalaman, pendidikan dan kompetensi akan membawa seseorang menjadi pemimpin yang baik.

“Kerja keras harus dibudayakan. Tidak ada yang mudah. Motivasi dan tekad terbesar adalah diri sendiri. Tekad harus dikuatkan. Tidak cukup hanya jadi Sarjana, tapi harus punya keahlian-keahlian lain. Supaya kita mampu bersaing dengan kompetitor lain. Tidak boleh berputus asa, harus punya semangat untuk belajar,” katanya.

Menurutnya, setiap tantangan dan rintangan adalah hal wajar dalam hidup. Apalagi jika ingin menggapai kesuksesan, rintangan sudah pasti menjadi makanan sehari-hari. Namun yang selalu dipetik Dadang dari setiap tantangan itu bahwa jalan tersebut telah membawanya pada kesuksesan karier seperti yang dia rasakan saat ini.

“Tinggal mau apa tidak kita melaluinya. Kalau hal-hal yang kecil saja tidak bisa kita lalui, bagaimana kita menjadi besar. Usaha, doa, dan motivasi harus lahir dari diri sendiri. Bukan hanya mengandalkan orang lain,” kata alumni jurusan Manajemen di Universitas Terbuka Palangkaraya ini.

Selama 29 tahun mengabdikan diri di Taspen, ayah dua anak ini bercerita, hal yang paling membahagiakan yaitu ketika ia bisa membantu ratusan pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat masih bertugas di Padang. Ketika itu, proses pencairan dana pensiun mengharuskan setiap pensiunan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP).

“Kalau ada pensiunan yang tidak memiliki NPWP, maka pajaknya akan dipotong lebih tinggi 20 persen. Ketika itu ada 16.132 pensiunan yang belum memiliki NPWP,” katanya.

Di sisi lain, di tengah Dadang mengurus berkas-berkas tersebut, musibah bencana gempa juga melanda Padang. Akibatnya pelayanan di daerah tersebut sebagian besar dihentikan. Tak hanya itu, para pensiunan yang harus diuruskan berkas NPWP-nya telah memilih mengungsi di rumah kerabat keluarganya.

“Saya bingung bagaimana caranya. Semua orang memilih mengungsi. Saya tidak tahu lagi keberadaan para pensiunan untuk memberitahukan aturan itu. Kondisinya saat itu sangat tidak memungkinkan. Kalau tidak diurus, kasihan para pensiunan. Nanti dipotong pajak sampai 20 persen,” tuturnya.

Tak ingin hak para pensiunan sampai terpotong, Dadang kemudian berkoordinasi dengan pihak perpajakan Padang melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Sumatera Barat. Kepada petugas dan kepala kantor perpajakan Padang, dia meyakinkan bahwa semua berkas pensiunan yang dia ajukan benar adanya.

Setelah berulang kali berkoordinasi, berkas pencairan dana pensiunan yang diurus Dadang akhirnya bisa dikabulkan. Yang tidak kalah disyukuri putra dari pasangan Karmilan dan Musiran ini, karena beberapa berkas yang kurang seperti NPWP dibantu dibuatkan petugas perpajakan.

“Toh data yang diajukan itu bukan data fiktif, tapi data yang nyata adanya. Selain itu, dengan adanya pengurusan dana pensiun itu, kan bisa meningkatkan pendapatan pajak bagi pemerintah. Alhamdulillah saat itu bisa diselesaikan. Itu merupakan kebahagiaan bagi saya,” tutur Dadang seraya mengelus dada.

SELALU DIDUKUNG KELUARGA

Di balik kesuksesan karier Dadang Suhartono, dukkungan dan semangat keluarga adalah kuncinya. Di mana pun dia bertugas, Dadang selalu diiringi istri dan kedua anaknya. Bahkan, kedua anaknya tumbuh dan besar seiring tempat dia berpindah tempat pengabdian di Taspen.

“Saya termasuk orang yang sulit jauh dari keluarga. Ketika saya di Palangkaraya, lalu pindah ke Pontianak, serta pindah ke Medan, keluarga selalu saya bawa. Alhamdulillah, keluarga selalu memahami pekerjaan saya,” tuturnya.

Dadang bercerita, salah satu dari anaknya ada yang harus menyelesaikan sekolah SD sampai di tiga provinsi. Begitupun yang paling besar, dari tingkat SD hingga SMA selalu berpindah-pindah sekolah. “Saya bersyukur, karena mereka tahu setiap konsekuensi dari pekerjaan yang saya pilih,” ucapnya.

Meski begitu, pria yang pernah bercita-cita sebagai pedagang ini mengaku selalu memegang prinsip mendahulukan kepentingan masyarakat di atas kepentingan dirinya ataupun kepentingan keluarga. Menurutnya, prinsip itu telah menjadi sumpah hidup saat dia pertama kali meniti karier di Taspen.

“Saya bahkan pernah sudah beli tiket mau liburan ke Bangka Belitung. Karena suatu tugas, saya sampai membatalkan keberangkatan. Akhirnya hanya anak dan istri yang pergi liburan tanpa saya,” ungkapnya.

Dalam menjalankan tugas, Dadang pantang mengatakan tidak. Apalagi sampai harus menolak. Menurutnya, dia selalu siap dan tidak pernah mempermasalahkan jika harus mendapatkan tugas apapun. Karena itu sudah menjadi komitmen. Apalagi dirinya memang bekerja di ruang lingkup yang bertugas melayani masyarakat.

“Alhamdulillah, sejauh ini, saya dan keluarga tidak pernah ribut. Apalagi dikarenakan masalah pekerjaan,” ucapnya.

Dia berpesan kepada semua pegawai Taspen yang dia pimpin, agar tidak menunda-nunda sesuatu pekerjaan. Jika ada mereka yang membutuhkan pelayanan, maka harus segera dilayani. Dia tidak ingin sampai ada pensiunan pegawai negeri yang menunggu. Apalagi tanpa alasan yang jelas.

“Saya selalu sampaikan kepada semua pegawai Taspen, bahwa kita ada karena mereka ada. Saya bilang kalau itu harus selalu ditanamkan. Saya selalu menekankan tugas kita di dunia itu melayani orang, bukan dilayani. Dalam hal apa saja di masyarakat,” pungkasnya. (***)

BIODATA

Nama: Dadang Suhartono

TTL: Garut, 12 Februari 1968

Alamat: Bumi Sempaja, HA.153, Samarinda

Istri: Ema Purnama

Anak: Devina Anggraeni dan Refa Aditya Nugraha

Ortu: Karmilan (ibu) dan Musiran (ayah)

Pendidikan:

SD Talun IV Garut

SMPN 8 Garut

SMA SMEAN Garut

Sarjana (S1) Universitas Terbuka Palangkaraya

 


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:20

Soal Proyek Ini, Isran Tunggu Keseriusan Rusia

SAMARINDA – Keseriusan dari Pemerintah Rusia kini benar-benar ditunggu Pemerintah…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:19

APBD Samarinda Diproyeksi Rp 2,7 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menaruh target besar untuk…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:18

Dishub Ramcek Semua Angkutan Umum

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim secara berkala mulai melakukan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:14

BI Waspadai Dampak Terhadap Inflasi

KENAIKAN harga tarif tiket pesawat memasuki libur natal dan tahun…

Jumat, 14 Desember 2018 19:13

Kenaikkan Tarif Tiket Pesawat Dianggap Wajar

  SAMARINDA – Libur natal dan tahun tahun baru benar-benar…

Jumat, 14 Desember 2018 19:09

2019, Tak Ada Proyek Baru

“Kalau proyek yang baru dan besar belum ada. Kita masih…

Kamis, 13 Desember 2018 18:40

BNN Bekuk Bandar Narkoba Sangatta

  SAMARINDA – Peredaran narkoba di wilayah Kaltim kian menghawatirkan.…

Kamis, 13 Desember 2018 18:38
Terkait Hasil Klarifikasi dan Pemeriksaan Seleksi KPU Kaltim

Timsel dan KPU RI “Adu” Hemat Bicara

SAMARINDA – Benang kusut seleksi penerimaan calon anggota komisoner KPU…

Rabu, 12 Desember 2018 19:34

Urai Banjir, Pemkot Bakal Duet dengan Pemprov

SAMARINDA – Penyelesaian masalah banjir di tahun 2019 akan mendapatkan…

Rabu, 12 Desember 2018 19:33

Wagub Ingin Ada Laporan Berkala

SAMARINDA – Sebanyak 38 Inspektur Tambang dikumpulkan di kantor Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .