MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 17 April 2018 00:09
WUIH !!! Panwaslu Dituding Lembek

Terkait Penanganan Dugaan Pelanggaran dalam Pilgub

Saipul Bachtiar(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim dinilai tidak tuntas menyelesaikan pelanggaran dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Hal ini merujuk salah satu kasus yang pernah mencuat di publik seperti dugaan politik uang yang dilakukan pasangan calon (paslon) nomor urut 2. Kasus ini berhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.

Ahad (15/4) kemarin, akun fanpage di facebook atas nama “Pejuang Kaltim Bermartabat” yang dikelola tim sukses (timses) paslon nomor 4, Rusmadi dan Safaruddin mendorong Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota agar transparan menangani pelanggaran pemilu.

Ayolah panwaslu jangan lembek anda harus transparan kalo ada pelanggaran benar2 diusut, itu jelas ada buktinya timses/relwan paslon no.2 bagi2 hp dan uang itu fakta tolong di tindak tegassss, harus ada klarifikasi secara detail jga kenapa dihentikan kasusnya,” tulis akun itu pada salah satu kirimannya.

Unggahan tersebut lantas mendapat beragam komentar dari warganet. Sampai pukul 20.00 Wita Senin (16/4) kemarin, status di fanpage tersebut telah dibagikan sebanyak sembilan kali.

Salah seorang pemilik akun Iyan Shogun berkomentar, dirinya mendukung Panwaslu agar adil menangani pelanggaran pemilu. “Panwaslu harus adil dalam semua paslon, paslon nomor berapa pun kalau memang melakukan kesalahan haru ditindak tegas,” sebutnya.

Berbeda dengan Iyan Shogun yang santun dalam komentarnya, warganet lain bernama Rudy Daffa menuliskan komentar pedas. Dia menyebut Panwaslu tidak beres menangani pelanggaran pemilu. “Atau mungkin sdh disumbat lubangx kali,” katanya.

Terhadap tudingan-tudingan tersebut, Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul Bachtiar menyatakan tidak terima. Pasalnya semua kasus yang ditangani Bawaslu sudah dijalankan sesuai prosedur hukum pemilu.

“Masyarakat harus proaktif. Jangan berani hanya komentar saja. Apalagi kadang-kadang komentar yang disampaikan tidak berdasar. Kalau ada fakta yang mereka miliki, silakan mereka melaporkan pada Panwaslu atau Bawaslu. Tujuannya untuk memaksimalkan kerja pengawasan pemilu,” tegas Saipul.

Penghentian kasus dugaan pelanggaran pemilu, lanjut Saipul, dikarenakan alat buktinya yang memang kurang. Karena itu siapa saja yang menuding komisioner Bawaslu dan Panwaslu memanfaatkan kasus pelanggaran pemilu demi meraup keuntungan, dia menyebutnya tidak paham terhadap aturan.

“Sebaiknya sebelum berkomentar, baca dulu undang-undang pemilu. Kami juga terbuka agar siapa saja datang langsung ke Panwaslu atau Bawaslu untuk melaporkan temuannya,” saran dia.

Kata Saipul, sesuai amanah undang-undang, tidak hanya badan pengawas yang menangani kasus pelanggaran pemilu. Melainkan melibatkan kepolisian dan kejaksaan. Tiga institusi tersebut menjalankan tugas di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Tahapannya, apabila kasus yang ditemukan adalah temuan Panwaslu kabupaten/kota, maka akan dilimpahkan pada Sentra Gakkumdu. Di lembaga tersebut, jika terdapat kasus yang tidak memenuhi alat bukti yang meyakinkan, kasus dihentikan atau tidak bisa dilanjutkan pada tahapan berikutnya.

“Kasus di Kukar itu kekurangan alat bukti di Sentra Gakkumdu. Kalau ada bukti pendukung dari masyarakat, kami persilakan menambah barang bukti itu. Selama bukti itu faktual. Jangan hanya pandai menyalahkan,” katanya.

Saipul menyebut, dari pantauannya kebanyakan masyarakat yang menuding institusinya, hanya pandai menyalahkan. Tetapi tidak ada langkah konkret menyampaikan laporan untuk menindak kasus pelanggaran pemilu. Padahal, masyarakat memiliki tugas membantu Bawaslu dan Panwaslu menangani kasus pelanggaran pemilu. (*/um)


BACA JUGA

Kamis, 27 Desember 2018 19:19

2019, Kantong Plastik Dilarang

SAMARINDA – Upaya Pemkot Samarinda menata lingkungan dengan melarang penggunaan…

Kamis, 27 Desember 2018 19:17

Dari Anugerah Kencana Nasional untuk Wali Kota Samarinda

Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang menerima Anugerah Kencana Nasional 2018…

Minggu, 23 Desember 2018 17:27

Kontrak Penjualan LNG ke Jepang Bakal Habis, Begini Kata Gubernur...

SAMARINDA – Kontrak ekspor gas alam cair atau liquefied natural…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:44

Bisnis Hotel Diprediksi Terus Tumbuh

 “Kenaikan itu sudah cukup bagus. Karena di tahun-tahun sebelumnya, tingkat…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:43

Pekerja Berhak Atas Jaminan Sosial

SAMARINDA – Setiap pekerja berhak mendapat jaminan sosial. Hal ini…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:42

Gubernur dan Dubes Rusia Satu Meja

SAMARINDA - Untuk memastikan kelanjutan kerja sama proyek strategis di…

Sabtu, 22 Desember 2018 18:41

Gelar Kegiatan Donor Darah, Libatkan Semua Kalangan Masyarakat

Banyak cara dapat dilakukan untuk memperingati Hari Ibu Nasional yang…

Jumat, 21 Desember 2018 18:44

Isran Pastikan Harga Sembako di Batas Wajar

SAMARINDA – Upaya antisipasi kelangkaan barang dan naiknya harga kebutuhan…

Jumat, 21 Desember 2018 18:43

2019, Ekonomi Tumbuh Lambat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim belum berani mematok angka…

Jumat, 21 Desember 2018 18:42

2018, Asuransi Mobil Tumbuh Positif

SAMARINDA – Pertumbuhan jasa asuransi mobil di Kaltim pada 2018…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*