MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 17 April 2018 00:09
WUIH !!! Panwaslu Dituding Lembek

Terkait Penanganan Dugaan Pelanggaran dalam Pilgub

Saipul Bachtiar(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim dinilai tidak tuntas menyelesaikan pelanggaran dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Hal ini merujuk salah satu kasus yang pernah mencuat di publik seperti dugaan politik uang yang dilakukan pasangan calon (paslon) nomor urut 2. Kasus ini berhenti di tengah jalan tanpa alasan yang jelas.

Ahad (15/4) kemarin, akun fanpage di facebook atas nama “Pejuang Kaltim Bermartabat” yang dikelola tim sukses (timses) paslon nomor 4, Rusmadi dan Safaruddin mendorong Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten/kota agar transparan menangani pelanggaran pemilu.

Ayolah panwaslu jangan lembek anda harus transparan kalo ada pelanggaran benar2 diusut, itu jelas ada buktinya timses/relwan paslon no.2 bagi2 hp dan uang itu fakta tolong di tindak tegassss, harus ada klarifikasi secara detail jga kenapa dihentikan kasusnya,” tulis akun itu pada salah satu kirimannya.

Unggahan tersebut lantas mendapat beragam komentar dari warganet. Sampai pukul 20.00 Wita Senin (16/4) kemarin, status di fanpage tersebut telah dibagikan sebanyak sembilan kali.

Salah seorang pemilik akun Iyan Shogun berkomentar, dirinya mendukung Panwaslu agar adil menangani pelanggaran pemilu. “Panwaslu harus adil dalam semua paslon, paslon nomor berapa pun kalau memang melakukan kesalahan haru ditindak tegas,” sebutnya.

Berbeda dengan Iyan Shogun yang santun dalam komentarnya, warganet lain bernama Rudy Daffa menuliskan komentar pedas. Dia menyebut Panwaslu tidak beres menangani pelanggaran pemilu. “Atau mungkin sdh disumbat lubangx kali,” katanya.

Terhadap tudingan-tudingan tersebut, Ketua Bawaslu Kaltim, Saipul Bachtiar menyatakan tidak terima. Pasalnya semua kasus yang ditangani Bawaslu sudah dijalankan sesuai prosedur hukum pemilu.

“Masyarakat harus proaktif. Jangan berani hanya komentar saja. Apalagi kadang-kadang komentar yang disampaikan tidak berdasar. Kalau ada fakta yang mereka miliki, silakan mereka melaporkan pada Panwaslu atau Bawaslu. Tujuannya untuk memaksimalkan kerja pengawasan pemilu,” tegas Saipul.

Penghentian kasus dugaan pelanggaran pemilu, lanjut Saipul, dikarenakan alat buktinya yang memang kurang. Karena itu siapa saja yang menuding komisioner Bawaslu dan Panwaslu memanfaatkan kasus pelanggaran pemilu demi meraup keuntungan, dia menyebutnya tidak paham terhadap aturan.

“Sebaiknya sebelum berkomentar, baca dulu undang-undang pemilu. Kami juga terbuka agar siapa saja datang langsung ke Panwaslu atau Bawaslu untuk melaporkan temuannya,” saran dia.

Kata Saipul, sesuai amanah undang-undang, tidak hanya badan pengawas yang menangani kasus pelanggaran pemilu. Melainkan melibatkan kepolisian dan kejaksaan. Tiga institusi tersebut menjalankan tugas di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Tahapannya, apabila kasus yang ditemukan adalah temuan Panwaslu kabupaten/kota, maka akan dilimpahkan pada Sentra Gakkumdu. Di lembaga tersebut, jika terdapat kasus yang tidak memenuhi alat bukti yang meyakinkan, kasus dihentikan atau tidak bisa dilanjutkan pada tahapan berikutnya.

“Kasus di Kukar itu kekurangan alat bukti di Sentra Gakkumdu. Kalau ada bukti pendukung dari masyarakat, kami persilakan menambah barang bukti itu. Selama bukti itu faktual. Jangan hanya pandai menyalahkan,” katanya.

Saipul menyebut, dari pantauannya kebanyakan masyarakat yang menuding institusinya, hanya pandai menyalahkan. Tetapi tidak ada langkah konkret menyampaikan laporan untuk menindak kasus pelanggaran pemilu. Padahal, masyarakat memiliki tugas membantu Bawaslu dan Panwaslu menangani kasus pelanggaran pemilu. (*/um)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 19:29

Masyarakat Diminta Ubah Stigma

SAMARINDA – Seringkali Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diabaikan dan dihindari oleh masyarakat…

Senin, 13 Agustus 2018 19:23

Atribut Kampanye Dilarang Ikut Pawai Pembangunan

SAMARINDA – Tahun 2018 memang merupakan tahun politik, pasalnya tahun depan akan diadakan pemilihan…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Lapangan Kinibalu

PANAS..!! Soal Proyek Masjid Ini, Warga Tuntut Bertemu Gubernur

SAMARINDA – Pembangunan masjid di lapangan Kinibalu, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu nampaknya masih…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Modal Kepercayaan, Keuntungan Besar

SAMARINDA – Menjelang Iduladha, para pedagang sapi kurban dari beragam pulau berbondong-bondong…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Untuk Proyek Kantong Parkir Citra Niaga, Pelindo Investasikan Rp 1 Miliar

SAMARINDA – Pembangunan kantong parkir Citra Niaga akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Jelang Iduladha 1439 H, Harga Sembako Diprediksi Melambung

SAMARINDA – Pekan ini seluruh harga kebutuhan pokok di Samarinda terpantau stabil. Namun hal itu…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Mengamen untuk Membantu Sesama

Keprihatinan terhadap lingkungan sekitar membuat seorang pria asal Kediri berinisiatif menggalang dana…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:09

Terkait THM, Dewan Ikut Berikan Sorotan

MINIMNYA pengawasan terhadat kehidupan dunia malam di Kota Tepian juga mendapatkan sorotan dari DPRD…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:08

Keberadaan THM Minta Dikaji Ulang

SAMARINDA – Menjamurnya tempat hiburan malam (THM) di Kota Tepian mendapat sorotan tajam dari…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:08
Polemik Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Ngotot Bangun Masjid, Katanya Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti

“Saya kira usulan atau masukan mencarikan lapangan pengganti Kinibalu cukup bagus. Pemprov masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .