MANAGED BY:
SENIN
24 SEPTEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 17 April 2018 00:09
Harus Ada Garansi Bersih
Carolus Tuah(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, PEMILIHAN Wakil Wali Kota (Wawali) Samarinda dinilai tidak akan terlepas dari transaksi gelap antara anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Mengingat selama ini DPRD dijadikan tempat munculnya transaksi yang tidak sesuai aturan.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Kerja 30 (Pokja 30) Kaltim, Carolus Tuah, Senin (16/4) kemarin. Kata dia, tidak ada garansi dari wakil rakyat untuk menghasilkan pemilihan wawali yang bersih dari transaksi gelap.

“Gedung DPRD itu salah satu pusat transaksi. Sebelumnya ribut soal dana aspirasi yang membuktikan statement saya itu. Kemudian garansinya apa tidak ada transaksi gelap. Apa yang akan dilakukan DPRD agar tidak terjadi transaksi kayak di pasar. Nanti harusnya itu yang perlu dibuktikan anggota dewan,” sebut Tuah.

Menurut dia, DPRD Kota Tepian masih menyimpan beragam kinerja buruk. Apalagi setelah  munculnya isu akan terjadi transaksi politik yang dilakukan salah satu bakal calon yang diusung Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kaltim.

Tuah menyebut, transaksi gelap tidak hanya akan terjadi pada saat pemilihan. Pertukaran kepentingan juga akan terjadi sebelum pemilihan. Apalagi hak suara sepenuhnya tidak berada di tangan anggota DPRD. Melainkan pemilihan akan mendapat intervensi partai politik.

“Transaksi itu ada dua jenis. Pertama transaksi pada saat pemilihan, dalam artian pada saat penentuan oleh DPRD. Kedua pasca pemilihan dilaksanakan DPRD. Harus dipastikan apakah orang yang terpilih itu tersandera kepentingan politik atau tidak. Karena mungkin saja ada titipan-titipan kepentingan dari pemilih di DPRD  terhadap wawali yang terpilih,” sebutnya.

Fenomena buruknya kinerja wakil rakyat dan merebaknya isu dana aspirasi dapat memperkuat anggapan publik. Bahwa kecil kemungkinan pemilihan wawali dilakukan dengan cara-cara yang bersih dari praktik gelap dari kedua belah pihak.

“Makanya yang bisa memberikan solusi itu mereka sendiri yang duduk di DPRD itu. Jadi bukan publik. Tunjukkan bahwa mereka tidak akan melakukan transaksi gelap dalam pemilihan wawali ini,” tegasnya.

Sementara itu dari sisi calon yang diusung, Tuah menyarankan, calon yang bertarung di pemilihan wawali harus memiliki visi dan kemampuan menerjemahkan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Samarinda. Karena siapapun yang terpilih harus bersedia menjalankan RPJMD.


“Maksudnya wawali yang terpilih harus patuh pada janji-janji politik yang diucapkan tiga tahun yang lalu,” katanya.

Sebab wawali yang terpilih hanya akan bertugas menjalankan RPJMD yang telah disusun Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail. Janji politik yang sudah umum yakni penanganan banjir, kebakaran, kemacetan, dan kaveling parkir.

“Kalau masalah-masalah itu mampu diselesaikan, maka layak calon wawali itu dipilih DPRD dan didukung publik Samarinda,” tutupnya. (*/um)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 00:23
Polemik KINIBALU

Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu

SAMARINDA – Pemasangan plang yang menyebut bahwa proyek pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu…

Jumat, 21 September 2018 00:22

Penataan Reklame Kota Tepian Semrawut

SAMARINDA – Sampai saat ini penataan reklame di Kota Samarinda masih terbilang semrawut. Hal ini…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Dipaksa Berhenti dari Perusahaan, Buruh Ambil Langkah Hukum di MA

SAMARINDA – Empat tahun terakhir ratusan kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa ketetapan…

Jumat, 21 September 2018 00:21

Kampung Long Isun Diusulkan sebagai Masyarakat Hukum Adat

SAMARINDA – Perjuangan dalam kurun waktu satu dekade terakhir untuk mendapatkan pengakuan dan…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Anggota DPRD dari PDI Perjuangan Bilang Khilafah Layaknya Kotoran

DUGAAN persekusi pegiat hashtag atau tanda pagar ganti presiden yang melibatkan tiga kader Partai Demokrasi…

Kamis, 20 September 2018 00:41
Persekusi

Gara-Gara Ini, Tiga Legislator Samarinda Dituntut Mundur

SAMARINDA – Dugaan persekusi yang dilakukan oknum anggota DPRD Samarinda pada Sabtu (16/9) lalu…

Kamis, 20 September 2018 00:40

Terkait Pembayaran Gaji, Guru Honorer Merasa Kecewa

“Sebelumnya sudah ada MoU dengan Disdikbud Kaltim. Bilangnya insentif Rp 700 ribu per bulan itu…

Kamis, 20 September 2018 00:39
Info CPNS

Pembukaan CPNS Samarinda Diundur

“Sesuai arahan BKN, setiap kabupaten/kota diwajibkan mengumumkan terlebih dahulu kepada masyarakat…

Kamis, 20 September 2018 00:38

Raperda Ketenagakerjaan Bakal Digodok

SAMARINDA – Tahun 2019, DPRD Kaltim berencana akan memasukkan dan mengusulkan Rancangan Peraturan…

Kamis, 20 September 2018 00:37
Polemik KINIBALU

Warga Kampung Jawa Geruduk Balai Kota Samarinda

  SAMARINDA – Warga yang menentang pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu melakukan aksi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .