MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

SANGATTA POST

Sabtu, 21 April 2018 00:01
WASPADA!!! Penyakit Menular Intai Janin

Pemkab Akan Gelar Vaksin Rubella

CEGAH PENYAKIT: Petugas memberikan vaksin kepada seorang anak di posko vaksin difteri Sangatta Utara.(DOK/SANGATTA POST)

PROKAL.CO, SANGATTA – Belum selesai menggelar vaksin difteri, Pemkab Kutim bakal disibukkan program Imunisasi Measles Rubella (MR). Imunisasi ini untuk mencegah penyakit rubella yang dapat membuat kecatatan pada anak.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes, dr. Yuwana Sri mengatakan target pelaksanaan imunisasi MR pada September mendatang, usai ORI Difteri tahap tiga.

"Mudah-mudahan vaksin difteri tahap akhir selesai. Jadi pelaksanaan vaksin MR ini bisa segera dilakukan di 18 kecamatan," ucapnya saat ditemui belum lama ini.
Serangan penyakit rubella sendiri tampaknya tidak membahayakan, namun jika mengalami komplikasi, penyakit tersebut dapat menyebabkan kecacatan. Telebih pada wanita mengandung di usia trimester.

"Rubella memang tidak langsung menyebabkan kematian, namun jika terjadi komplikasi dengan penyakit lain, terutama pada wanita hamil muda. Maka anak yang ada dalam kandungan beresiko mengalami kecacatan bahkan kelainan organ jantung," terangnya.

Yuwana berharap kesadran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Sebab imunisasi merupakan salah satu cara untuk mencegah penyakit.
"Masyarakat diimbau untuk sadar imunisasi dan sadar akan kesehatan anak, sehingga diharapkan tidak absen saat imunisasi measles rubella. Diharapkan pula para tokoh yang terlibat mampu mengajak warga untuk mengikuti vaksin yang hanya dilakukan satu tahapan saja," ungkapnya.

Menurutnya, vaksin MR tersebut terbilang aman digunakan, karena sudah dipakai diberbagai negara. Imunisasi MR wajib untuk anak usia satu hingga 15 tahun. Agar terhindar dari penyakit measles dan rubella.

"Hingga saat ini kami sudah memasuki tahapan kampanye dan sosialisasi. Semua ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. Pasalnya di luar Kutim, secara nasional sudah ada temuan kasus. Jadi jika yang sebelumnya tidak ada, sekarang sudah diwajibkan," tuturnya.

Program nasional yang dicanangkan sejak 2017 tersebut, telah dilaksanakan di beberapa Kabupaten Kota se Indonesia. Minimnya informasi yang diperoleh masyarakat menjadi alasan dinkes untuk terus melakukan edukasi.

"Program ini sudah berjalan satu tahun. Hanya saja Kaltim dan beberapa daerah lain, seperti Bali baru akan melaksanakan dipengujung tahun ini," paparnya. (*/la)

Apa Itu Rubella ..
RUBELLA atau campak Jerman merupakan penyakit menular atau infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah berbentuk bintik-bintik pada kulit. Umumnya rubella ini sering terjadi pada anak dan remaja yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan lain-lain.

Tidak hanya anak yang dapat terserang, tetapi orang dewasa pun ikut terkena penyakit ini. Pada ibu hamil, penyakit ini bisa menyebabkan kematian janin atau cacat bawaan yang dikenal sebagai sindroma rubella kongenital (CRS). Data WHO menyebutkan, sedikitnya 100.000 bayi di dunia lahir dengan CRS setiap tahunnya.

Gejala Rubella
- Penderita rubella pada anak-anak biasanya tidak menunjukkan gejala dan gejalanya pun lebih ringan dibandingkan dengan penderita dewasa. Pada umumnya gejala akan muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyakit ini membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sejak terjadinya penyakit rubella sampai menimbulkan gejala.

- Gejala-gejala yang sering terjadi ruam kulit menyebar ke tubuh selama 2-3 hari, sakit kepala dan demam ringan, hidung tersumbat, kelenjar getah bening leher dan bagian belakang telinga membengkak. Gejala pada orang dewasa pun sama, namun ada beberapa gejala tambahan, seperti hilangnya nafsu makan konjungtivis (kelopak mata dan bola mata), sendi bengkak, dan nyeri pada wanita usia muda.
*Diolah dari berbagai sumber


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 00:05

IPA Tahap 2 Ditarget Rampung November

SANGATTA - Pejabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Tirta Tuah Benua (PDAM) Kutim, Suparjan melakukan pengecekan…

Kamis, 18 Oktober 2018 00:04
Porprov Kaltim 2018

Siapkan 12 Jenis Suvenir untuk Porprov

SANGATTA - Tidak lama lagi pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) akan dilaksanakan di Kutim.…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:15
Info CPNS

Persiapan Diklaim 100 Persen

BADAN Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kutim, mengklaim jika persiapan tes Calon Pegawai…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:15
Info CPNS

Ribuan Pendaftar Perebutkan Jatah CPNS

SANGATTA - Pendaftaran online tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) resmi ditutup. Sekira 3.884 orang…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:14

SIAP-SIAP, Tahun Depan Kepala OPD Ada yang Diganti

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) banyak mengalami kekosongan kursi…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:13

Sekolah Jorok, Siap-Siap Disemprot

SANGATTA - Ternyata masih banyak sekolah yang jorok di Kutai Timur (Kutim). Salah satunya  dalam…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:12

BNK Ancang Bangun Gedung Rehabilitasi

SANGATTA - Tahanan Polres Kutai Timur (Kutim) sudah overload alias melampaui kapasitas. Jauh melebihi…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:11

Taman Bersemi STQ Bakal Direnovasi

SANGATTA - Terlihat mulai kumuh dan tidak beraturan, taman rekreasi alternatif yang biasa dikenal dengan…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:32
Gempa Palu

Kutim Waspada Napi Kabur dari Palu

SANGATTA – Para tahanan yang berhasil kabur dari rutan di Sulawesi Tengah turut menjadi perhatian…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:31

Cina Boy, Asen Jaga, Patok Lele “Hidup” Kembali

Pemerintah melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim mengadakan perlombaan permainan tradisional,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .