MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Sabtu, 28 April 2018 00:04
Lambatnya Kereta Cepat
Oleh: Dahlan Iskan

PROKAL.CO, Oleh: Dahlan Iskan

Amerika sudah lebih dulu bangun kereta cepat. Rencananya. Misalnya jurusan Las Vegas - Los Angeles ini. Rencana itu sudah matang sejak tahun 2005. Sejauh sekitar 300 km. Ingin segera mempercepat yang selama ini lambat: empat jam naik mobil. Atau 6 jam naik bus Greyhound. Seperti yang pernah saya lakukan.

Sampai hari ini rencana itu belum juga dimulai. Sudah 17 tahun. Padahal sudah begitu banyak energi dikeluarkan. Di pemerintah pusat maupun daerah.

Pemilik proyeknya pun sebenarnya sudah disetujui: Marnell Carrao Associates. Perusahaan swasta terbesar bidang kontraktor dan arsitektur. Tidak ada BUMN di Amerika. Pengalaman Marnell tak terpermanai: membangun berbagai hotel dengan total kamar  70.000. Bahkan saat itu juga sedang membangun hotel casino seluas 32 ha.

Marnell sudah siap dengan modal setor Rp 20 triliun. Tepatnya 1,4 miliar dolar. Biaya proyeknya sendiri sekitar Rp 100 triliun. Sisanya sudah sangat optimistis. Didapat dari lampu hijau: pinjaman pemerintah pusat. Dari program rehabilitasi dan pengembangan kereta api.

Siplah sudah. Proyek bisa dimulai tahun 2012. Tapi urusan-urusan tanah, amdal dan lampu hijau ternyata tidak mudah. Belum selesai. Maka diundur. Tidak kepalang tanggung: diundur dua tahun. Tapi mulai ada kepastian:  proyek akan selesai tahun 2016.

Saat itu saya sudah mimpi naik kereta cepat di Amerika. Tidak mau lagi naik kereta ini: lambat sekali. Dari Denver di Colorado ke Salt Lake City selama 14 jam. Padahal dengan pesawat hanya satu jam. Hujan salju lagi berat saat itu. Penerbangan dari dan.ke Denver dibatalkan. Selama dua hari. Terpaksa naik kereta siput itu. Untunglah memandangannya luar biasa. Terutama saat kereta melintasi gugusan Rocky Mountain. Yang meliuk-liuk. Yang bersalju. Sangat wild.

Dua hari di Utah saya sambung lagi naik kereta ke Sacramento di California. Hampir 24 jam. Melewati gurun Nevada. Kalau Las Vegas berada di Nevada selatan, jalur ini di gurun Nevada utara.

Maka berita bagus kalau akan ada kereta cepat.

Ternyata diundur lagi. Dua tahun lagi. Dinyatakan baru bisa dimulai tahun 2014. Berarti kepastian selesai di tahun 2016 sangat mustahal. Mengapa?

Maret 2013 dua tokoh DPR kirim surat. Nama mereka menakutkan: Paul Ryan dan Jeff Session. Ryan kelak jadi ketua DPR. Isi surat: lampu hijau itu harus dimerahkan. Pemerintah pusat tidak menyetujui pinjaman itu. Terlalu besar. Sudah terlanjur pernah ada lampu hijau lain.

Diberikan ke proyek kereta cepat jurusan San Fransisco - Los  Angeles. Yang lebih dulu mengajukan. Kalau permintaan Las Vegas dipenuhi maka daerah lain tidak kebagian. Dana rehabilitasi itu akan tercurah semua ke pantai barat. Dapil Paul Ryan dari Wiscounsin. Belahan Midwest.

Las Vegas tidak menyerah. Masih ada akal. Terobosan pun dicari. Proyek ini sudah tertunda 10 tahun. Tiongkok tiba-tiba sudah menyalib di tikungan. Dalam sekejap. Punya 25.000 km kereta cepat. Sedang proyek Las Vegas ini hanya 300 km. Bahkan yang di Tiongkok sudah berupa kereta peluru.

Proyek Las Vegas itu  enteng. Hanya direncanakan berkecepatan 210 km/jam. Di Tiongkok hanya disebut ?? (dong ce). Bukan ?? ?gao tie) yang berkecepatan 300 km/jam.

Maka Tiongkok pun dagang lampu hijau. Siap membangunnya. Termasuk memberikan pinjaman. Beres.

Beres? Belum. Tiongkok memerlukan jaminan. Dari pemerintah.

Terobosan pun ditemukan. Pemda Nevada membentuk badan khusus. Meniru California. Namanya pun mirip: Nevada High Speed Rail Road Authority. Hanya kata California diganti Nevada. Dari 41 anggota DPRD 40 setuju.

Langkah berikutnya dibentuklah joint venture: antara China Railway International USA dengan otoritas itu. Beres. Sepertinya sudah gak ada masalah lagi. Proyek pun sudah bisa dimulai. Rencananya: September 2016.

Enam bulan sebelum itu jatuhlah bom: proyek itu tidak boleh dilanjutkan. Pemerintah federal melarangnya. Alasannya: bertentangan dengan kebijakan “belilah Amerika”.

Kalau proyek mau dilanjutkan harus dilakukan dulu ini: membangun pabrik kereta cepat di tanah Amerika. Selesai. Tamat. Wassalam.(dis)


BACA JUGA

Minggu, 05 Agustus 2018 00:07

Menguji Kemauan Tidak Berkarat

Oleh: Dahlan Iskan   Tapi kambing-kambingnya ada. Tidak mengapa juragannya tidak ada: Ricky Elson…

Sabtu, 04 Agustus 2018 17:03

Berita Besar Baterai Lithium

Oleh: Dahlan Iskan   Hati saya bergetar. Berita itu sangat mengejutkan: pabrik baterai lithium…

Minggu, 29 Juli 2018 00:05

Ma Changqing dengan Ratusan Ribu Pelayat

Oleh: Dahlan Iskan Beberapa pembaca disway mengirim pertanyaan: benarkah ulama besar di Tiongkok meninggal?…

Sabtu, 07 Juli 2018 00:06

Serba Ada di Samarinda

Oleh: Dahlan Iskan Saya video kamar VIP istri saya. Saya kirimkan ke teman saya. Yang di Singapura.…

Minggu, 24 Juni 2018 00:00

Kecanduan yang Mengerikan

Oleh Lukman M  DIKUTIP dari laman CumaGamer.com, pada 18 Juni lalu, organisasi kesehatan dunia…

Minggu, 24 Juni 2018 00:00
Dahlan Iskan

Romantisnya Uluwatu dan Magetan

Oleh: Dahlan Iskan Mumpung edisi minggu. Saya isi dengan hal yang ringan: perkawinan. Baru sekali ini…

Minggu, 10 Juni 2018 00:02
Pilgub Kaltim 2018

Kampanye yang Sia-Sia

Oleh Lukman M, Redaktur Bontang Post  KAMPANYE. Menurut KBBI, punya dua arti. Yang pertama yaitu…

Kamis, 07 Juni 2018 22:50
Pilgub Kaltim 2018

KPU Siapkan Tim Pakar Hukum

SAMARINDA – Upaya antisipasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim dalam mengawal berbagai…

Senin, 04 Juni 2018 17:44

Mosque of Laredo

Oleh: Dahlan Iskan  Saya datang terlalu awal: pukul 8 malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Minggu, 03 Juni 2018 02:32
Kolom Minggu

Pancasila yang Terus Dihina

Oleh: Lukman M  Redaktur Bontang Post  Jumat (1/6) kemarin, bangsa ini memperingati hari kelahiran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .