MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 06 Mei 2018 00:00
Menanti “Hiburan” Kedua
Oleh: Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post

PROKAL.CO, Oleh: Lukman Maulana, Redaktur Bontang Post 

RABU (9/5) mendatang masyarakat Kaltim akan kembali disajikan acara debat publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018. Tentu momen ini bakal menjadi sesuatu yang ditunggu setelah sebelumnya debat publik perdana telah sukses “menghibur” para pemirsanya.

Ya, debat publik yang biasanya identik dengan beragam retorika berbumbu kata-kata manis dan kerap dianggap pencitraan bahkan “drama” penuh kebohongan, nyatanya mampu membuat perut ini terpingkal. Alih-alih saling tebar pesona dengan gengsi maksimal, para pasangan calon (paslon) yang berebut simpati massa nyatanya hadir demikian “humoris”.

Beragam candaan, baik yang disengaja maupun tidak, dan blunder-blunder politik yang “memanaskan” suasana nyatanya mengaburkan semua anggapan terkait debat politik yang selama ini tertanam di benak masyarakat. Debat publik kemarin itu, disebut-sebut bukanlah suatu debat. Melainkan panggung mengumbar kemesraan di antara para paslon yang kerap kali cipika-cipiki.

Walaupun menghibur dan di luar ekspektasi, debat perdana kemarin juga turut disayangkan berbagai pihak. Pasalnya yang dipaparkan para kandidat KT-1 dan KT-2 sejauh ini masih bersifat abstrak, belum memunculkan solusi konkret atas permasalahan-permasalahan yang dihadapi Bumi Etam. Padahal sejatinya debat publik dapat memberikan gambaran kepada masyarakat terkait program-program yang diusung para calon untuk dipilih.

Tentu hal ini mesti menjadi perhatian bagi pihak di balik debat publik kedua. Baik keempat paslon, para penyelenggara, moderator, termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu sendiri. Bagaimana agar pengalaman dari debat perdana dapat dijawab dengan perbaikan-perbaikan sehingga debat kedua nantinya bakal lebih berkualitas dan terarah.

Di satu sisi, para calon gubernur dan wakil gubernur mesti lebih menyiapkan diri. Karena “jualan” mereka tak lain adalah program. Bukan sekadar janji-janji manis nan abstrak yang membuat tergagap saat dijelaskan. Hal ini jelas akan menjadi perhatian masyarakat Kaltim yang akan menggunakan hak pilihnya 27 Juni mendatang.

Pengamatan saya, ada beberapa catatan dalam debat perdana yang mesti dijadikan perhatian. Pertama, masih adanya calon yang terlihat gugup dan terbata-bata dalam berbicara. Hal ini mesti diperbaiki para calon untuk bisa memberikan kesan baik kepada para pemirsa di mana pun berada. Pastinya masyarakat akan lebih condong pada calon yang berpembawaan tenang namun tegas dan lancar dalam menggulirkan gagasan-gagasannya ketimbang calon yang beberapa kali mengalami kondisi “pause”.

Kedua, sebagaimana yang sudah saya paparkan sebelumnya, yaitu perlu adanya paparan program-program, visi dan misi yang lebih jelas dan spesifik. Karena yang saya lihat, permainan kata yang dilontarkan para paslon nyatanya masih begitu luas dan makro, yang bisa dengan mudah disusun mahasiswa.

Ketiga, masih adanya calon yang tidak fokus dalam mengikuti debat. Masih ada perkataan-perkataan calon yang melenceng dari pertanyaan, blunder, atau malahan tidak paham dengan maksud yang sedang dibahas. Pun begitu, ada calon yang terjebak dalam “kesombongan” sehingga lebih banyak bicara tentang diri sendiri ketimbang masyarakat Kaltim. Ini yang harus dihindari.

Akan tetapi saya melihat, sudah ada iktikad baik dari masing-masing calon untuk menghadirkan politik yang santun dalam debat perdana. Dalam tutur kata yang terucap, para calon kerap menyampaikan salam dan penghormatan terlebih dulu satu sama lain. Pun begitu, adegan cipika-cipiki yang mengisyaratkan keakraban beberapa menghiasai layar kaca.

Selain itu, nuansa politik yang biasanya terasa panas, nyatanya terasa adem dengan guliran-guliran candaan yang tanpa disadari mampu menghibur masyarakat. Saling serang memang terjadi, namun intensitasnya tak menimbulkan rasa benci. Hal seperti ini semestinya memang ditunjukkan oleh para kandidat, politik yang saling hormat-menghormati satu sama lain.

Saya pikir “kemesraan” dan “keramahan” di debat perdana, perlu untuk dipertahankan di debat kedua. Sementara untuk lelucon atau humor-humor yang sempat terjadi, saya rasa perlu untuk dikurangi pada debat kedua. Para calon mesti lebih serius dan menghindari humor-humor yang tidak perlu. Sesekali bolehlah, demi mendinginkan suasana.

Karena pada intinya tujuan debat adalah untuk saling beradu visi dan misi, program-program kerja yang akan dijalankan bila benar terpilih. Maka sudah seharusnya itu yang ditampilkan secara maksimal. Debat ini adalah panggung bagi para kandidat untuk menjaring simpati masyarakat lewat cara yang tepat, “jualan” program. Sehingga harus menjadi perhatian serius apabila mereka ingin diberi amanah memimpin Kaltim.

Apabila program-program itu menarik, solutif, dan masuk akal, menyentuh kepentingan masyarakat Kaltim, tentu akan membuat masyarakat bersimpati. Ditambah ajakan untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS), muaranya pastilah digunakannya hak pilih untuk memilih calon yang dianggap sesuai dengan harapan masing-masing. Angka golongan putih (golput) yang selama ini menjadi momok di setiap pemilu pun bisa jadi berkurang. (*)


BACA JUGA

Sabtu, 07 Juli 2018 00:06

Serba Ada di Samarinda

Oleh: Dahlan Iskan Saya video kamar VIP istri saya. Saya kirimkan ke teman saya. Yang di Singapura.…

Rabu, 04 Juli 2018 00:03

Laser Batu Ginjal Lamongan

Oleh: Dahlan Iskan   ''Pak Dahlan, Lamongan juga punya lho,'' ujar dokter Asro Abdah.   Ia…

Kamis, 07 Juni 2018 22:50
Pilgub Kaltim 2018

KPU Siapkan Tim Pakar Hukum

SAMARINDA – Upaya antisipasi dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim dalam mengawal berbagai…

Senin, 04 Juni 2018 17:44

Mosque of Laredo

Oleh: Dahlan Iskan  Saya datang terlalu awal: pukul 8 malam. Matahari masih bersinar perkasa. Pintu…

Kamis, 31 Mei 2018 00:01

Syukuran Arab Hays

Oleh: Dahlan Iskan Saya dapat kiriman buka puasa. Dari Rochman Budiyanto. Wartawan intelektual. Humoris.…

Selasa, 29 Mei 2018 00:02

Pesantren Pertama di Amerika

Oleh: Dahlan Iskan Disway tidak mampir ke New York. Itu bukan meniru judul novel Ayu Utami: "Laela Tidak…

Jumat, 25 Mei 2018 00:02

Rahasia Hape Imam Tarawih

Oleh: Dahlan Iskan Pokoknya beres. Setelah tahu rumah itu adalah masjid, saya merasa bebas: bisa datang…

Selasa, 22 Mei 2018 19:09

Pemkot Mulai Petakan Titik Kemacetan

SAMARINDA – Upaya antisipasi mulai dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda untuk mencegah…

Minggu, 13 Mei 2018 00:46
KOLOM MINGGU

Bela Diri atau Bunuh Diri?

CATATAN LUKMAN MAULANA Redaktur Bontang Post  BEBERAPA waktu lalu, publik Bumi Etam dikejutkan…

Kamis, 10 Mei 2018 00:15

Dua Korea, Seperti Apa?

Oleh: Dahlan Iskan Akan menjadi seperti apakah jazirah Korea kelak? Setalah Utara dan Selatan berhenti…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .