MANAGED BY:
MINGGU
16 DESEMBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 10 Mei 2018 00:20
"Rumah" untuk Orang Meninggal di Bontang Overload

Bakal Ada Penambahan Lahan, 3 Lokasi Akan Dijadikan TPU

PENUH: Pemakaman Tanjung Laut merupakan salah satu makam yang terpadat di Bontang. Pantauan dari udara, nampak sejumlah makam tidak memiliki jarak yang cukup untuk dilalui peziarah.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Tiga dari tujuh area permakaman di Kota Bontang yakni Tempat Permakaman Umum (TPU) Bontang Kuala, Tanjung Laut, serta permakaman Toraja di Kanaan telah menipis lantaran sudah penuh dengan bangunan makam. Menanggapi hal tersebut, Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang berencana mencari lokasi baru untuk dijadikan permakaman.

Hal tersebut dinyatakan oleh Sekretaris DPKPP Bontang, Maksi Dwiyanto. Kata dia, pihaknya akan mengupayakan pengembangan lahan di wilayah Satimpo, Bontang Kuala, dan Guntung. 3 titik lokasi tersebut saat ini masih merupakan lahan milik warga. “Masyarakat bisa berinisiatif menjualnya sendiri ke pemerintah,” jelas Maksi, Rabu (9/5) kemarin.

Dijelaskan dia, jika lahan yang dimiliki oleh masyarakat merupakan tanah jenis rawa, maka tidak mungkin pemerintah akan membelinya. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki lahan harus berinisiatif untuk menguruknya terlebih dahulu. Lahan yang diperlukan pun, rata-rata seluas 1 hektar di setiap wilayah. “Di 3 lokasi untuk permakaman ini juga diperkirakan hanya bertahan hingga tahun 2020,” ujarnya.

Maka dari itu, Maksi menyatakan di tahun 2021, pihaknya berencana untuk mengembangkan TPU di wilayah Bontang Barat. Kemungkinan lokasinya yakni hutan lindung yang akan di-Area Penggunaan Lain (APL) kan. Di sana nanti akan dibuat permakaman terpadu, karena desain-nya digabung dengan kuburan Kristen, Hindu, dan agama lainnya. “Untuk luasan di sana sekira 20 hektare karena di kota sudah habis lahan kosongnya,” terang dia.

Namun demikian, lokasi di wilayah Bontang Barat masih menunggu hasil APL dari Kementerian Kehutanan. Sehingga Maksi menyebut akan menunggu aturan setelah di-APL-kan. “Kalau sudah selesai diupayakan agar bisa terwujud dengan konsep TPU terpadu,”pungkasnya. (mga)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 18:22

Maskapai Kompak Naikkan Harga

BONTANG – Jelang libur Natal dan tahun baru, harga tiket…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:22

KTP-el Rusak Bakal Dimusnahkan

BONTANG – InstruksiDirektorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dirjen Dukcapil)…

Sabtu, 15 Desember 2018 18:21

Lapas Butuh Air Bersih Siap Minum

BONTANG –Warga binaan Lapas Kelas III Bontang kesulitan untuk mendapatkan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:22

Sadap Karet Sambil Jualan Sabu

BONTANG – Bekerja menyadap karet membuat pendapatan yang diterima PR…

Jumat, 14 Desember 2018 19:18

Tiga Keberangkatan Sepi Penumpang

BONTANG – Libur natal dan tahun baru diidamkan oleh sebagaian…

Jumat, 14 Desember 2018 19:17

Oknum Polisi Terindikasi Narkoba

BONTANG – Ratusan anggota Polres Bontang menjalani tes urine dadakan…

Jumat, 14 Desember 2018 19:16

Dokumen Perda RTRW Diminta Dievaluasi

BONTANG – Dokumen Perda RTRW yang sedang diperbaiki oleh pemerintah…

Jumat, 14 Desember 2018 19:15
Porprov Kaltim 2018

Porprov VI Kaltim, Yang Tua yang Berprestasi

Meski sudah dipenuhi uban, Djoniman tak terlihat bergetar melangkah di…

Kamis, 13 Desember 2018 18:48

Siapkan 400 Ha untuk Lahan Kilang

  BONTANG – Usai perjanjian kerja sama antara Pertamina dengan…

Kamis, 13 Desember 2018 18:45

PENTING!!! Tak Rekam KTP-El, Data Kependudukan Diblokir

BONTANG – Pemkot Bontang melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .