MANAGED BY:
SELASA
26 MARET
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Kamis, 10 Mei 2018 00:20
"Rumah" untuk Orang Meninggal di Bontang Overload

Bakal Ada Penambahan Lahan, 3 Lokasi Akan Dijadikan TPU

PENUH: Pemakaman Tanjung Laut merupakan salah satu makam yang terpadat di Bontang. Pantauan dari udara, nampak sejumlah makam tidak memiliki jarak yang cukup untuk dilalui peziarah.(FAHMI FAJRI/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Tiga dari tujuh area permakaman di Kota Bontang yakni Tempat Permakaman Umum (TPU) Bontang Kuala, Tanjung Laut, serta permakaman Toraja di Kanaan telah menipis lantaran sudah penuh dengan bangunan makam. Menanggapi hal tersebut, Dinas Permukiman, Kawasan Perumahan, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang berencana mencari lokasi baru untuk dijadikan permakaman.

Hal tersebut dinyatakan oleh Sekretaris DPKPP Bontang, Maksi Dwiyanto. Kata dia, pihaknya akan mengupayakan pengembangan lahan di wilayah Satimpo, Bontang Kuala, dan Guntung. 3 titik lokasi tersebut saat ini masih merupakan lahan milik warga. “Masyarakat bisa berinisiatif menjualnya sendiri ke pemerintah,” jelas Maksi, Rabu (9/5) kemarin.

Dijelaskan dia, jika lahan yang dimiliki oleh masyarakat merupakan tanah jenis rawa, maka tidak mungkin pemerintah akan membelinya. Oleh karena itu, masyarakat yang memiliki lahan harus berinisiatif untuk menguruknya terlebih dahulu. Lahan yang diperlukan pun, rata-rata seluas 1 hektar di setiap wilayah. “Di 3 lokasi untuk permakaman ini juga diperkirakan hanya bertahan hingga tahun 2020,” ujarnya.

Maka dari itu, Maksi menyatakan di tahun 2021, pihaknya berencana untuk mengembangkan TPU di wilayah Bontang Barat. Kemungkinan lokasinya yakni hutan lindung yang akan di-Area Penggunaan Lain (APL) kan. Di sana nanti akan dibuat permakaman terpadu, karena desain-nya digabung dengan kuburan Kristen, Hindu, dan agama lainnya. “Untuk luasan di sana sekira 20 hektare karena di kota sudah habis lahan kosongnya,” terang dia.

Namun demikian, lokasi di wilayah Bontang Barat masih menunggu hasil APL dari Kementerian Kehutanan. Sehingga Maksi menyebut akan menunggu aturan setelah di-APL-kan. “Kalau sudah selesai diupayakan agar bisa terwujud dengan konsep TPU terpadu,”pungkasnya. (mga)


BACA JUGA

Senin, 25 Maret 2019 10:47

Penerimaan Polri Diperpanjang, Baru 45 Dikirim ke Balikpapan

BONTANG – Penerimaan calon anggota Polri diperpanjang waktunya hingga 28…

Senin, 25 Maret 2019 10:46

Dewan Evaluasi Bantuan Seragam Sekolah

BONTANG – Dewan memperingatkan Pemkot Bontang sehubungan bantuan seragam sekolah.…

Senin, 25 Maret 2019 10:46

15 Peserta UNBK Masih Menumpang

BONTANG – Ribuan peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:33

Tak Hadiri Rapat, Manajemen Mendadak Ke Papua

BONTANG – PT Energi Unggul Persada (EUP) mangkir dalam rapat…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:31

DPRD Desak Stop Proyek PT EUP, Ini Alasannya

BONTANG – Proses perizinan yang dilakukan oleh PT Energi Unggul…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:29

Bawaslu Bontang Gelar Bimtek pada Panwascam

BONTANG - Bawaslu Bontang menggelar Training of Trainer (ToT) Bimbingan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:28

Pengembangan Pelabuhan Molor, Tak Ada Tambahan PAD

BONTANG – Ketua Komisi I DPRD Bontang Agus Haris menyebut…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:26

KPU Dibakar Massa, Polres Semprotkan Gas Air Mata

BONTANG - Kantor KPU Bontang tiba-tiba didatangi massa yang tidak…

Jumat, 22 Maret 2019 10:10

Pemkot Kerja Sama Bankaltimtara

BALIKPAPAN–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerja sama dengan Bankaltimtara menyelenggarakan…

Jumat, 22 Maret 2019 10:09

Sungai Bontang Mulai Dikeruk, Ini Maksudnya...

BONTANG–Alat berat berupa ekskavator jenis amfibi tiba di Bontang, beberapa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*