MANAGED BY:
SELASA
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 14 Mei 2018 20:16
WADUH!!! Jika Pemprov Tetap Bangun Masjid di Lapangan Kinibalu, Warga Ancam Lapor ke KPK
Achmad Jayansyah(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Rencana pembangunan Masjid Al Faruq di Lapangan Kinibalu, Kelurahan Bugis, Samarinda Ulu, Samarinda oleh Pemprov Kaltim mendapatkan reaksi penolakan dari warga setempat. Bahkan warga berencana melayangkan laporan pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penyalahgunaan jabatan dalam proyek puluhan miliar rupiah itu.

Kuasa warga setempat, Achmad Jayansyah mengungkapkan, sejak 2017 terdapat 13 ketua RT yang menolak pembangunan masjid di lapangan Kinibalu tersebut. Ke-13 ketua RT ini membawa aspirasi ratusan warga di Kelurahan Bugis dan Kelurahan Jawa yang menjadi lokasi pembangunan masjid.

“Hari Senin (14/5) kami akan laporkan kasus ini pada KPK, kepolisian, Kementerian Kehutanan, Kejaksaan Agung, dan Ketua DPRD Kaltim,” ujarnya pada Metro Samarinda, Sabtu (12/5) lalu.

Kata Achmad, munculnya dukungan warga yang diklaim Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishkan menjadi bukti dirinya beserta masyarakat setempat melayangkan laporan pada aparat yang berwajib. Pasalnya selama ini pihaknya tidak pernah memberikan dukungan atas pembangunan masjid tersebut.

“Ada indikasi pemalsuan dukungan warga. Adanya indikasi pemalsuan itu yang membuat kami melaporkannya. Karena ini tidak bisa dibuktikan secara lisan. Makanya harus melibatkan aparat yang berwenang untuk mengungkap kasus ini,” kata Achmad.

Selain itu, laporan tersebut dilayangkan karena Pemprov Kaltim diduga telah melanggar Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Pasalnya lapangan yang sedianya dijadikan lokasi pembangunan masjid tersebut masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kaltim dan Samarinda, lapangan ini termasuk RTH,” sebutnya.

Dia melihat, pembangunan masjid tersebut tidak didasarkan pada masukan dan persetujuan warga. Sehingga pemerintah terkesan mengambil kebijakan tanpa persetujuan masyarakat setempat yang akan merasakan imbas langsung penyalahgunaan RTH tersebut.

“Kami khawatir gubernur menggunakan kekuasaannya untuk menekan dan memaksakan kehendak membangun masjid ini. Sementara warga ingin tetap mempertahankan lapangan sepak bola ini sesuai RTRW,” ujarnya.

Laporan ini ditujukan supaya semua pihak mengawasi masalah ini. “Karena ini masalah besar. Ini masalah kualitas ruang. Kualitas ruang provinsi yang akan menentukan kualitas ruang nasional,” terang Achmad.

Sebelumnya, Ketua RT 7, Kelurahan Bugis, Samarinda Ulu, Irfan Syamsurizal mengaku, sejak November 2017 telah melakukan pertemuan dengan Pemprov Kaltim, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemkot Samarinda, dan DPRD Kaltim. Hasilnya, semua elemen sepakat bahwa pembangunan masjid tersebut ditolak warga.

Namun belakangan, dia heran muncul surat yang membuktikan warga menerima usulan pembangunan tersebut. “Itu yang bikin saya heran. Kenapa bisa ada yang sepakat pembangunan masjid itu. Padahal jelas-jelas dulu kami menolaknya,” ujar Irhan, Sabtu (12/5) kemarin.

Karena itu pihaknya akan melakukan penelusuani. Karena kalau memang benar ada tanda tangan warga, Irhan meyakininya sebagai penipuan.

Selain itu, tanah tersebut sudah diwakafkan oleh pemilik yang diketahui bernama Gusti Sa’ad. Tujuannya untuk kepentingan masyarakat yang ingin berolahraga. Bahkan keturunan almarhum Gusti telah mengantongi surat wakaf tersebut.

“Semua warga di sini tahu itu. Karena itu kami menolak pembangunan masjid di lokasi itu. Kami bukan menolak rumah ibadahnya. Tetapi menolak lokasinya yang kurang tepat,” ujarnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengklaim, langkah yang diambil untuk melanjutkan pembangunan Masjid Al Faruq telah mendapatkan dukungan dari masyarakat setempat. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kaltim telah menjadwalkan untuk melaksanakan groundbreaking proyek itu pada Senin (14/5) ini.

“Kami groundbreaking hari Senin,” ucap pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Kutai Timur selama dua periode ini, beberapa hari lalu.

Proyek ini akan menelan anggaran sebesar Rp 64.381 miliar. Masjid akan dibangun tiga lantai dan akan dikerjakan oleh PT Bangun Citra Kontraktor. Konsultan proyek adalah PT Widyacona Consultant. Sedangkan konsultan supervisi yakni PT Asri Adyatama. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 09 September 2015 18:27

Menengok Pedagang Sapi Tahunan di Kutim

<p style="text-align: justify;"><strong>SANGATTA &ndash;</strong> Iduladha…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*