MANAGED BY:
KAMIS
16 AGUSTUS
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 15 Mei 2018 00:07
Kasus Komura
Tuntut Pengembalian Uang Rp 282 Miliar, Ribuan Buruh TKBM Komura Demo di Pengadilan dan Kejati
UNJUK RASA: Pekerja TKBM Komura melakukan aksi menuntut pengembalian aset dan uang milik koperasi tersebut di PN dan Kejati Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sejak Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim, Jafar Abdul Gaffar dan Sekretaris TKBM Komura, Dwi Hari Winarno ditangkap Desember 2017 lalu, ribuan anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan gaji yang layak.

Sehingga, Senin (14/5) kemarin, ribuan anggota dan buruh TKBM Komura Kaltim melakukan aksi di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. Mereka menuntut pengembalian uang yang disita pengadilan. Akibat penyitaan tersebut, sebanyak 1.200 anggota dan karyawan tidak mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim.

Selain itu, banyak aktivitas dan program koperasi secara kelembagaan yang tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan mereka sempat bingung dengan mandeknya keuangan koperasi.

Koordinator Aksi, Familiyanto menuturkan, pihaknya menuntut pengembalian uang koperasi sebesar Rp 282 miliar. Uang tersebut telah diblokir pengadilan. Lantaran penyitaan tersebut, sudah setahun anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan haknya.

UNJUK RASA: Pekerja TKBM Komura melakukan aksi menuntut pengembalian aset dan uang milik koperasi tersebut di PN dan Kejati Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

“Sebanyak Rp 10 miliar disita oleh negara. Kemudian Rp 172 miliar dikembalikan pada koperasi. Nah ini yang kami mau perjuangkan. Karena sampai sekarang sudah satu tahun lebih tidak dikembalikan,”  ujarnya, Senin (14/5) kemarin.

Tuntutan pengembalian uang tersebut disebabkan sangkaan kejaksaan terhadap pimpinan koperasi beserta sekretarisnya tidak berkaitan dengan keuangan koperasi. Karenanya penyitaan terhadap uang koperasi dinilai salah sasaran.

“Dana kami lepas dari tuntutan jaksa. Kami ingin memperjuangkan dana yang menjadi hak kami. Dana itu sejak Maret 2017 sampai sekarang disita dan diblokir. Sehingga TKBM Komura, ruang geraknya sangat sempit,” katanya.

Karena itu, dia menilai, penyitaan uang koperasi tersebut dilakukan tidak sesuai prosedur yang berlaku. Terdapat kejanggalan dalam penyitaan uang TKBM Komura Kaltim. Langkah penuntutan tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas sejumlah kejanggalan yang dilakukan aparat.

“Harusnya pihak kejaksaan dan pengadilan bisa memberikan penjelasan yang lebih terang pada kami. Ada apa sebenarnya?” tanyanya heran.

Wakil Ketua PN Samarinda, Onggun Totoh mengungkapkan, hal yang wajar apabila ribuan anggota dan karyawan perusahaan menuntut pengembalian uang koperasi. Namun proses pengembalian aset atau uang yang disita pengadilan memiliki prosedur.

“Mereka menuntut pengembalian uang karena sekarang menjelang puasa, banyak kebutuhan. Kemudian anak-anak anggota koperasi dan karyawan akan masuk sekolah, butuh biaya. Mereka tidak mau tahu bagaimana tahapan di pengadilan. Pokoknya uang harus dikembalikan,” ungkapnya.

Walaupun pihak anggota dan karyawan TKBM Komura Kaltim memperlihatkan putusan Mahkamah Agung (MA), namun PN Samarinda belum mendapatkan salinan putusan asli dari MA. Apabila putusan tersebut telah diterima, maka aset dan uang yang disita dapat dikembalikan.

“Kami tidak bisa memastikan kapan salinan itu akan dikirimkan ke kami. Karena itu wewenang MA. Kalau kami minta salinan itu, bisa dipertanyakan. Apalagi ada banyak perkara PN yang diurus MA,” ujarnya. (*/um)


BACA JUGA

Senin, 13 Agustus 2018 19:29

Masyarakat Diminta Ubah Stigma

SAMARINDA – Seringkali Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diabaikan dan dihindari oleh masyarakat…

Senin, 13 Agustus 2018 19:23

Atribut Kampanye Dilarang Ikut Pawai Pembangunan

SAMARINDA – Tahun 2018 memang merupakan tahun politik, pasalnya tahun depan akan diadakan pemilihan…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22
Lapangan Kinibalu

PANAS..!! Soal Proyek Masjid Ini, Warga Tuntut Bertemu Gubernur

SAMARINDA – Pembangunan masjid di lapangan Kinibalu, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu nampaknya masih…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Modal Kepercayaan, Keuntungan Besar

SAMARINDA – Menjelang Iduladha, para pedagang sapi kurban dari beragam pulau berbondong-bondong…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Untuk Proyek Kantong Parkir Citra Niaga, Pelindo Investasikan Rp 1 Miliar

SAMARINDA – Pembangunan kantong parkir Citra Niaga akan segera direalisasikan dalam waktu dekat.…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Jelang Iduladha 1439 H, Harga Sembako Diprediksi Melambung

SAMARINDA – Pekan ini seluruh harga kebutuhan pokok di Samarinda terpantau stabil. Namun hal itu…

Minggu, 12 Agustus 2018 00:22

Hasilkan Jutaan Rupiah dari Mengamen untuk Membantu Sesama

Keprihatinan terhadap lingkungan sekitar membuat seorang pria asal Kediri berinisiatif menggalang dana…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:09

Terkait THM, Dewan Ikut Berikan Sorotan

MINIMNYA pengawasan terhadat kehidupan dunia malam di Kota Tepian juga mendapatkan sorotan dari DPRD…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:08

Keberadaan THM Minta Dikaji Ulang

SAMARINDA – Menjamurnya tempat hiburan malam (THM) di Kota Tepian mendapat sorotan tajam dari…

Sabtu, 11 Agustus 2018 00:08
Polemik Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Ngotot Bangun Masjid, Katanya Kinibalu Bakal Dicarikan Pengganti

“Saya kira usulan atau masukan mencarikan lapangan pengganti Kinibalu cukup bagus. Pemprov masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .