MANAGED BY:
SENIN
28 MEI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Selasa, 15 Mei 2018 00:07
Kasus Komura
Tuntut Pengembalian Uang Rp 282 Miliar, Ribuan Buruh TKBM Komura Demo di Pengadilan dan Kejati
UNJUK RASA: Pekerja TKBM Komura melakukan aksi menuntut pengembalian aset dan uang milik koperasi tersebut di PN dan Kejati Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sejak Ketua Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim, Jafar Abdul Gaffar dan Sekretaris TKBM Komura, Dwi Hari Winarno ditangkap Desember 2017 lalu, ribuan anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan gaji yang layak.

Sehingga, Senin (14/5) kemarin, ribuan anggota dan buruh TKBM Komura Kaltim melakukan aksi di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim. Mereka menuntut pengembalian uang yang disita pengadilan. Akibat penyitaan tersebut, sebanyak 1.200 anggota dan karyawan tidak mendapatkan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) Kaltim.

Selain itu, banyak aktivitas dan program koperasi secara kelembagaan yang tidak berjalan sesuai rencana. Bahkan mereka sempat bingung dengan mandeknya keuangan koperasi.

Koordinator Aksi, Familiyanto menuturkan, pihaknya menuntut pengembalian uang koperasi sebesar Rp 282 miliar. Uang tersebut telah diblokir pengadilan. Lantaran penyitaan tersebut, sudah setahun anggota dan buruh koperasi tidak mendapatkan haknya.

UNJUK RASA: Pekerja TKBM Komura melakukan aksi menuntut pengembalian aset dan uang milik koperasi tersebut di PN dan Kejati Kaltim.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

“Sebanyak Rp 10 miliar disita oleh negara. Kemudian Rp 172 miliar dikembalikan pada koperasi. Nah ini yang kami mau perjuangkan. Karena sampai sekarang sudah satu tahun lebih tidak dikembalikan,”  ujarnya, Senin (14/5) kemarin.

Tuntutan pengembalian uang tersebut disebabkan sangkaan kejaksaan terhadap pimpinan koperasi beserta sekretarisnya tidak berkaitan dengan keuangan koperasi. Karenanya penyitaan terhadap uang koperasi dinilai salah sasaran.

“Dana kami lepas dari tuntutan jaksa. Kami ingin memperjuangkan dana yang menjadi hak kami. Dana itu sejak Maret 2017 sampai sekarang disita dan diblokir. Sehingga TKBM Komura, ruang geraknya sangat sempit,” katanya.

Karena itu, dia menilai, penyitaan uang koperasi tersebut dilakukan tidak sesuai prosedur yang berlaku. Terdapat kejanggalan dalam penyitaan uang TKBM Komura Kaltim. Langkah penuntutan tersebut sebagai bentuk keprihatinan atas sejumlah kejanggalan yang dilakukan aparat.

“Harusnya pihak kejaksaan dan pengadilan bisa memberikan penjelasan yang lebih terang pada kami. Ada apa sebenarnya?” tanyanya heran.

Wakil Ketua PN Samarinda, Onggun Totoh mengungkapkan, hal yang wajar apabila ribuan anggota dan karyawan perusahaan menuntut pengembalian uang koperasi. Namun proses pengembalian aset atau uang yang disita pengadilan memiliki prosedur.

“Mereka menuntut pengembalian uang karena sekarang menjelang puasa, banyak kebutuhan. Kemudian anak-anak anggota koperasi dan karyawan akan masuk sekolah, butuh biaya. Mereka tidak mau tahu bagaimana tahapan di pengadilan. Pokoknya uang harus dikembalikan,” ungkapnya.

Walaupun pihak anggota dan karyawan TKBM Komura Kaltim memperlihatkan putusan Mahkamah Agung (MA), namun PN Samarinda belum mendapatkan salinan putusan asli dari MA. Apabila putusan tersebut telah diterima, maka aset dan uang yang disita dapat dikembalikan.

“Kami tidak bisa memastikan kapan salinan itu akan dikirimkan ke kami. Karena itu wewenang MA. Kalau kami minta salinan itu, bisa dipertanyakan. Apalagi ada banyak perkara PN yang diurus MA,” ujarnya. (*/um)


BACA JUGA

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01

Gugatan Bakal Calon DPD Dikabulkan

SAMARINDA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kaltim mengabulkan gugatan bakal calon anggota Dewan…

Sabtu, 26 Mei 2018 00:01

Dari Berjualan Santai, Sehari Bisa Untung Jutaan Rupiah

Bulan Ramadan, selalu identik dengan yang namanya penjual takjil. Para penjual takjil ini akan terlihat…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Polemik Izin Pembangunan Hotel Primebiz, Warga Bakal Laporkan Gubernur

SAMARINDA – Penolakan warga Kelurahan Teluk Lerong, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda terhadap…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Ajarkan Tarian Tradisional Kaltim, Kerap Juara di Berbagai Festival

Komitmen sanggar seni Telabang dalam melestarikan kebudayaan lokal patut diberikan apresiasi. Dari masa…

Jumat, 25 Mei 2018 00:01

Disperindagkop Siapkan 10 Titik Pasar Murah

SAMARINDA - Pemprov Kaltim melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Musim Belanja Lebaran, Diskon sampai 90 Persen

BONTANG-– Lazada, destinasi belanja online nomer 1 di Indonesia dan Asia Tenggara turut memeriahkan…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Pembangunan Hotel di Lahan Islamic Center Kembali Disoal

SAMARINDA – Di saat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meresmikan pembangunan Hotel Primebiz,…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Terkait Kasus Sokhip, Gerindra Belum Bersikap

SAMARINDA – Pimpinan Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kaltim belum dapat mengambil…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

DPRD Kaltim Baru Selesaikan Empat Raperda

SAMARINDA – Menjelang Juni 2018, Badan Legislasi (Banleg) DPRD Kaltim baru menyelesaikan empat…

Kamis, 24 Mei 2018 00:02

Pangdam Minta Tingkatkan Kewaspadaan

TANJUNG REDEB – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI/Mulawarnan, Mayjen TNI Subiyanto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .