MANAGED BY:
SENIN
23 JULI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BONTANG

Rabu, 16 Mei 2018 00:38
Ratusan Buruh Ngluruk Proyek PLTU

Tolak Keberadaan Tenaga Kerja Asing, Tuntut Pemberian Gaji Sesuai UMK

SAMPAIKAN ASPIRASI: Ratusan demonstran memasuki area proyek pembangunan PLTU berkapasitas 2x100 MW di Teluk Kadere, sembari membentangkan tuntutan kepada manajemen perusahaan.(ADIEL KUNDHARA/BONTANG POST)

PROKAL.CO, BONTANG – Serikat buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Bontang menggelar aksi unjuk rasa di proyek pembangunan PLTU berkapasitas 2x100 MW, Selasa (15/5). Ketua SBSI Amran Lansare dalam orasinya menuntut enam poin dan diamini oleh para demonstran yang berkisar 150 orang.

Salah satunya yakni menolak tenaga kerja asing (TKA) yang tidak memiliki skill (buruh kasar, Red.) dan semi skill. Berdasarkan temuannya terdapat beberapa TKA yang dipekerjakan oleh subkontraktor bukan menempati posisi sebagai tenaga ahli.

“Saya melihat ada TKA yang hanya bertugas memasang baut saja. Ini kan bisa dilakukan oleh tenaga lokal,” keluh Amran.

Ia juga memandang perlu kesempatan bagi tenaga lokal untuk berperan di proyek pemerintah pusat tersebut. Mengingat di Bontang berjibun tenaga ahli yang bisa diajak kerja sama oleh main kontraktor maupun subkontraktor.

Tak hanya itu, pemberian upah juga menjadi salah permintaan dari serikat buruh. Pasalnya, dijumpai ada yang diberi gaji per harinya yakni Rp 80 ribu. Padahal secara aturan jelas bahwa Upah Minimum Kota (UMK) ialah Rp 2,7 Juta dalam satu bulan.

“Ini yang mendorong saya tergerak hati. Untuk transportasi dari pusat kota ke Teluk Kadere saja membutuhkan biaya bahan bakar, belum lagi keperluan lainnya. Perusahaan tidak memikirkan itu,” ucapnya.

Amran juga meminta kepada perusahaan untuk melengkapi tenaga kerja dengan jaminan sosial BPJS. Mengingat saat ia berkunjung ke kantor tersebut belum ada laporan dari subkontraktor yang mendaftar. Selain itu, SBSI juga meminta adanya pertemuan dengan pihak manajemen dan mengembalikan pengawasan kepada Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Bontang.

Setelah berorasi selama satu jam akhirnya pihak manajemen perusahaan bersedia menampung perwakilan pendemo. Dalam ruang rapat PT Wijaya Karya, perwakilan perusahaan menjawab seluruh tuntutan yang dialamatkan kepadanya.

Sigit Wibowo, Custruction Manager PT D&C Engineer Company mengatakan, perusahaannya selalu memprioritaskan tenaga lokal. Bahkan dalam beberapa hari yang lalu telah membuka lowongan kerja melalui DPMTK-PTSP.

“Jumlah TKA kami 15 orang, selebihnya kami ingin bekerja sama dengan pengusaha yang ada di Bontang,” kata Sigit.

Menanggapi perihal pendaftaran BPJS, ia mengaku sudah melakukan hal tersebut. Nantinya bila ada bukti warga bisa melaporkan jika ada temuan karyawan belum terdaftar sebagai peserta BPJS. “Bahkan kami lakukan yang belum mendaftar pasti tidak memiliki ID card perusahaan,” paparnya.

Perwakil demonstran meminta perusahaan untuk membubuhkan kesepakatan di spanduk yang mereka siapkan. Namun hal ini tidak jadi dilakukan mengingat tidak semua subkontraktor hadir dalam pertemuan tersebut.

Terpisah, Kasi Penempatan dan Bimbingan Jabatan DPMTK-PTSP Andi Hasanuddin menyimpulkan, ada tiga keputusan dalam pertemuan itu. Perusahaan dituntut menyampaikan kebutuhan tenaga kerja 6 bulan ke depan. Selain itu proses perekrutan juga diutamakan tenaga yang memiliki keahlian bukan mengedepankan riwayat pendidikan yang dicapai.

Tak hanya itu, aturan mengenai pengupahan haruslah sesuai dengan yang berlaku di Bontang. Selanjutnya mediasi juga akan kembali dilakukan pekan depan.

“Kami akan jadwalkan memanggil perusahaan yang belum datang dan harus perwakilannya yang bisa mengambil keputusan. Rencanannya kegiatan itu dilaksanakan pekan depan dan difasilitasi oleh Polres Bontang,” kata Andi. (ak)


BACA JUGA

Minggu, 22 Juli 2018 00:23

Mahal Banget, ATCS Dibanderol Rp 954 Juta

BONTANG – Pengadaan Area Traffic Control System (ATCS) sudah masuk tahapan evaluasi dokumen…

Minggu, 22 Juli 2018 00:23

Dewan Minta Pemkot Tegas Soal Izin Minimarket

BONTANG – Polemik penambahan minimarket waralaba di Bontang membuat Komisi II DPRD angkat bicara.…

Minggu, 22 Juli 2018 00:21
Kabar Haji 2018

BUAT JAMAAH HAJI..!! Ini Nih Pesan Penting selama di Tanah Suci

Tidak dipungkiri, berbagai permasalahan dan kendala kerap menghampiri jemaah selama pelaksanaan ibadah…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:23

Wali Kota Wacanakan Mutasi Jilid III

MENINGAT masih adanya beberapa posisi yang kosong untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT), Wali Kota Bontang…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:22

Gerbong Mutasi Bergerak Lagi

BONTANG – Mutasi pejabat kembali terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang. Sebanyak…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:20

Hindari Perselisihan, Kejari Gelar Mediasi Antara Muhammadiyah dan Ahli Waris

BONTANG – Agar persoalan di masjid Al-Ikhlas yang terjadi antara pihak ahli waris dan Muhammadiyah…

Sabtu, 21 Juli 2018 00:19

Berawal dari Hobi, Berbuah Inovasi

Berkarya dan berinovasi itulah yang harus melekat di tubuh generasi muda zaman milenial ini untuk meraih…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Tergiur Ayam Murah, Rp 44 Juta Raib

BONTANG – Nasib sial dialami seorang pedagang ayam potong di salah satu pasar di Bontang. Ia kehilangan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Minimarket Bertambah, Asosiasi Pedagang Marah

BONTANG – Kehadiran minimarket di Bontang dianggap Asosiasi Pedagang Kota Bontang (APKB) mematikan…

Jumat, 20 Juli 2018 00:09

Polres Bontang Nobar Film 22 Menit

BONTANG - Film 22 menit garapan Mabes Polri perdana diputar pada 19 Juli 2018 di seluruh bioskop di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .