MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Kamis, 17 Mei 2018 00:43
Komura
Karyawan Komura Ancam Boikot Pengadilan

Jika Tidak Kembalikan Uang Koperasi Rp 282 Miliar

UNJUK RASA: Para karyawan TKBM Komura mengancam akan kembali menggelar aksi dalam jumlah yang lebih besar lagi jika PN Samarinda tidak segera mengembalikan uang koperasi Rp 282 miliar.(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Aksi unjuk rasa dari ribuan buruh yang tergabung dalam Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Kaltim, Senin (14/5) lalu, ternyata belum membuahkan hasil. Pasalnya, belum ada keputusan jelas terkait tuntutan pengembalian uang koperasi yang diblokir dan disita senilai Rp 282 miliar di Pengadilan Negeri (PN) Samarinda.

Koordinator Aksi TKBM Komura Kaltim, Familiyanto mengungkapkan, pihaknya memberikan tenggat waktu selama 15 hari sebelum Idulfitri 1439 hijriah kepada PN Samarinda untuk membuka blokir rekening dan mengembaliakan uang koperasi tersebut.

Dia mengancam, apabila penyidik tidak memenuhi tuntutan itu, pihaknya akan menurunkan massa yang jauh lebih besar di Kejaksaan Samarinda ataupun Kejati Kaltim.

“Sampai sekarang kami masih bersabar. Kami memberikan waktu pada pengadilan untuk segera mengembalikan uang kami. Kalau 15 hari sebelum lebaran uang itu tidak dikembalikan, terpaksa kami akan turun dengan jumlah yang jauh lebih besar dari kemarin,” tegas Familiyanto, Selasa (15/5) lalu.

Kata dia, pengembalian uang tersebut harus segera dilakukan penyidik dari PN Samarinda dan pihak-pihak terkait. Mengingat koperasi sedang membutuhkan uang untuk membayar gaji ribuan karyawan.

“Uang itu kami rencanakan untuk membayar gaji karyawan. Seperti biasa, kami memberikan THR (Tunjangan Hari Raya, Red.) kepada karyawan. Kalau uang itu tidak dikembalikan, maka bisa dipastikan mereka tidak akan mendapatkan THR,” ucapnya.

Terlebih semenjak uang tersebut disita, sudah setahun karyawan yang bekerja di bawah naungan TKBM Komura tidak mendapat gaji yang layak. Keuangan koperasi menurun drastis hingga mengakibatkan karyawan digaji di bawah Upah Minimun Provinsi (UMP).

“Apakah penyidik tidak kasihan dengan ribuan buruh yang bekerja di Komura? Pikirkan anak-anak buruh yang ingin sekolah dan kebutuhan hidup buruh yang kian meningkat. Karena dari uang itulah kami membangun kesejahteraan buruh,” ucapnya.

Akibat lain dari penyitaan dan pemblokiran uang yang sudah berlangsung sejak 2017 lalu itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan yang dikelola TKBM Komura Kaltim, terhambat. Pasalnya, setiap transaksi yang dilakukan selalu dibayar di awal.

“Mereka yang melakukan bongkar muat di pelabuhan itu tidak mau dibayar belakangan. Maunya dibayar di awal. Kalau bayar di muka, harus tersedia uang. Nah, uang yang disita dan diblokir itu sebenarnya untuk transaksi bongkar muat itu,” ujarnya.

Diketahui, semenjak Ketua TKBM Komura Jafar Abdul Gaffar beserta Sekretarisnya, Dwi Hari Winarno ditangkap pada Desember 2017 lalu, penyidik secara bertahap melakukan penyitaan dan pemblokiran uang koperasi. Pasalnya, penyidik menuding uang tersebut berhubungan dengan kasus pungutan liar yang dialamatkan kepada keduanya.

Pada Maret 2017, penyidik dari kepolisian melakukan penyitaan terhadap uang TKBM Komura Kaltim sebesar Rp 5 juta. Kemudian tidak berselang lama, aparat menyita uang sebesar Rp 6,1 miliar.

Masih di bulan yang sama, penyidik memblokir uang Komura sebesar Rp 282 miliar. Aksi pemblokiran tersebut nyaris membuat aktivitas koperasi bongkar muat tersebut nyaris terhenti.

Familiyanto menyebut, pemblokiran tersebut salah alamat. Pasalnya uang yang disita dan diblokir tidak berkaitan dengan kasus yang disangkakan pada ketua dan sekretaris Komura. Jaksa penuntut umum hanya menuntut penyitaan uang Rp 10 miliar yang dinilai berhubungan dengan kasus yang sedang bergulir.

“Tetapi penyidik malah memblokir dan menyita uang koperasi. Ini ada yang jangkal. Saya pikir salah alamat. Kasus yang berbeda dikaitkan dengan keuangan koperasi. Ini namanya sudah kelewat batas,” tegasnya. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 00:23

Disdukcapil Siap Blokir Ribuan Data KTP-el

SAMARINDA – Sesuai dengan ketentuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Dinas Kependudukan…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:22

Banperda Belum Terima Usulan Raperda LGBT

SAMARINDA – Kelompok lesbian, gay, biseksual, dan trangender (LGBT) di Kaltim dinilai kian meresahkan…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:22

Mantan Karyawan Menangkan Gugatan, Manajemen Hotel Mesra Diminta Bayar Rp 90 Juta

SAMARINDA – Pemutusan hubungan kerja (PHK) tanpa penetapan Pengadilan Hubungan Industrial (PHI)…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:21
Gempa Palu

Penuhi Kebutuhan Pendidikan Setiap Anak, Berikan Bantuan Seragam dan Pengobatan

Tidak hanya sandang dan pangan, pemerintah pusat juga mengharapkan setiap kabupaten/kota yang menerima…

Rabu, 17 Oktober 2018 00:20

TEGAS..!! Danrem Bilang Jangan Sekali-kali Jadi Calo

SAMARINDA – Proses penerimaan prajurit TNI AD harus melalui cara-cara yang jujur dan sesuai prosedur.…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:38

Tarik Ulur PAW, Pemkot Pilih Panggil Golkar

SAMARINDA – Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda berencana memanggil ketua dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:37

Rumah Ditabrak Tongkang, Perusahaan Diminta Bertanggung Jawab

SAMARINDA – Penabrakan enam rumah oleh tongkang di RT 18 dan Rp 19 Kelurahan Harapan Baru, Loa…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:36
Pemilu 2019

KPU Beri Tenggat Waktu Pemilih

SAMARINDA – Masih adanya pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) pemilu…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:35
Info CPNS

Ini Faktor Banyak Pendaftar CPNS Tak Lolos Seleksi Berkas

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda resmi menutup pendaftaran calon pegawai negeri…

Selasa, 16 Oktober 2018 00:34

Tegaskan Tak Ada Penjemputan Densus 88

SAMARINDA – Penyebaran hoaks seakan tiada henti. Bukan hanya di tingkat nasional, melainkan juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .