MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Jumat, 18 Mei 2018 00:01
HADEH!!! Lama Menganggur, Kok Malah Edarkan Sabu-Sabu

Dibekuk Polisi, Pelaku Gunakan Sistem Distribusi Rantai

DIAMANKAN: Seorang pengedar narkoba diamankan Polres Samarinda, Rabu (16/5) kemarin.(MUBIN/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Penggunaan sistem rantai dalam pengedaran narkoba tergolong cara baru untuk mengedarkan barang haram tersebut. Pada Rabu (16/5) lalu, Polres Samarinda menangkap salah seorang pengedar yang menggunakan pola itu untuk mengedar narkoba di sejumlah wilayah di Kota Tepian.

Kepala Unit Sidik Satuan Restrim (Satres) Narkoba Polres Samarinda, Iptu Teguh Wibowo menuturkan, pelaku berinisial MA (31) dicituk aparat di Jalan Yos Sudarso, Samarinda. Di tangan pelaku, ditemukan barang bukti 5,16 gram narkoba jenis sabu-sabu.

“Selain itu kami juga menyita tas kecil, handphone, dan kendaraan roda dua. Kami sedang mengembangkan kasus ini. Kemungkinan masih ada pelaku lain yang berkaitan dengan tersangka,” ucapnya, Kamis (17/5) kemarin.

Ketika ditangkap, AM baru saja mengambil sabu-sabu tersebut. Rencananya, pelaku ingin mengedarkan barang haram itu pada salah seorang pelanggannya. Sabu-sabu tersebut diambil di pinggir jalan untuk dijual kembali.

“Awalnya kami mendengar ada transaksi narkoba di sana. Kemudian ada orang yang kami curigai. Akhirnya kami lakukan pengeledahan. Kami menemukan barang bukti berupa narkotika,” kata Teguh.

Sementara itu, tersangka AM menuturkan, dirinya terpaksa menjadi pengedar narkoba karena terhimpit masalah ekonomi. Sebagai pengangguran, dia merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan istri dan kedua buah hatinya.

“Sudah lama tidak kerja. Saya sudah berusaha mencari kerja. Tetapi tidak dapat. Uang itu saya gunakan untuk kebutuhan hidup sendiri dan keluarga,” sebutnya di hadapan awak media.

Dia mengaku setiap pekan mengambil narkoba tersebut untuk dijual. AM terlebih dulu menjual sabu-sabu. Kemudian setelah habis, dibayarkan secara tidak langsung. Artinya, AM tidak bertemu dengan distributor.

“Kalau sudah habis, saya kasih tahu lewat telepon. Uang itu disimpan lagi di tempat awal saat saya mengambil narkoba. Begitu terus caranya. Antara saya dengan pemberi barang tidak saling bertemu. Intinya barang jadi bukti. Begitu saja,” bebernya.

AM mengurai, setiap gram sabu-sabu dijualnya seharga Rp 1 juta. “Biasanya jual tergantung pesanan. Bisa poketan. Bisa juga gram. Keuntungan yang saya dapat setiap 5,16 gram itu Rp 2,5 juta,” ujar AM.

Dia menyebut, baru pertama kali menjadi gembong narkoba. “Iya ini baru pertama kali. Sebelumnya tidak pernah. Baru mulai Januari. Tidak tahu sudah berapa gram yang saya jual. Intinya setiap pekan ambil. Setiap kali ambil 5 gram,” tandasnya. (*/um)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 18:58
Vaksin MR

Banyak Warga Enggan Divaksin?

SAMARINDA – Program imunisasi measles rubella (MR) yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota…

Senin, 15 Oktober 2018 18:57

Disetubuhi Kakar Ipar hingga Lahirkan Anak Kembar

SAMARINDA – Kisah kehamilan di luar nikah sudah berulang kali muncul di ruang publik. Ada yang…

Senin, 15 Oktober 2018 18:56
Gempa Palu

Trauma Balik Kampung, Berharap Diberikan Ruang Bekerja di Samarinda

Tak ingin menetap di kawasan gempa dan tsunami, puluhan warga Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi tengah…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:51

Belum Cair, Dewan Tanpa Anggaran

SAMARINDA – Sejumlah anggota DPRD Kaltim mengeluhkan belum cairnya anggaran untuk kegiatan kedewanan.…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:51
Pileg 2019

Terkait Kasus yang Menimpa Alphad Syarif, KPU Diminta Tak Gegabah

SAMARINDA – Kasus yang menimpa Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif bakal berbuntut panjang. Pasalnya,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:50

Ini Alasan DKK Tak Sarankan Fogging

SAMARINDA – Selain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit yang kerap menghantui Kota…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:49

Harga Komoditas Terpantau Stabil

SAMARINDA – Pada 10 Oktober lalu, pemerintah pusat melalui PT Pertamina telah menaikkan harga…

Sabtu, 13 Oktober 2018 23:47

Serapan Belanja Langsung Belum Maksimal

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda patut waswas. Meski secara keseluruhan serapan…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:17

Pekan Depan, Jokowi ke Samarinda

  SAMARINDA – Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Samarinda sepertinya bukan sebatas…

Sabtu, 13 Oktober 2018 00:16

Ramaon Pilih “Irit” Bicara

SAMARINDA – Seolah tak ada habisnya, Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif terus mengejutkan publik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .