MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN
Minggu, 20 Mei 2018 00:10
Teroris dan Ketidakadilan
Dhedy Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)

PROKAL.CO, Oleh:

Dhedy

Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) 

TAK ada asap kalau tidak ada api.  Tidak ada akibat tanpa sebab. Asap hanya akibat. Sebabnya adalah api. Semua bermula dari kausalitas.

Teroris tentu bukan sesuatu yang muncul dari ruang hampa. Dia memerlukan kultur tertentu untuk tumbuh. Teroris dipaksa untuk lahir. 

Ya,  ada masalah penting yang mendasari hadirnya teror ke dunia. Teroris lahir bersamaan dengan sebab tersebut. Banyak sebab munculnya teroris.  Diantaranya, ialah masalah ketidakadilan.  Baik ketidakadilan ekonomi, SARA, hukum, tindakan,  dan perbuatan.

Paling mencolok ialah masalah agama.  Kata teroris selalu disematkan kepada mereka yang beragam Islam. Padahal,  Islam dengan  tegas menolak kata teroris. Karena teroris merupakan gelar terburuk bagi mereka. Islam adalah muslim,  islam bukan teroris. Terlebih,  kata-kata teroris merupakan gelar dari orang-orang yang tak bertanggungjawab.

Anehnya,  jika diluar islam melakukan  kekerasan,  semua seakan bungkam. Tak ada yang berani menyebut mereka teroris.  Padahal jelas, semua yang membuat teror merupakan bagian dari teroris. Israel,  Amerika,  Iran,  Basar Al Asad, houthi, Hisbullah.  Berani katakan teroris. Tidak. Malah dianggap sebagai pahlawan. Lucu.

Itulah fakta. Kata teroris identik dengan islam. Padahal, tak satupun definisi teroris yang menyatakan 'orang islam yang berjubah,  memakai kopiah,  celana cingkrang dan berjengggot' adalah teroris. 

Sedikit membedah definisi teroris.  Teror,  adalah perbuatan, teroris adalah pelaku,  dan me adalah pengikut. Jadi terorisme adalah,  orang yang menakut-nakuti sesuatu lalu diikuti oleh orang lain yang sepaham dengannya.

Definisi lain,  terorisme adalah,  orang  yang melakukan tindakan negatif secara sendirian atau bersama-sama dengan tujuan tertentu.

Kata lain,  secara bahasa, kata “terorisme” berasal dari kata “to terror” dalam bahasa Inggris, dalam bahasa latin kata ini disebut Terrere, yang berarti “gemetar” atau “menggetarkan”. Kataterrere adalah bentuk kata kerja (verb) dari kata terrorem yang berarti rasa takut yang luar biasa.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan teror sebagai usaha untuk menciptakan ketakutan, kengerian, dan kekejaman oleh seseorang atau golongan tertentu.

Sangat jelas.  Teroris bukan hanya mereka yang beragama islam dengan ciri-ciri tertentu. Melainkan semua orang yang mencoba menciptakan teror kepada masyarakat. Ini harus adil. Jangan  kebencianmu pada sesuatu menyebabkan dirimu tak berbuat adil.

Karena jangan sampai,  orang yang awalnya lurus,  ikut terpancing hanya gara-gara ketidakadilan. Mereka ikut makar. Radikal. Tentu hal ini tak diinginkan. Satu kuncinya,  pemimpin wajib adil. Keadilan secara universal. Bukan hanya ucapan semu, melainkan tindakan dan perbuatan.

Akibat ketidakadilan tersebut,  semua terkena imbas. Celana cingkrang,  disebut radikal,  teroris. Berjengggot,  disebut radikal,  teroris.  Bercadar disebut radikal,  teroris. Begitupun jika memakai jubah. Menyampaikan haram dan bidah disebut radikal dan teroris. Menyampaikan jihad di masjid disebut radikal dan teroris.  Sekali-kali jangan demikian.  Karena semua itu syariat.  Semua bersumber datu Alquran dan hadits.Baik celana cingkrang,  jenggot,  cadar, dan jihad. 

Parahnya,  mereka yang islam ikut memusuhi. Memperolok syariat. Ada yang berkata makin panjang jenggot,  makin goblok,  ada menyatakan celana cingkrang karena kebanjiran,  ada yang menyebut lebih baik kudung dari pada cadar, ada yang menghinakan suara adzan,  bilang kafir,  dianggap takfiri. Jangan latah dan jahil dalam beragama. Iqro. Baca.  Jangan mempermainkan agama dengan kebodohan. Awas provokator. Memecah belah ummat. Agamamu-agamamu,  agamaku-agamaku.

Ini hanya bicara oknum. Tapi aneh,  oknum berbuat,  semua terkena getahnya. Memiliki ciri-ciri teroris versi orang yang tak bertanggungjawab,  lalu dicurigai. Bahkan ditangkap. Tak sedikit yang ditembak. Padahal baru dugaan. Ini belum berlakunya revisi UU terorisme. Jika sudah gol,  dikhawatirkan semakin disalahgunakan . Sangat berbahaya.

Silahkan kutuk mereka yang mengebom gereja.  Meskipun kutuk merupakan hak paten Allah.  Silahkan maki,  benci,  dan hujan mereka yang membuat kekerasan.  Tapi jangan campur aduk antar yang bathil dan  syariat. Karena islam jelas membenci keburukan. Tak membenarkan bom bunuh diri. Islam sudah sempurna. Semua diatur. Tak sekecil atom pun luput dari aturan islam. Biarkan mereka yang menjalankan syariat hidup bebas. Menjalankan sunnah dan perintah dari tuhannya. (*)


BACA JUGA

Kamis, 11 Oktober 2018 00:03

Peran Ibu dalam Mencetak Generasi Peradaban

Oleh Retno Furi Handayani, A.Md ( Ibu Rumah Tangga )  Indonesia baru saja didaulat menjadi tuan…

Senin, 08 Oktober 2018 19:32

Desain Ideal Peraturan Daerah

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda) Peraturan…

Minggu, 07 Oktober 2018 00:02

Jangan Kebiri KPK

Oleh: Nason Nadeak, SH.,MH (Pimpinan Law Office Nason Nadeak, SH, MH & Associates) Upaya Pemerintah…

Selasa, 25 September 2018 00:04

Sangsel Bangkit Bersama Media

Dhedy Ketua Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT)  SANGATTA Selatan merupakan salah satu  …

Senin, 24 September 2018 18:29

Problematika PAW Anggota DPRD Samarinda

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman Samarinda) Pergantian…

Senin, 17 September 2018 19:38

HAMIL DULUAN, NIKAH KEMUDIAN? OOH NO!

Oleh : Muthi' Masfu'ah / Yattini *) Owner Rumah Kreatif Salsabila, Koordinator Literasi DPW Kaltim dan…

Senin, 17 September 2018 19:33

Nasib Caleg Eks Koruptor Pasca Putusan MA

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H., LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Unmul Samarinda) Sejak awal penyusunan,…

Sabtu, 15 September 2018 00:20

ETIKA MASYARAKAT MAJEMUK

Sektiono Ketua Forum Pembauran Kebangsaan ( FPK ) – KOTA BONTANG  Kita menyadari bahwa dunia…

Kamis, 13 September 2018 18:38

Politik Dua Kaki DPRD

Oleh: Herdiansyah Hamzah, S.H.,LL.M. (Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman) Dewan Perwakilan…

Kamis, 06 September 2018 23:50

Medali Emas untuk Indonesia, Tambang Emas untuk Asing

Oleh: Dian Eliasari, S.KM  Usai sudah perhelatan akbar Asian Games 2018, meskipun ada duka dibalik…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .