MANAGED BY:
RABU
23 JANUARI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

BESSAI BERINTA

Minggu, 20 Mei 2018 00:10
Sekarang, Reformasi atau Repot-Masih?
Oleh: N Yahya Yabo (Pegiat sastra dan teater)

PROKAL.CO, Oleh: N Yahya Yabo (Pegiat sastra dan teater)

Bulan Mei memang menjadi catatan sejarah tersendiri pada tahun 1998 Pada tahun ini terjadi pergerakan mahasiswa secara besar-besaran. Bukan hanya mahasiswa tetapi kelompok-kelompok masyarakat sipil juga ikut turun menuntut akan sebuah perubahan. Pergerakan ini disebabkan ketidakpuasan terhadap penguasa saat itu yang memang sudah berkuasa lebih dari 30 tahun. Ketidakpuasan itu terjadi akibat dari beberapa penyebabnya di antaranya kepemimpinan yang otoriter, terjadinya krisis moneter 98 hingga kejenuhan terhadap pemimpin yang hanya itu-itu saja sehingga bentuk kebebasan terpenjara.

Pada awal bulan Mei terjadi unjuk rasa yang dilakukan oleh sekelompok mahasiswa. Tercatat ada beberapa unjuk rasa yang terjadi diantarnya yaitu unjuk rasa oleh mahasiwa Trisakti yang hingga akhirnya menjadi tragedi penembakan mahasiswa oleh aparat yang saat itu terjadi pada pada tanggal 12 Mei. Kejadian-kejadian berlanjut Tragedi Semanggi 1 dan Semanggi 2. Di beberapa daerah di seluruh Indonesia juga terjadi pergerakan yang menolak rezim yang disebut sebagai rezim Orba (orde baru).

Saat itu yang menjadi tujuan dan cita-cita yang melakukan pergerakan (mahasiswa dan kelompok masyarakat sipil) mengiginkan adanya  perubahan yang terjadi salah satunya adalah Reformasi. Reformasi akan membuat masyarakat menjadi lebih bebas menentukan sikap tanpa takut didiskriminasi oleh penguasa, lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat yang pada orde sebelumnya sangat jarang terjadi. Saat mahasiswa dan kelompok sipil bisa menguasai gedung DPR/MPR RI yang menjadi puncak dari pergerakan yang dilakukan sehingga pada saat itu presiden yang sedang memimpin mendapat tekanan dari pergerakan sehingga presiden memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Saat itu juga sudah dimulainya era Reformasi.

Setelah saat ini 20 tahun Reformasi, memang dampak dari Reformasi ada. Kita sudah lebih bisa menentukan sikap tanpa takut didiskriminasi, mendapatkan kebebasan berpendapat di muka umum dan lain sebagainya. Hanya saja apakah memang sudah benar cita-cita Reformasi sudah berjalan sesuai dengan cita-citanya dulu 20 tahun silam atau kita masih sibuk dengan urusan masing-masing yang tidak sejalan dengan cita-cita para penggerak Reformasi lalu? Ataukah kita masih saja repot dengan urusan caci maki, ketimpangan sosial, sibuk beradu argumen tanpa ada penyelesaian dan masih banyak lagi yang terjadi di negeri ini, saat negara lain sudah berlomba-lomba dengan kecanggihan dan kemutakhiran karya-karya mereka. Kita sudah benar-benar ber-Reformasi atau kita hanya  “Repot- masih” dengan urusan kita masing-masing?. (**)


BACA JUGA

Sabtu, 05 September 2015 22:12

DPRD Belum Pernah Terima Laporan

<p style="text-align: justify;"><strong>BONTANG</strong> - Walaupun sudah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*