MANAGED BY:
KAMIS
21 JUNI
BONTANG | BESSAI BERINTA | SANGATTA POST | METRO SAMARINDA | PEMKOT & DPRD | OLAHRAGA | ZETIZEN

METRO SAMARINDA

Senin, 21 Mei 2018 00:03
Musim Pancaroba Adang Nelayan

Pasokan Ikan Terancam Berkurang, Harapkan Bantuan Pemerintah

Baharuddin Demmu(DOK/METRO SAMARINDA)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Selama dua bulan terakhir, cuaca di Kaltim terbilang tak menentu. Akibatnya hasil tangkapan ikan sejumlah nelayan di Kaltim menurun drastis. Sebagai dampak musim pancaroba tersebut, pemburu ikan laut harus berupaya keras menyambung kehidupan di tengah merosotnya hasil tangkapan.

Nelayan di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Suryadi mengaku, pada saat cuaca buruk melanda perairan Kaltim, sebenarnya nelayan masih dapat melaut. Namun harus didukung dengan kapal dengan kapasitas mesin tertentu. Karena pada umumnya nelayan masih menggunakan kapal tradisional.

“Masalah cuaca dan kapal ini membuat pendapatan kami pasang surut. Tahun lalu, pendapatan kami terbilang besar. Sekarang berkurang,” katanya pada Metro Samarinda, Sabtu (19/5) lalu.

Dalam keadaan cuaca buruk, setiap hari pendapatan nelayan hanya Rp 400 ribu. Sedangkan pada saat cuaca sedang bersahabat, pemburu ikan laut mendapatkan Rp 1,5 juta.

“Kalau cuaca buruk begini kami tidak ke laut. Dapat uang itu hanya pada saat cuaca yang memungkinkan untuk melaut. Selebihnya kami banyak di rumah. Jadi di hari-hari tertentu saja kami ke laut,” ucapnya.

Di saat cuaca ekstrim, pada umumnya nelayan hanya mendapatkan ikan teri, kembung, dan cumi-cumi. Pun demikian, hasil tangkapan dengan jenis-jenis ikan tersebut sangat terbatas. “Pokoknya hasil tangkapan kami sangat terbatas. Apalagi sekarang kami sebagai nelayan kecil ini hanya menggunakan bagan tancap,” kata Suryadi.

Nelayan Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kukar, Muhammad Assegab mengaku, besarnya gelombang membuat pergerakan nelayan sangat terbatas. Padahal area tangkapan sangat luas.

“Tetapi karena cuaca buruk, saya tidak bisa terlalu jauh masuk ke laut. Kadang saya bisa sampai ke laut Balikpapan, Bontang, Muara Pentuan. Yang penting dapat dijangkau kapal,” ungkap dia.

Assegab menerangkan, kapal yang dia gunakan dapat menjangkau sampai 80 mil dari bibir pantai. Di saat cuaca buruk seperti saat ini, dirinya hanya melaut di pinggir laut. Namun kala cuaca sedang membaik, jarak tempuh kapal bisa 100 mil.

“Di mana ada ikan, di situ kami melaut. Tidak tentu jauhnya. Dengan jarak 100 mil dari bibir pantai pun tetap kami tempuh. Asal di sana ada ikan. Kalau 80 mil, jarak tempuhnya bisa sampai 2,5 jam,” terangnya.

Pada umumnya, setiap tahun, cuaca buruk sudah mulai sejak bulan April. Kondisi demikian akan berlangsung hingga pergantian tahun. Saat masa tenang karena tidak melaut, nelayan biasanya mencari pekerjaan sampingan.

“Aktivitas sampingan itu sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kalau masih bisa menangkap di pinggir laut, ya bisa tetap jalankan profesi itu. Karena kami harus cari pendapatan supaya dapat menyambung hidup,” katanya.

Anggota DPRD Kaltim, Baharuddin Demmu mengatakan, demi menjaga stabilitas pendapatan nelayan, pemerintah daerah harus mulai mengidentifikasi kebutuhan nelayan. Terlebih saat cuaca buruk yang melanda sebagian besar wilayah di Benua Etam.

Salah satu langkah yang dapat diambil pemerintah yakni memberikan kapal yang layak untuk para nelayan. Pasalnya sebagian besar nelayan memiliki kapal yang tidak dapat digunakan saat cuaca buruk.

“Kapal-kapal mereka sangat kecil bentuknya. Sehingga pemerintah perlu membantu nelayan dengan memberikan kapal dengan muatan lima ton. Walaupun cuaca buruk, mereka masih bisa melaut. Karena peralatan kapal itu besar,” sarannya. (*/um)


BACA JUGA

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
ARUS BALIK

Razia Gabungan Incar Para Pendatang

SAMARINDA – Dalam upaya pengamanan arus balik setelah lebaran, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) melakukan…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35

DPS Pemilu 2019 Ditetapkan 2,37 Juta Warga

SAMARINDA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk…

Rabu, 20 Juni 2018 01:35
Pilgub Kaltim 2018

Rapat Umum Dua Paslon Hangus

SAMARINDA – Sebelumnya melalui surat keputusan yang diterbitkan pada 27 Februari lalu, Komisi…

Selasa, 19 Juni 2018 00:08
Pilgub Kaltim 2018

Debat Publik Paslon Terakhir Berdurasi 120 Menit

SAMARINDA – Durasi waktu debat publik pamungkas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang…

Senin, 18 Juni 2018 17:38
ARUS MUDIK

Ribuan Armada Diterjunkan Layani Pemudik

SAMARINDA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim meyakinkan jika proses arus mudik dan arus balik…

Senin, 18 Juni 2018 17:37

CSR Bakal Dipungut Zakat

SAMARINDA – Keinginan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menarik pungutan 2,5 persen dana corporate…

Senin, 18 Juni 2018 17:37

Guru Honorer Minta Keadilan Gubernur

SAMARINDA – Forum Tenaga Honorer (FTH) Kaltim menyarankan Gubernur Kaltim membuat peraturan untuk…

Senin, 18 Juni 2018 17:36

Masyarakat Belum Melek Anggaran

SAMARINDA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian menganggap saat ini masih sedikit…

Minggu, 17 Juni 2018 00:39
Pilgub Kaltim 2018

Waspadai Golput di Pilgub Kaltim

SAMARINDA – Partisipasi pemilih pada penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2018 benar-benar…

Minggu, 17 Juni 2018 00:36

Bangun Ragam Infrastruktur dalam Tempo 70 Hari

Operasi Teritorial TNI TA 2018 yang dilaksanakan di Desa Sekaduyantaka Kecamatan Sei Manggaris, Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .